Potensi Sumber Daya Alam Hutan di Indonesia

Maret 20, 2018 | Penulis: | Posted in Geografi

Potensi Sumber Daya Alam Hutan di Indonesia – Hutan adalah daerah dimana pertumbuhan pohon dan jenis tanaman lainnya. Memahami hutan tidak hanya berhenti sesederhana itu. Hutan juga bisa dianggap sebagai ekosistem yang menjadi tempat tinggal dan berinteraksi bagi hewan dan tumbuhan. Hutan terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian atas, bagian permukaan tanah dan bagian bawah tanah.

Di bagian atas hutan ada kanopi alami dedaunan pohon yang menumbuhkan lempengan. Di permukaan lahan hutan ada jatuhnya daun yang dikeringkan dan ditumbuhi semak dan rumput. Sedangkan di hutan bawah tanah ada unsur nutrisi, akar tanaman, mata air dan juga mikroorganisme yang dihuni.

Hutan dapat ditemukan di daerah dengan daerah beriklim tropis, dataran rendah dan juga dataran tinggi. Ada berbagai jenis hutan termasuk hutan gugur, hutan savana, hutan heterogen, hutan homogen, hutan mangrove, hutan buatan dan hutan hujan tropis. Indonesia sebagai negara di khatulistiwa memiliki hutan hujan yang selalu lembab sepanjang tahun.

Keanekaragaman hayati di dalam hutan hujan tropis sangat tinggi. Hal ini menjadi potensi sumber daya alam tersendiri bagi Indonesia. Sumber daya hutan potensial bisa berupa kayu dan non kayu. Inilah penjelasannya.

Potensi Sumber Daya Alam Hutan di Indonesia

Potensi Sumber Daya Alam Hutan di Indonesia

Potensi Sumber Daya Alam Hutan di Indonesia

1. Kayu
Seperti kita semua tahu bahwa hutan ditumbuhi pohon-pohon berkayu. Potensi hutan berupa kayu banyak digunakan sebagai bahan bangunan, bahan baku kertas, bahan baku industri mebel dan lain-lain. Setidaknya ada 4000 jenis kayu yang ada di nusantara. Lebih dari 250 jenis kayu adalah kayu dengan nilai ekonomi tinggi. Di antara spesies kayu adalah:

a. Kayu jati
Potensi hutan dari kayu pertama adalah jati. Nama latin pohon yang menghasilkan kayu jenis ini adalah Tectona grandis. Pohon jati tumbuh di hutan buatan dan hutan alam yang memiliki curah hujan mulai dari 1.500 sampai 2000 mm per tahun. Jati bisa tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah yang tidak tergenang air. Distribusi hutan jati di nusantara mencakup beberapa wilayah seperti Jawa, Nusa Tenggara dan Bali. Di Pulau Jawa sendiri, distribusi jati banyak ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga:  20 Dampak Akibat Hutan Gundul Bagi Kehidupan Manusia dan Hewan

Kayu jati memiliki tekstur yang keras dan tahan lama karena ada minyak di dalamnya. Hal ini membuat kayu jati banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat interior rumah. Selain sebagai interior rumah, kayu jati juga digunakan sebagai atap dan pilar rumah tradisional Jawa. Kayu jati yang telah diolah juga bisa digunakan untuk membuat kapal dan konstruksi jembatan. Semua manfaat yang bisa didapat dari kayu jati membuat kayu ini memiliki nilai ekonomi tinggi.

b. Kayu Meranti
Kayu Meranti terkenal di antara pertukangan kayu dan perdagangan. Ada berbagai jenis pohon meranti yang meliputi meranti batang hitam, balangeran, gunung tengkawang, dan meranti buaya. Jenis pohon meranti menghasilkan kayu meranti merah. Penyebarannya meliputi hutan di pulau Kalimantan dan Sumatera.

Kayu Meranti sering digunakan sebagai konsrtuksi kayu, isolasi dalam ruangan, bahan pembuatan furnitur dan berbagai interior di dalam rumah. Selain menghasilkan kayu, pohon meranti juga menghasilkan resin, yang merupakan sejenis getah yang keluar dari batang pohon. Damar ini akan dibahas lebih lanjut mengenai potensi hutan non kayu.

c. Kayu cendana
Kayu cendana dihasilkan dari pohon dengan nama latin Santalum yang ditemukan di Nusa Tenggara Timur. Namun demikian, penyebaran kayu cendana sekarang termasuk hutan di Jawa dan seluruh Nusa Tenggara. Cendana ini telah menjadi barang langka sehingga harganya menjadi sangat mahal.

Kayu cendana memiliki aroma harum. Itu adalah nilai kayu cendana lebih banyak dibanding jenis kayu lainnya. Pemanfaatan kayu cendana antara lain sebagai bahan pembuatan dupa & aromaterapi, sebagai campuran parfum, serta bahan pembuatan keris keris.

d. Kayu akasia
Akasia memiliki nama Latin Acacia mangium. Kayu akasia ditemukan di hutan Jawa Barat. Awalnya kayu akasia digunakan sebagai bahan pembuatan kertas. Banyak produsen kertas mencari pohon akasia dengan umur berkisar antara 3 sampai 5 tahun. Perkembangan lebih lanjut, kayu akasia juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan mebel. Hal ini membuat permintaan kayu akasia oleh industri furnitur dan kertas semakin meningkat.

Baca Juga:  Pengertian Hutan Taiga beserta Ciri dan Jenisnya

Baca: 100 Fungsi Hutan Untuk Kehidupan Manusia

2. Non kayu
Meskipun potensi hutan dominan dengan kayu, ada hutan potensial lain yang sama-sama menguntungkan. Potensi hutan ini juga termasuk dalam sumber daya biotik yang dapat diperbaharui.

Beberapa hasil hutan non kayu adalah madu, buah-buahan, jamur, resin, rotan, sagu, sutra dan sebagainya. Berikut ini adalah penjelasan singkat dari masing-masing sampel potensi hutan non kayu.

a. Buah – buahan
Ada berbagai jenis buah yang bisa didapat dari hutan. Di antara buah-buahan yang bisa ditemukan di hutan adalah buah durian, bery berry, kaktus pir berduri, monyet jambu, buah ara, markisa, buah keruing dan sebagainya.

b. Madu
Cairan tebal yang didapat dari honeycomb ini kaya akan manfaatnya. Hutan asli madu biasanya digunakan sebagai jamu dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

c. Karet – Potensi hutan nonkayu ini sebenarnya adalah getah pohon yang kita sebut pohon karet. Produsen karet ini sebenarnya adalah atau Hevea brasillensis. Nilai ekonomi karet juga cukup tinggi karena karet banyak digunakan di berbagai industri seperti industri manufaktur ban.

d. Rempah – rempah
rempah yang dihasilkan hutan adalah kayu manis, pala, cengkeh dan vanila. Hutan di Maluku menghasilkan banyak rempah-rempah yang telah diperdagangkan sejak zaman purba. Karena bumbu ini dulunya Indonesia menjadi negara tujuan penjajahan Portugis dan Belanda.

e. Batang rotan
rotan memiliki panjang puluhan meter dan banyak digunakan untuk membuat bagian dalam rumah. Sebelum diolah, rotan harus dibersihkan terlebih dahulu karena rotan memiliki kulit kayu yang berduri. Sebagian besar rotan di Indonesia dihasilkan dari hutan yang terletak di Sumatera, Jwa, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Baca Juga:  10 Hutan Terbesar di Dunia dan Gambarnya

f. Sagu
Potensi hutan non kayu berupa serbuk ini berasal dari pengolahan batang pohon sagu. Penduduk Indonesia bagian timur menjadikan sagu sebagai makanan pokok. Masyarakat Maluku dan Papua biasanya memanen sagu dari hutan kemudian mengolahnya menjadi sebuah piring yang disebut papeda.

Nah itulah Potensi Sumber Daya Alam Hutan di Indonesia yang bisa saya rangkum pada artikel ini. Terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel Potensi Sumber Daya Alam Hutan di Indonesia sampai selesai.

Penulis:

This author has published 758 articles so far. More info about the author is coming soon.

Tinggalkan Balasan