6 Tujuan Ekonomi Syariah yang Wajib Anda Ketahui

6 Tujuan Ekonomi Syariah yang Wajib Anda Ketahui – Ekonomi syariah adalah ekonomi berbasis Islam. Islam mengatur aktivitas manusia yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi, hal ini karena dalam aktivitas manusia tidak dapat dipisahkan dari kegiatan ekonomi, yaitu lebih ke produksi, konsumsi, distribusi dan juga terkait denagn keungan, dalam Islam lebih dikenal dengan muamalah.

Ada tiga ekonomi di seluruh dunia di mana ekonomi sosialis hancur saat Uni Soviet hancur, kapitalis yang tersanjung akan lebih berhasil daripada ekonomi kapitalis, namun justru membuat orang miskin menjadi miskin dan lebih kaya. Dan yang terakhir adalah perpaduan antara ekonomi antara ekonomi sosialis dan kspitalis yang belum diterapkan secara efisien terhadap kenyataan.

Dengan demikian, kemunculan ekonomi Islam sendiri memiliki kelebihan, kemana keunggulan inilah yang akan menutupi kekurangan ekonomi sebelumnya, tidak menjadi saingan ekonomi sebelumnya yang ada.

Karena ekonomi syariah adalah ekonomi berbasis Islam, kita tahu bahwa ekonomi syariah didasarkan pada paradigma Islam Alquran dan Sunnah. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kedamaian dan kesejahteraan orang-orang dan untuk membawa kebahagiaan tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat.

Orang-orang yang digambarkan di sini berarti bahwa tidak hanya Muslim tapi untuk semua orang yang berada di bumi. Kita tahu bahwa Islam memungkinkan dilakukannya transaksi dengan non-Muslim.

tujuan ekonomi syariah
tujuan ekonomi syariah

Perdamaian dan kesejahteraan hidup ini dimaksudkan tidak hanya dalam kedamaian dan kemakmuran dalam memenuhi kebutuhan melimpah di dunia saja tapi agar bisa damai dan sejahtera di akhirat, maka bisa dikatakan bahwa kemakmuran dan ketenangan di dalamnya ada keseimbangan. di dunia dan akhirat tidak sepihak.

Dalam ekonomi syari’ah (Islam) berdasarkan Alquran dan Sunnah, mereka melakukan apapun aktivitas yang harus mereka ikuti terhadap Al-Quran dan Sunnah tidak terkecuali dengan kegiatan ekonomi.

Manusia dapat melakukan semua kegiatan ekonomi yang diberikan sesuai dengan ajaran Islam, karena manusia sejati adalah ciptaan Allah, segala sesuatu di dunia adlaah diasingkan dari Allah, maka amnesia harus melayani Alllah, tidak sedikit kegiatan ekonomi yang ditujukan untuk penyembahan kepada Tuhan.

Sebelum menuju tujuan ekonomi syariah, kita harus mengetahui prinsip filosofis yang terkandung dalam ekonomi syariah itu sendiri. Ekonomi syariah memiliki tiga prinsip dasar filosofi hukum dalam ekonomi Islam (islam) yaitu:

1. Semua yang ada di bumi ini berada di langit dan bumi, keluar dari tanah dan turun dari langit, makhluk hidup dan makhluk hidup yang ada di bumi dan harta manusia semata hanyalah Allah, maka kita sebagai manusia harus tunduk pada perintah Tuhan. Prinsip ini disebut juga prinsip kesatuan, dimana penguasa alam semesta adalah Allah SWT.

Tauhid inilah yang mendasari aktivitas manusia, terutama aktivitas ekonomi. Kita sebagai khalifah di bumi berusaha untuk mengeksploitasi dan menjaga semua yang ada di bumi ini untuk bertahan hidup dan juga untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri.

2. Allah SWT menciptakan manusia sebagai Khalifah di bumi dengan peralatan peralatan yang sempurna yang berpotensi mental dan potensi spiritual. Prinsip ini juga disebut prinsip khalifah, dimana manusia diberi banyak potensi yang tujuannya agar manusia dapat menjalankan tugasnya, hak dan kewajibannya untuk memanfaatkan sumber daya yang ada sebagai khalifah di bumi.

Baca Juga:  6 Larangan Sistem Perbankan Syariah

Semua makhluk lain seperti tumbuhan dan hewan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan mereka demi kepentingan dan masyarakat sendiri untuk melayani Allah SWT

3. Percaya pada hari terakhir dan hari persidangan, prinsip ini juga disebut asas Is. Ini berarti mengingatkan kita pada hari pertanggungjawaban, sehingga dalam aktivitas ekonomi manusia bisa mengendalikan dan mengendalikan bagaimana mendapatkan harta karun yang dimilikinya.

Kita tahu tidak hanya cara kita berekonomi saja dipertanggungjawabkan nanti tapi dari mana kita menggunakan harta yang kita bisa dan bagaimana kita menyimpan harta karun yang diamanatkan oleh Tuhan kepada kita

Jadi dapat disimpulkan bahwa prinsip dasar filsafat hukum dalam ekonomi Islam sangat berpegang pada kesejahteraan tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Islam juga menginginkan tidak hanya materi tapi juga penetrasi ke dalam dunia spiritual.

Pertama kita akan membahas tujuan ekonomi islam yaitu kepemilikan. Kita tentu tahu bahwa pemilik seluruh alam semesta adalah Allah SWT. Islam sebagai agama yang lebih menyukai agama-agama sebelumnya juga menjelaskan tentenag kemanusiaan. Inilah dasar tujuan ekonomi syariah (islam).

Konsep kepemilikan ekonomi Islam berbeda dengan ekonomi kapitalis dan sosialis. Konsep kepemilikan kapitalis dan osialalis berasal dari kata manusai sedangkan konsep kepemimpinan ekonomi Islam adalah Alquran dan sunnah.

Menurut kepemilikan Ahli Fiqih adalah hubungan antara manusai dengan keberuntungan dipilkinya yang ditetapkan oleh Syariah, sehingga manusia bertanggung jawab untuk menjaga mangurus dan memanfaatkan kepemilikan propertinya.

Kepemilikan dalam Islam mengakui adanya rasa kepemilikan dan kepemilikan pribadi. Jadi inilah yang membedakan ekonomi kapitalis yang mengakui kepemilikan pribadi dan sosial yang mengakui kepemilikan bersama saja. Maka ada tiga konsep kepemilikan dalam ilmu ekonomi islam yaitu:

1. Kepemilikan itu bukan untuk kontrol mutlak atas properti yang dimilikinya. Tapi lebih kepada bagaimana manusia mempertahankan dan memanfaatkannya

2. Kepemilikan hanya berlaku bila manusia hidup di dunia, ketika manusia meninggal maka manusia harus memberikan kekayaannya kepada ahli waris yang ditentukan sesuai dengan syariat Islam, karena kita tahu bahwa ketika meninggal bukanlah harta, maka harta benda itu harus diwariskan kepada ahli waris yang ditunjuk.

Tujuannya agar kepemilikan ini bisa dimanfaatkan penerusnya, karena menimbun atau hanya menyimpan harta benda tidak diperbolehkan dalam ekonomi syariah.

3. Sumber daya milik masyarakat, yang berarti bahwa mereka adalah kepemilikan bersama, karena milik masyarakat umum harus dibagi bersama untuk kepentingan sendiri

Kedua adalah manfaatnya. Kesejahteraan berarti kebaikan, keuntungan atau ketertarikan. Setiap manusia seharusnya dalam melakukan aktivitas ekonomi harus berbagi keuntungan di antara sesama manusia untuk mencapai kemakmuran bersama. Islam mensyaratkan bahwa orang selalu mencari anugerah dengan tidak mencegah manusia lain untuk maju dan makmur.

Baca Juga:  Karakteristik Ekonomi Syariah yang Wajib Anda Ketahui

Islam mengajarkan kita untuk mencoba memenuhi kebutuhan kita untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri dan untuk mendukung keluarga, serta untuk mencela apa yang kita minta, karena di AL-QUr’an sendiri dijelaskan bahwa Islam mencela yang namanya meminta minta.

Dalam rangka bisnis sehingga masing-masing individu dalam perekonomian bisa merealisasikan manfaatnya maka pada saat itulah kita membutuhkan peraturan standar yang kita pahami sebagai aturan syariah yang tujuannya adalah untuk mewujudkan (menjamin) agar setiap orang dapat bertemu. kebutuhan mereka dan menghindari kesengsaraan yang baik kesengsaraan dunia dan kesengsaraan akhirat.

Dalam diri mengejar manusia diharapkan bisa menyeimbangkan aspek spiritual dan material. Jika kita hanya berlari pada aspek spiritual saja maka trejadi adalah kurangnya wawasan dan lag sains, membawa eksploitasi dan ketergantungan pada orang lain.

Sementara jika kita hanya berlomba pada aspek materi maka yang terjadi adalah kerusakan moral, karena tidak ada kebahagiaan yang berasal dari spriritual, oleh karena itu kita harus menyeimbangkan aspek spiritual dan material dalam mencapai keuntungan untuk mencapai kemakmuran bersama.

Ketiga adalah Salah satu konsep ekonomi syariah yang juga menjadi solusi atas masalah ekonomi yang terjadi sejauh ini adalah konsep keadilan distribusi. Keadilan itu sendiri berasal dari kata dasar fair yang berarti sama, seimbang, tidak sepihak atau tiadak berpihak kepada siapapun.

Hal ini sangat penting bagi persatuan ekonomi dunia, terutama Indonesia.Distribusi itu sendiri berarti ada distribusi atau pendistribusian kepada beberapa orang. Sehingga keadilan distribusi sama atau tidak sepihak dalam menyalurkan sesuatu ke keramaian.

Dengan adanya keadilan distribusi diharapkan setiap individu mendapatkan jaminan untuk dapat memperoleh standar kehidupan dengan baik dan terhormat untuk tidak menganggapnya kaya atau miskin, atau dianggap baik atau biasa. Keadilan juga dibagikan di sini menempatkan orang-orang kaya dan terhormat untuk memberikan hak-hak orang miskin, sehingga mereka dapat mensejahterakan masyarakat miskin sebagai tujuan ekonomi Islam untuk mencapai maslahat orang-orang dalam kesejahteraan umat manusia. Sebuah masyarakat yang tidak menjamin setiap warga negara untuk hidup standar.

Suatu sistem yang disediakan oleh Islam sehubungan dengan terjadinya redistribusi kekayaan, hal ini dilakukan sesuai dengan tujuan manfaat ekonomi syariah yang terdiri dari:

Memberikan bantuan dan memudahkan setiap orang untuk mendapatkan kesempatan kerja yang baik sesuai dengan kemampuan dan kemampuan mereka, dan untuk memberi pekerja upah segera bagi mereka yang memiliki pekerja di dalamnya. Dari sini dpaat disimpulkan bahwa kegiatan di atas beruna untuk kepentingan masyarakat mencapai kesejahteraan bersama.

Memilih zakat dari orang kaya untuk dibagikan kepada orang miskin untuk memenuhi kebutuhan minimum atau meningkatkan tingkat kehidupan. Dengan sistem zakat ini akan membentuk rotasi kekayaan sehingga tidak ada aka nada penumpukan harta karun di beberapa kelompok saja. Jadi di sini ditekankan kepada orang kaya, bahwa mereka sadar bahwa harta yang mereka miliki beberapa hak hak orang miskin.

Pembagian harta milik orang-orang yang mati (warisan) Dengan rasio yang ditetapkan oleh syariah, pembagian warisan akan mendistribusikan kekayaan orang-orang yang telah meninggal ke banyak kelas, dan tidak hanya mengalir ke satu orang saja. Sesuai dengan tujuan dari manfaat yang disajikan di awal.

Baca Juga:  Sumber Dana Bank Syariah

Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan ekonomi syariah adalah persamaan distribusi ini memiliki tujuan:

1. Memenuhi kebutuhan semua makhluk
Artinya tidak peduli kaya orang miskin yang dianggap sekaligus kebutuhan yang harus dipenuhi, disini juga kewajiban orang kaya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat miskin. (Baca juga: contoh prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari)

2. Efek positif bagi orang yang melakukannya
Efek positif yang didapat tidak hanya didapat di dunia tapi juga di akhirat, Di dunia mendapatkan kemudahan keberuntungan, juga bagus karena tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, kebaikan semua orang dan dihormati oleh banyak orang, sedangkan di Akhirat mendapatkan ganjaran besar dari Allah SWT.

3. Menciptakan kebaikan di antara semua orang (kaya dan miskin)
Kebaikan di sini berarti bahwa orang kaya dan orang miskin tidak menjauhkan diri karena tingkat kepemilikan yang berbeda.

4. Kurangi kesenjangan pendapatan
Kekayaan pendapatan terjadi karena orang kaya semakin kaya dan miskin miskin, dengan ekonomi syariah, kesenjangan pendapatan akan turun, karena kesadaran orang kaya akan bermanfaat bagi orang miskin.

5. Manfaatkan sumber daya alam dan aset tetap dengan baik
Dengan sumber daya dan kepemilikan sumber daya tetap dengan baik maka tidak ada nada aklimasi loss yang berarti karena sesuatu yang dijnfaatkan kebaikan akan menghahsilkan hala yang baik juga.

6. Memberikan harapan kepada orang lain melalui pemberian
Ini karena dengan beban orang lain terpenuhi, bukan maksud orang yang kita berikan adalah pengemis tapi, dalam hal apapun, pemberian setidaknya bisa mengurangi beban orang lain. Kepemilikan, kesalahpahaman, dan persamaan distribusi adalah tujuan ekonomi syariah, dan keseimbangannya akan seimbang jika digabungkan dengan kebebasan individu.

Pembatasan hak seseorang tidak dapat dikenakan pada orang yang mandiri, cerdas, dan bawahan, kecuali bahwa dia melakukan tindakan yang melukai kepentingan orang lain atau kepentingan rakyat. Di sinilah kebebasan individu harus diterapkan untuk mencapai kesejahteraan mereka.

Sebagai pedoman ada peraturan yurisprudensi ushul dalam kaitannya dengan menjamin hak setiap orang dalam masyarakat dalam kebebasan individu adalah:

Kepentingan rakyat harus diprioritaskan daripada kepentingan individu.
Menghindari madharat (merugikan) dan menarik kedua manfaat Namun, dengan mempertimbangkan pilihan) menghindari madharat harus diutamakan daripada manfaat.

Untuk mencapai kebebasan individu kita harus memperhatikannya, agar dapat mencapai keseimbangan dengan tujuan ekonomi syariah sehingga dapat disimpulkan kepemilikan, manfaat dan persamaan distribusi adalah tujuan ekonomi syariah yang saling terkait satu sama lain. Bila pemilihan, manfaat dan persamaan distribusi seimbang, tujuan ekonomi syariah dalam kesejahteraan manusia dapat terpenuhi dengan baik. Nmaun, dalam kesejahteraan sosial saja tidak akan berjalan lancar jika kebebasan individu tidak dilaksanakan sebaik mungkin.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *