Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli

Januari 23, 2018 | Penulis: | Posted in Ekonomi

Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli – Secara umum, Pengertian sistem ekonomi adalah cara untuk mengatur dan mengatur semua kegiatan ekonomi di masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip-prinsip tertentu agar dapat mencapai kemakmuran atau kemakmuran.

 

Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli

Ada pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian sistem ekonomi yaitu sebagai berikut;

Gilarso (1992: 486): Menurut Gilarso, pengertian sistem ekonomi adalah keseluruhan peraturan untuk mengkoordinasikan tingkah laku masyarakat (produsen, konsumen, pemerintah, bank, dan lain-lain) dalam menjalankan kegiatan ekonomi. (produksi, distribusi, konsumsi, investasi,) untuk membentuk kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.

Gregory Grossman dan M. Manu: Menurut Gregory Grossman dan M. Manu, pengertian sistem ekonomi adalah kumpulan komponen atau elemen yang terdiri dari unit ekonomi dan agen, serta lembaga ekonomi yang tidak hanya saling berhubungan dan berinteraksi tetapi juga sampai batas tertentu saling mendukung dan memengaruhi.

McEachern: Pengertian sistem ekonomi menurut McEachern adalah seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (apa, bagaimana, dan untuk siapa).

Chestesr A Bermand: Menurut Chester A Bermand, gagasan tentang sistem ekonomi adalah kesatuan terpadu yang secara kolektif terdapat bagian dan masing-masing bagian memiliki ciri-ciri dan batasan tersendiri.

Dumatry (1996): Pengertian sistem ekonomi menurut Dumatry adalah sebuah sistem yang mengatur dan menghubungkan hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat institusi dalam ketahanan.

 

Fungsi Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi memiliki banyak kegunaan yang berfungsi vital bagi perekonomian suatu negara di seluruh dunia. Fungsi sistem ekonomi adalah sebagai berikut;

  • Sebagai penyedia dorongan untuk berproduksi.
  • Berfungsi dalam mengkoordinasikan aktivitas individu dalam suatu perekonomian.
    Sebagai regulator dalam pendistribusian produksi di semua anggota masyarakat harus dilakukan seperti yang diharapkan
  • Membuat mekanisme spesifik untuk distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik.

Jenis Jenis Sistem Ekonomi

Pengertian sistem ekonomi

Pengertian sistem ekonomi

Ada berbagai jenis sistem ekonomi yang diadopsi di berbagai negara di dunia, antara lain sebagai berikut;

1. Sistem Ekonomi Tradisional: Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi dalam penyelenggaraan kehidupan ekonomi berdasarkan adat istiadat, tradisi masyarakat turun temurun yang mengandalkan faktor produksi sebagaimana adanya.

a. Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional
Tidak ada pembagian kerja yang jelas.
Bergantung pada pertanian / pertanian.
Memiliki ikatan tradisi adalah keluarga, jadi kurang dinamis.
Teknologi produksi sederhana.

b. Kebaikan sistem ekonomi tradisional
Tingkatkan rasa kekerabatan dan gotong royong masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pertukaran bursa didasarkan pada rasa kejujuran dan bukan keuntungan.

c. Keburukan sistem ekonomi tradisional
Masyarakat dengan pola pikir yang statis
Hasil produksi terbatas karena hanya bergantung pada faktor produksi alami dan tenaga kerja seperti apa adanya.

2. Sistem Ekonomi Terpusat / Komando (Sosialis): Sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi dimana pemerintah memiliki kekuasaan dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi. Kontrol dilakukan melalui pembatasan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Negara-negara yang menganut sistem ekonomi terpusat meliputi: Rusia, Cina dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara-negara Uni Soviet).

a. Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat
Semua kegiatan ekonomi diatur dan ditetapkan oleh pemerintah dari produksi, distribusi dan konsumsi serta penetapan harga
Tidak ada masalah dalam mencoba karena hak kepemilikan pribadi atau pribadi tidak dikenali
Semua alat produksi dikendalikan oleh negara.

b. Kebaikan dari sistem ekonomi terpusat
Pemerintah bisa melakukan pemantauan dan pengendalian dengan mudah
Pemerintah bertanggung jawab penuh atas semua kegiatan ekonomi.
Kemakmuran masyarakat merata.
Ada rencana pengembangan yang lebih cepat terealisasi.

c. Keburukan sistem ekonomi terpusat
Ada penindasan terciptanya masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
Ada pasar gelap karena pembatasan ketat oleh pemerintah.
Masyarakat tidak dijamin dalam memilih dan menentukan jenis pekerjaan dan memilih barang konsumsi yang diinginkan.
Pemerintah paternalistik, artinya aturan yang ditetapkan oleh pemerintah itu semua benar dan harus dipatuhi

3. Sistem Ekonomi Kapitalis: Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi yang berlandaskan kebebasan seluas mungkin bagi semua orang dalam kegiatan ekonomi tanpa campur tangan selain pemerintah. Kondisi di mana pemerintah benar-benar terlepas dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam hal ekonomi adalah laissez-faire. Ekonomi liberal adalah: Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia, yang telah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950an.

a. Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
Swasta / masyarakat diberi banyak kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi
Memiliki kebebasan memiliki barang modal (barang modal).
Dalam melakukan tindakan ekonomi didasarkan pada semangat untuk mencari keuntungan sendiri.

b. Kebaikan sistem ekonomi liberal
Ada persaingan yang mendorong kemajuan bisnis.
Intervensi pemerintah dalam kegiatan ekonomi ekonomi kecil sehingga memberikan peluang lebih luas bagi sektor swasta.
Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.
Pengakuan hak milik oleh negara, memberi semangat pada masyarakat.

c. Keburukan sistem ekonomi liberal
Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan bagi yang lemah.
Dapat menyebabkan monopoli yang merugikan masyarakat.
Munculnya praktik tidak jujur ​​yang didasarkan pada pengejaran keuntungan maksimal, sehingga kepentingan umum biasa tidak diperhatikan atau dikesampingkan.

4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk mencoba melakukan kegiatan ekonomi, namun di sisi lain pemerintah telah melakukan intervensi dalam ekonomi dengan tujuan untuk menghindari penguasaan penuh sekelompok orang pada sumber ekonomi.

a. Ciri khas sistem ekonomi campuran
Adanya pembatasan sektor swasta oleh negara pada daerah yang mengendalikan mata pencaharian banyak orang yang dikuasai oleh negara.
Ada campur tangan pemerintah dengan mekanisme pasar melalui berbagai kebijakan ekonomi
Mekanisme kegiatan ekonomi teradalah campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.
Hak kepemilikan individu diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.

b. Kebaikan sistem ekonomi campuran
Sektor ekonomi dikendalikan oleh pemerintah demi kepentingan umum.
Hak individu / pribadi dikenali dengan jelas.
Harga lebih mudah dikendalikan.

c. Keburukan sistem ekonomi campuran
Peran pemerintah lebih berat daripada sektor swasta.
KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) muncul di pemerintah karena banyak sektor produksi lebih menguntungkan pemerintah meski sangat sedikit pengawasan.

5. Sistem Ekonomi Pancasila

Sistem ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang berlandaskan pada jiwa ideologi Pancasila yang di dalamnya ada arti demokrasi ekonomi adalah kegiatan ekonomi yang berbasis pada usaha bersama dengan prinsip kekerabatan dan gotong royong, ole , dan untuk orang-orang dalam bimbingan dan pengawasan pemerintah.

a. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pancasila – Fitur utama sistem ekonomi Pancasila tercantum dalam UUD 1945 Pasal 33, dan GBHN Bab III B No. 14. Berikut adalah ciri utama sistem ekonomi Pancasila.

Pasal 33 Setelah Amandemen 2002
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan prinsip kekerabatan.
Cabang produksi yang penting bagi negara dan mempengaruhi penghidupan rakyat dikendalikan oleh negara.
Bumi dan air dan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat yang paling besar

Perekonomian nasional diselenggarakan atas dasar demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi yang adil, keberlanjutan, wawasan lingkungan, independensi, dan dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal diatur oleh undang-undang.

GBHN Bab III B No. 14
Pembangunan ekonomi berdasarkan demokrasi ekonomi menentukan bahwa masyarakat berperan aktif dalam kegiatan pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban untuk memberikan panduan dan panduan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha; Di sisi lain dunia usaha perlu menanggapi arahan dan bimbingan dan penciptaan iklim dengan aktivitas nyata (nyata).

 

Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Berbagai Sistem Ekonomi

  • Munculnya berbagai sistem ekonomi di suatu negara yang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut;
    Adanya atau tidak adanya intervensi pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
  • Ada sistem pemerintahan yang dikelola pemerintah
  • Kepemilikan negara atas faktor produksi.
  • Sumber daya yang dimiliki di dalam negeri.
Baca Juga:  Pengertian Sistem Ekonomi Ali Baba

Penulis:

This author has published 758 articles so far. More info about the author is coming soon.

Komentar (3)

  1. […] besar baru muncul di berbagai bidang, Sistem Ekonomi Liberal di bidang Ekonomi yaitu Liberalisme di bidang politik, Hedonisme di bidang sosio-budaya, […]

  2. […] Sistem ekonomi sendrii memiliki banyak jenis mulai dari yang tradisional, yaitu sistem ekonomi yang hanya ada produksi dan konsumsi, ini berarti jika mereka menginginkan barang maka mereka menghasilkan atau membuat barang sendiri yang mereka inginkan, jika tidak maka mereka melakukannya. barter. […]

Tinggalkan Balasan