Prinsip Ekonomi Syariah yang Wajib Anda Ketahui

Prinsip Ekonomi Syariah yang Wajib Anda Ketahui – Perekonomian syariah merupakan salah satu jenis ekonomi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam segala aktivitas atau kegiatan ekonomi yang dilakukan. Munculnya ekonomi syariah merupakan respon dari kemajuan jaman dengan pesat sehingga nilai-nilai Islam mulai luntur terutama dalam perdagangan atau kegiatan ekonomi.

Saat ini, ekonomi syariah berkembang pesat, hampir semua lembaga ekonomi menerapkan sistem syariah dan shariah lebel di dalamnya. Seperti lembaga bank konvensional yang muali buka cabang bank syariah, lembaga gadai syariah dan lain-lain.

Hal ini disebabkan minat konsumen Muslim terhadap institusi Islam, karena mereka mulai meragukan sistem yang diterapkan di institusi konvensional yang memiliki nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dengan banyaknya pelanggan yang beralih ke ekonomi syariah.

Tentunya dalam ekonomi syariah memiliki basis dasar atau dasar yang mendukung dan mengawasi mereka dalam kinerja mereka. Ada beberapa prinsip yang harus kita ketahui, yaitu prinsip dan prinsip dasar yang dikembangkan oleh para ahli. Untuk pertama kita akan membahas prinsip dasar ekonomi syariah;

 

Prinsip Ekonomi Syariah

1. Tauhid
Yang pertama adalah monoteisme atau kepercayaan, yaitu segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia adalah manifestasi dari pengabdiannya kepada Allah SWT.

Begitu juga dalam kegiatan ekonomi, baik individu maupun kelompok, serta aktor ekonomi dan pemerintah harus berpegang teguh pada prinsip ini sehingga perjalanan ekonomi sesuai dengan apa yang telah diajarkan dalam Islam. Jadi intinya semua kegiatan ekonomi khususnya ekonomi syariah harus mengacu pada ketauhidan kepada Allah. Hal ini sejalan dengan friman Allah dalam Alquran yaitu QS Ad-Dzariyat: 56

2. Maslahah dan falah
Dalam Islam, tujuan ekonomi adalah untuk kepentingan rakyat, sehingga dengan diharapkan kehidupan ekonomi sejahtera dan sejahtera masyarakat. Selain itu, dengan adanya kegiatan ekonomi diharapkan dapat meningkatkan kehidupan yang lebih tinggi, hal ini sering disebut sebagai falah.

Arti dari kata falah dapat dilihat dari dua perspektif yaitu dalam dimensi dunia dan dimensi akhirat. Dilihat dari dimensi dunia falah bisa diartikan sebagai survival, kebebasan dari semua bentuk kemiskinan, pembebasan dari semua ketidaktahuan dan kepemilikan kekuasaan dan kehormatan.

Sementara jika dilihat dari aspek falah akhir ditafsirkan sebagai sesuatu yang abadi dan mulia seperti kehidupan kekal abadi, kesejahteraan kekal dan kemuliaan pelayan selamanya.

Baca Juga:  6 Larangan Sistem Perbankan Syariah

Adapun maslahat yaitu segala sesuatu yang membawa dan membawa manfaat bagi semua orang. Jadi intinya semua kegiatan ekonomi seharusnya tidak mengandung hal yang bisa merugikan pihak dalam aktivitasnya. Karena ini tidak sesuai dengan ajaran Islam.

3. Khalifah
Mungkin kita bertanya-tanya mengapa khalifah menjadi salah satu prinsip yang harus disesuaikan dengan ekonomi syariah. Karena kita tahu sendiro bahwasannya yang menjalankan roda ekonomi adalah sumber daya manusia yang ada. Tentu ini adalah sorotan khusus, dimana manusia harus menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi ini.

Dimana manusia harus menjaga dan mensejahterakan bumi. Sehingga bisa disimpulkan dalam menjalankan roda ekonomi manusia harus memperhatikan semua aspek agar tidak mengalihkan dari nilai-nilai Islam. Setiap bentuk kecurangan atau kecurangan dan perbuatan negatif lainnya sangat dilarang dalam ekonomi syariah, ini adalah poin penting dari prinsip khalifah bahwa manusia harus benar-benar menerapkan nilai-nilai Islam dalam menjalankan ekonomi agar dapat mencapai kehidupan yang sejahtera di dunia ini.

4. Alwalwal (properti)
Dalam ilmu ekonomi syariah kita tahu dan mengerti harta karunnya sama seperti deposit bukan kepemilikan sebenarnya, dalam Islam satu-satunya harta abadi adalah Allah SWT. Dalam hal ini manusia hanya mampu berkultivasi, menikmatinya sendiri dan semua yang akan dipertanggungjawabkan oleh manusia itu sendiri.

Hal ini muncul karena ingin menanggapi sistem konvensional yang mengatakan bahwa properti itu mutlak dan kepemilikan mutlak bagi individu itu sendiri tentunya sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh karena itu dalam ilmu ekonomi Islam konsep yang diterapkan adalah harta karun dalam bentuk apapun terlepas dari jumlah esensi semua itu hanya ada pada Allah saja dan manusia hanya mendapatkan amanat dari Allah.

5. Adl (keadilan)
Dalam ekonomi Islam atau syariah, keadilan ditekankan dan telah menjadi kewajiban dalam setiap aktivitas. Keadilan disini didefinisikan sebagai perilaku untuk menempatkan sesuatu sesuai tempat.

Dimana prinsip-prinsip ekonomi harus berlaku dan melayani semua masyarakat terlepas dari kaya atau miskin harus mendapatkan pelayanan yang baik. Keadilan dalam ekonomi syariah diterapkan dengan tujuan agar semua masyarakat dari semua kelas merasakan kenyamanan dan kesetaraan satu sama lain.

6. Ukhuwah (persaudaraan)
Persaudaraan atau persaudaraan adalah salah satu tujuan atau misi ekonomi syariah. Dimana semua kegiatan ekonomi dilakukan agar umat Islam berkumpul di koridor yang sama untuk mendapatkan kemakmuran dan kemakmuran yang sama.

Baca Juga:  Pengertian Ekonomi Syariah, Tujuan, Prinsip dan Cirinya

Dalam ilmu ekonomi syariah atau syariah disarankan untuk bekerja sama atau selalu berkumpul dalam melakukan apapun, jangan sampai kaum muslimin memiliki pandangan ingin sukses sendiri, mau kaya. Tapi sebenarnya kita harus selalu bersama saat ada seseorang yang membutuhkan semestinya kita bantu dan sebaliknya.

Dengan ini ekonomi syariah lebih menekankan pada sosial daripada individu, karena pada dasarnya manusia hidup di dunia ini dengan tujuan bermanfaat bagi manusia dan saling mempertahankan silaturrahmi tali.

7. Akhlaq (etika)
Akhlaq atau etika harus menjadi salah satu implementasi dasar ekonomi Islam atau syariah, etika sesuai dengan ajaran Islam sangat diperlukan dalam segala aktivitas atau kegiatan ekonomi syariah.

Kita perlu tahu bhawasannya ekonomi syariah adalah salah satu jenis ibadah di bidang muamallah. Oleh karena itu setiap aktivitas ekonomi syariah atau syariah harus didasarkan pada etika atau norma yang baik tentunya sesuai dengan ajaran Islam, inilah perbedaan antara ekonomi syariah dan ekonomi konvensional.

8. Ulil Amri (pemimpin)
Berbicara tentang ulul amri atau pemerintah juga harus ada kaitannya dengan ekonomi, juga dalam ekonomi syariah. Dalam menjalankan kegiatan ekonomi syariah harus melibatkan pemerintah di dalamnya, selain itu ekonomi Islam atau yang kerap disebut ekonomi syariah harus mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah asalkan tidak menyimpang dengan ajaran atau nilai syariah. itu ada.

Karena bagaimanapun yang memiliki kekuatan atau hak, lebih mengatur ekonomi adalah pemerintah, apakah perkembangan buruk suatu negara disebabkan oleh pemerintahannya. Jadi, syariah harus selalu melibatkan pemerintah dalam perjalanan ekonomi.

9. Al-hurriyah dan al-Mas’uliyah
Al-hurriyah berarti kebebasan dan al mas’uliyah didefinisikan sebagai tanggung jawab. Kedua hal ini tidak dapat dipisahkan karena kebebasan harus memiliki akuntabilitas yang baik. Kita akan bahas satu persatu, al hurriyah atau kebebasan bisa dilihat dari dua perspektif yaitu pendekatan teologis dan pendekatan ushul fiqh.

Dilihat dari sisi teologis kebebasan berarti manusia bisa bebas memilih apakah hal itu baik dan buruk. Hal ini ditentukan oleh intelek manusia. Padahal dalam perspektif kebebasan ushul fiqh didefinisikan sebagai kebebasan yang harus disertai pertanggungjawaban.

Adapun tanggung jawabnya tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Inilah prinsip ekonomi syariah, orang diberi kebebasan tapi ada batas yang harus dipertanggungjawabkan. Apapun yang terjadi dan yang telah dilakukan harus dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  6 Tujuan Ekonomi Syariah yang Wajib Anda Ketahui

10. Kongregasi (Kerjasama)
Dalam kerjasama ekonomi syariah adalah salah satu hal yang harus dilakukan seperti doa yang dilakukan di jamaah bisa mendapatkan lebih banyak pahala yaitu 27 derajat. Begitu juga dalam ekonomi ketika apapun dilakukan di jamaah, nilai pemujaan dan nilai dalam hal properti akan tumbuh.

Jadi dalam perekonomian syariah semua kegiatan dan kegiatan dilakukan di jemaah dengan niat baik untuk menghasilkan output yang baik juga.

Itu adalah sedikit review dari prinsip dasar yang ada dalam ekonomi syariah, prinsip ini didasarkan pada kajian Islam yang telah dilaksanakan dan ini bersifat universal.

 

Prinsip Ekonomi Syariah Menurut Para Ahli

Selain prinsip dasar dalam artikel ini kita akan membahas prinsip-prinsip ekonomi syariah menurut beberapa ahli, antara lain:

1. Menurut Sudarsono, penerapan ekonomi syariah harus mempertimbangkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
Segala sesuatu yang berhubungan dengan sumber daya yang ada dalam perekonomian harus selalu dipandang sebagai hadiah dari Yang Ilahi.

Kepemilikan pribadi dalam Islam diakui namun dengan keterbatasan tertentu.
Kerjasama atau peziarah menjadi penggerak utama dalam perjalanan ekonomi syariah.
Terjadinya akumulasi harta benda atau kepemilikan harta benda yang dimiliki hanya oleh segelintir orang tidak diperbolehkan dalam ekonomi syariah.

Kepemilikan masyarakat dijamin oleh ekonomi syariah yang akan digunakan untuk kepentingan semua orang.
Aktor ekonomi terutama umat Islam harus takut pada hari terakhir dan kekuatan Allah SWT.
Jika properti sudah memenuhi batasan atau sudah disyaratkan nisab untuk zakatkan.
Riba dalam bentuk apapun dilarang dalam ekonomi syariah.

2. Bahwa Zainudin Ali Shariah sistem ekonomi harus memiliki fondasi yang kuat untuk bertahan dan berkembang di era amodern ini, yayasan yang digunakan adalah prinsip dalam bwah ini, antara lain:

Penembakan (ihtikar) dilarang dalam ekonomi syariah. Karena penimbunan ini akan membuat masyarakat malang dan hanya akan memperkaya pelaku.

Terjadinya monopoli dilarang dalam ekonomi syariah karena menyimpang dari nilai atau ajaran Islam yang ada.
Pembelian dan penjualan harus diperhitungkan dalam ekonomi jual beli syariah yang tidak baik atau tidak memenuhi syarat dan ketentuan berlaku akan dihukum dilarang.

Itulah beberapa informasi tentang prinsip-prinsip yang harus ada dalam ekonomi syariah, hal ini dimaksudkan agar perjalanan ekonomi Islam akan berkembang dan tetap sesuai dengan ajaran Islam.
Artikel terkait: Prinsip ekonomi Islam

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *