Peran BUMN dalam Perekonomian Indonesia

Minggu, Januari 28th, 2018 - Ekonomi

Peran BUMN dalam Perekonomian Indonesia – BUMN atau Badan Usaha Milik Negara merupakan salah satu bentuk badan usaha dalam perekonomian dunia. Badan usaha yang bergerak dengan bentuk BUMN biasanya adalah badan yang mengendalikan sektor potensial yang diolah untuk memenuhi penghidupan masyarakat.

Karena modal sebagian besar dikuasai oleh negara, maka keberadaan BUMN itu dilindungi oleh negara. Dalam UU No. 19 Th 2003 menyebutkan ada dua bentuk BUMN. Yakni perum dan persero. Kedua bentuk ini merupakan hasil perkembangan ekonomi yang disesuaikan dengan zaman. Di era pra-reformasi, ada bentuk lain dari perusahaan milik negara yang kini telah dihapuskan. Yakni BUMN dengan jenis corporate service.

Pengolahan sektor utama di masyarakat menjadi fokus utama BUMN. Kini badan usaha milik negara tidak sepenuhnya dikendalikan oleh negara. Beberapa jenis perusahaan milik negara di negara kita telah membuka diri kepada pihak swasta yang ingin berinvestasi untuk pengembangan perusahaan.

Semua lapisan masyarakat mengharapkan manfaat nyata dari BUMN yang dikendalikan negara. Bentuk lain badan usaha yang juga dikendalikan oleh pemerintah adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang notabenenya dikendalikan oleh pemerintah daerah.

Tujuan BUMN

Sebagai perusahaan milik negara, perusahaan milik negara, tentu saja, berdiri dan beroperasi dengan memegang tujuan penting. Tujuan ini terkandung di dalamnya.

 

Peran BUMN dalam Perekonomian Indonesia

Peran BUMN dalam Perekonomian Indonesia

Pasal 33 khususnya ayat (2) dan (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa cabang produksi penting bagi Negara yang mengendalikan penghidupan masyarakat dikendalikan oleh Negara. Kemudian bumi, air, dan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat yang paling besar.
Bentuk peraturan tersebut adalah peran BUMN dalam perekonomian Indonesia sebagai berikut:

1. Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pertumbuhan ekonomi yang baik ditentukan oleh pertumbuhan perusahaan yang mendukung sendi ekonomi. Berbagai unit kegiatan dari perusahaan terkecil hingga multinasional, semuanya menyumbang angka pertumbuhan ekonomi nasional.

Agak berbeda dengan kondisi jika semua sektor dibuka luas untuk perusahaan swasta. Keuntungan yang didapat akan masuk ke kantong perusahaan swasta yang memiliki tujuan menghasilkan keuntungan sebanyak mungkin. Jika situasi ini terjadi pada negara kita, tentunya akan meningkatkan jarak kesenjangan sosial akibat pembangunan yang tidak merata.

Di sinilah pemerintah mengambil peran manajemen sesuai prinsip keadilan dan kesejahteraan rakyat. Sektor potensial seperti listrik, air, bahan bakar, dan sumber daya lainnya yang terkait dengan mata pencaharian masyarakat luas akan ditangani oleh negara. Sebenarnya, negara sering memberikan subsidi untuk orang-orang yang tidak mampu berpartisipasi dalam menikmati nilai besar produk alami Indonesia.

2. Menjadi Perintis Kegiatan Usaha yang tidak bisa di Tailor Private
Badan usaha berbasis swasta akan membutuhkan modal yang besar untuk dapat mengambil tender di daerah potensial. Sehingga tidak banyak perusahaan swasta dan koperasi yang bisa bekerja dengan cepat dan baik di sektor-sektor tertentu. Dengan kewenangan pemerintah, BUMN bisa mencari perhatian untuk sektor yang masih terbengkalai bila berpotensi.

Jika perlu, pemerintah dapat mengimpor tenaga kerja, mesin dan sarana produksi lainnya sebagai faktor produksi dalam kegiatan usaha di sektor tertentu. Tentu dengan pertimbangan neraca pembayaran.

3. Penyedia Tenaga Kerja
BUMN bisa menjadi penyedia tenaga kerja bagi banyak orang. Hal ini terkait erat dengan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor dan wilayah di seluruh Indonesia. Sehingga akan dibukanya green jobs yang merata di seluruh nusantara. Gaji yang diberikan dan fasilitas pendukung seperti kecelakaan kerja dan keselamatan kerja yang diberikan oleh BUMN juga dapat menjadi bagian dari peningkatan kehidupan masyarakat.

4. Memberikan Bimbingan kepada Kelompok Ekonomi Lemah
Keberadaan BUMN sebagai pusat potensi ekonomi negara akan membuat banyak pihak swasta belajar mengembangkan diri. BUMN bisa menginspirasi atau bahkan membimbing sektor swasta agar bisa mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan pasar.

Coba lihat saja PT Pos yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi, di perusahaan kuno yang menggunakan jenis layanan ini menjadi pilihan mutlak bagi orang yang ingin mengirim berita atau barang dengan keluarga.

Pada hari ini kita bisa menyaksikan pertumbuhan berbagai bisnis swasta yang bergerak di bidang jasa kurir dan telekomunikasi. Mulai dari Tiki sampai JNE kini mampu membantu meringankan kewajiban PT Pos untuk melayani masyarakat di daerah terpencil. Belum lagi pembangunan yang hanya menerima pengiriman surat sampai saat ini sudah bisa melayani pembayaran listrik.

5. Sumber Pendapatan Negara
Jika semua saham perusahaan negara dijual ke sektor swasta, maka kemungkinan pembangunan di Indonesia tidak akan sebaik yang kita alami. Kejadian ini disebabkan perusahaan telah beralih ke tangan swasta yang tidak berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat secara adil dan adil. Toh, keuntungan dari penjualan hanya akan berhenti satu kali.

Jika perusahaan negara terus mengelola sektor strategis, kemungkinan pembangunan di Indonesia akan tumbuh dengan cepat. Hasil BUMN akan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara dalam hal non-pajak. Kebijakan ini juga dapat mencegah monopoli sektor oleh kelompok tertentu yang kemudian dapat menyebabkan kecemburuan sosial.

Layanan atau produk yang dihasilkan oleh negara tak kalah kompetitif dengan produksi luar negeri dan profesional swasta. Misalnya PT Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan di Indonesia. Keberadaan perusahaan milik negara juga akan memperbesar beban masyarakat di bawah potensi di bidang pendidikan dengan kreativitas. Banyak beasiswa dan bantuan dikeluarkan oleh perusahaan milik negara. Nominal dan penerima juga lebih besar dari kebanyakan beasiswa yang diberikan oleh pihak swasta.

 

Badan Usaha Milik Daerah

Badan Usaha Milik Daerah atau yang dikenal dengan BUMD adalah bentuk perusahaan lain yang dikendalikan oleh pemerintah. Perbedaannya adalah eselon penguasa. BUMN dikendalikan oleh pemerintah pada tingkat satu atau pusat yang berarti menguasai sektor strategis dengan cakupan wilayah nasional.

Sementara BUMD hanya menutupi daerah-daerah tertentu saja. Kebijakan ekonomi ini diberikan ke daerah melalui kewenangan otonomi daerah. BUMD memiliki beberapa peran penting yang umumnya sama dengan badan usaha milik negara, namun BUMD memiliki peran yang lebih spesifik dan khusus.

Karena pemerintah pusat tidak dapat memantau seluruh wilayah secara keseluruhan, otonomi daerah dapat digunakan sebagai alat pelaksana. Kewenangan pusat telah didelegasikan kepada pemerintah daerah yang lebih memahami keadaan daerah mereka sendiri. Harapannya, BUMD bisa mengembangkan industri kreatif yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, tentunya dengan tujuan utama meningkatkan pertumbuhan dan stabilitas perekonomian daerah.

 

Kendala bagi BUMN dan perusahaan

Ternyata bukan karena badan usaha menjadi milik negara, maka tidak mengalami hambatan dan hambatan dalam perjalanannya. Editor dalam UU yang mengatur posisi BUMN dan BUMD perlu diklarifikasi agar tidak timbul multitafsir.

Selain itu, kerja sama antar berbagai sektor pemerintahan juga diperlukan. Kebijakan ini diperlukan karena masih banyak sektor penting negara yang diserahkan ke pihak asing. Keuntungan yang diperoleh negara lebih cepat daripada mengirim anak bangsa untuk siap menjadi pembawa tugas kenegaraan. Tapi ukuran dan keluasan keuntungan tidak bisa diremehkan.

Freeport, Exxon Mobile dan perusahaan asing lainnya masih aman masuk ke penguasa sektor potensial di Indonesia yang seharusnya bisa mengatasi kemiskinan di daerah sekitarnya. Sebenarnya, masih banyak orang yang tinggal di sekitar perusahaan asing ini yang berada di ambang kemiskinan.

Dalam posisi eksposur yang rumit, BUMN dan BUMD menentukan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Stabilitas harga, ketersediaan tenaga kerja dan standar kerja merupakan tanggung jawab pengambil keputusan. Jelas, BUMN dan BUMD terbukti efektif dalam meningkatkan kas negara serta menggerakkan roda ekonomi dan kemakmuran suatu negara.

Peran BUMN dalam Perekonomian Indonesia | Sejuta Artikel | 4.5
%d blogger menyukai ini: