Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok

SejutaArtikel.Com – Gerakan Non-Blok (GNB) disebut Gerakan Non Blok (NAM), sebuah organisasi yang dibentuk oleh negara-negara yang cinta damai dan negara-negara yang ingin memainkan peran aktif dalam menciptakan perdamaian dan keamanan dunia, yaitu, dengan tidak bersekutu ke blok – blok apa saja. Organisasi ini terdiri dari lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia di dalamnya.

GNB didirikan berdasarkan prinsip-prinsip dasar sebagai hasil dari kesepakatan dalam KTT Asia-Afrika yang dikenal sebagai Dasasila Bandung.

Ada hubungan erat antara GNB dan dasasila Bandung. Keterkaitan ini dapat dilihat dari:

1. Prinsip Gerakan Non-Blok
Berusaha mendukung perjuangan kemerdekaan di berbagai belahan dunia.
Berpegang pada perjuangan melawan kolonialisme, neokolonialisme, dan imperialisme.

2. Tujuan Gerakan Non-Blok
Mengembangkan solidaritas di antara negara-negara berkembang dalam mencapai kesetaraan, kemakmuran, dan kemandirian.
Berpartisipasi dalam mengurangi ketegangan dunia karena konflik antara blok Barat dan blok Timur.
Mencoba membendung pengaruh buruk apa pun, entah itu berasal dari Blok Barat atau Blok Timur.

Setelah kita tahu penjelasan dari gerakan non-blok. Kami akan menjelaskan peran Indonesia dalam gerakan non-blok.

Berikut penjelasannya:

Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok

Berikut penjelasannya:
Berikut penjelasannya:

Awal Gerakan Non-Blok
Sebagaimana telah kita lihat, Indonesia adalah negara kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Dalam menjalankan politik, Indonesia telah melakukan berbagai upaya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, yaitu dengan membantu penyelesaian berbagai masalah dan perselisihan di berbagai wilayah dunia, serta penyelesaian diplomatik lainnya.

Peranan gerakan nonblok di dunia
Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno menjadi salah satu penggagas pendirian Organisasi bersama dengan empat kepala negara lainnya, Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, Perdana Menteri India Pandit Jawaharlal Nehru, Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser dan Perdana Menteri Ghana Kwame Nkrumah.

Baca Juga:  Struktur Organisasi Pemerintahan Desa dan Tugasnya

DGB lahir sebagai solusi untuk beberapa kekacauan internasional pada 1950-an, di mana ada perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang berdampak besar pada beberapa negara, seperti Jerman, Vietnam, dan semenanjung Korea.

Salah satu alasan untuk perang dingin antara dua negara adidaya adalah untuk bersaing di negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan negara-negara penghasil energi terbesar di dunia seperti Qatar, Uni Emirat Arab dan Kuwait.

Kelahiran awal Gerakan Non-Blok adalah selama Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada tahun 1955 di mana sekitar 29 kepala negara di Asia dan Afrika berkumpul untuk mengidentifikasi dan memperdalam masalah yang melanda dunia pada waktu itu, dan menyatakan berhasrat untuk tidak terlibat dalam konfrontasi dari dua blok yang saling bertentangan.

 

Kemajuan Gerakan Non-Blok

Indonesia berasumsi bahwa hubungan luar negeri adalah kegiatan yang dilakukan antar negara baik secara regional maupun global melalui berbagai jenis forum bilateral dan multilateral yang ditujukan untuk kepentingan nasional dengan politik luar negeri bebas sebagai dasar.

Kondisi ini diarahkan dengan mengambil peran aktif dalam mewujudkan tatanan dunia baru yang didasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial untuk meningkatkan kerjasama internasional, salah satunya adalah untuk memperkuat dan meningkatkan perannya dalam Gerakan Non-Blok.

Langkah-langkah yang diambil oleh Indonesia dalam meningkatkan peran dalam GNB adalah:

1. Meningkatkan kerjasama antar negara anggota Gerakan Non-Blok
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Indonesia selama pengembangan Gerakan Non-Blok adalah dengan meningkatkan kerjasama erat yang telah dibangun di antara sesama negara anggota, terutama dalam pengembangan kerjasama di bidang teknik dan ekonomi. Ini adalah manifestasi dari kerjasama Selatan-Selatan yang melibatkan kedua negara maju dan lembaga keuangan internasional.

Baca Juga:  Struktur Organisasi Pemerintahan Desa dan Tugasnya

2. Berperan dalam memecahkan masalah ekonomi internasional
Indonesia juga memainkan peran dalam membantu menyelesaikan masalah dalam hubungan ekonomi internasional yang memainkan peran dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Peran Indonesia adalah salah satunya diwujudkan dengan meningkatkan dialog Utara-Selatan berdasarkan kepentingan dan tanggung jawab bersama, semangat kemitraan, interdependensi, dan saling menguntungkan.

3. Menjadi Pemimpin Gerakan Non-Blok
Dari tahun 1992 hingga 1995, Indonesia memperoleh kepercayaan untuk memimpin organisasi GNB, dengan terpilihnya Soeharto, yang pada waktu itu adalah presiden kedua Republik Indonesia kepada Sekretaris Jenderal (SekJen) Gerakan Non-Blok. Indonesia adalah negara yang setia dan komitmen terhadap prinsip dan aspirasi Gerakan Non-Blok.

Berbagai pencapaian telah diraih oleh Indonesia selama memimpin organisasi dunia, termasuk:

Selama kepemimpinannya di GNB, Indonesia telah mampu membawa organisasi dalam menentukan arah dan menyesuaikan dengan perubahan yang berubah secara dinamis dengan mereorganisasi prioritas lama organisasi dan menentukan prioritas baru dan mendefinisikan pendekatan dan orientasi baru juga.

Indonesia telah dianggap telah memberikan warna baru bagi organisasi, di antaranya adalah untuk menekankan kerjasama pada pembangunan ekonomi yaitu dengan menghidupkan kembali dialog antara negara-negara selatan.

Indonesia telah dipercaya untuk membantu menyelesaikan perselisihan regional atau konflik di beberapa negara seperti Kamboja, perselisihan di Laut Cina Selatan, dan gerakan separatis Moro di Filipina.

Indonesia telah berhasil menjadi tuan rumah KTT GNB 110 di Jakarta dan Bogor dari 1 hingga 7 September 1992. Dalam KTT, telah berhasil merumuskan kesepakatan bersama yang dikenal sebagai “Pesan Jakarta” di mana visi tersebut terkandung dari Gerakan Non-Blok , yaitu

Visi Gerakan Non-Blok:
Kehilangan keraguan sementara anggota sangat relevan dengan GNB setelah berakhirnya Perang Dingin dan tekad untuk mempromosikan kerja sama yang konstruktif dan sebagai komponen integral dalam arus utama hubungan internasional.

Baca Juga:  Struktur Organisasi Pemerintahan Desa dan Tugasnya

Arah Gerakan Non-Blok lebih menekankan pada kerjasama ekonomi internasional dalam mengisi kemandirian yang telah dicapai melalui cara-cara politik yang menandai keunggulan Gerakan Non-Blok sebelumnya.

Ada kesadaran untuk lebih meningkatkan potensi ekonomi negara-negara anggota melalui peningkatan kerjasama Selatan-Selatan.
Setelah pelaksanaan KTT, GNB dianggap telah memulihkan kekuatan, tekad dan kejelasan mengenai tujuan paling murni. Semoga artikel ini bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *