Pengertian Rekonsiliasi Bank

Sabtu, Januari 27th, 2018 - Ekonomi

Pengertian Rekonsiliasi Bank – Rekonsiliasi bank dapat dengan mudah ditafsirkan sebagai proses penyesuaian informasi mengenai catatan kas oleh perusahaan dan oleh bank.

Bank secara berkala mengirimkan pernyataan dalam bentuk pernyataan rekening bank dengan informasi tentang semua simpanan atau penarikan oleh pelanggan / perusahaan untuk jangka waktu tertentu dan dilengkapi dengan bukti bukti bukti tambahan.

Melalui kedua bukti tersebut maka perusahaan akan dapat mengetahui jika terjadi kesalahan atau kesalahan pencatatan sehingga terjadi perbedaan catatan oleh bank dan perusahaan.

Mengapa rekonsiliasi bank harus dilakukan?

Pengertian rekonsiliasi bank

Pengertian rekonsiliasi bank

Rekonsiliasi laporan bank perlu dilakukan untuk memeriksa keakuratan catatan kas dan rekening bank, selain mengetahui besaran pendapatan atau biaya yang belum tercatat oleh perusahaan.

Jika ada selisih yang dihasilkan dari transaksi yang belum tercatat oleh bank maka catatan perusahaan dianggap benar, dan sebaliknya jika rekam tersebut berbeda dengan item lainnya maka perlu disesuaikan antara catatan perusahaan dan catatan bank.

Mengapa bisa terjadi perbedaan pencatatan?

Ada beberapa faktor yang umumnya menyebabkan perbedaan catatan bank dan perusahaan seperti:

1. Deposit on transit (deposit / deposit in transit), faktor ini biasanya sering menyebabkan dalam kasus ini.
Faktor ini terjadi karena setoran yang dikirim oleh perusahaan ke bank pada akhir bulan belum diterima oleh bank sampai bulan berikutnya. Jadi perusahaan tercatat sebagai biaya (deposit) namun bank belum tercatat karena belum mendapat deposit.

2. Giro, bunga yang sudah dihitung oleh bank namun perusahaan belum menghitung / mencatat transaksi.

3. Cek outstanding (outstanding check) adalah cek yang telah tercatat yang dikeluarkan oleh perusahaan namun pemegang cek belum di bank uang atau cek di tangan.

4. Cek kosong, hal ini menyebabkan bank tidak mengucurkan uang karena kekurangan dana simpanan perusahaan namun perusahaan mencatatkannya sebagai biaya cek.

5. Piutang usaha, yang sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan namun perusahaan belum mencatatnya.
Faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan di atas biasanya ditemukan dan sudah dalam persiapan penyelesaian oleh pihak terkait.

Bentuk rekonsiliasi bank terdiri dari dua bagian:
Saldo Akun Baru dan,
Neraca Catatan Perusahaan (pelanggan)
Setelah memeriksa dan menghitung, kedua saldo harus diakhiri dengan “Saldo Kas yang Benar” dengan jumlah yang sama dari keduanya.

Contoh Laporan Rekonsiliasi Bank:
Saldo Rekening Bank ARTHA di Buku Besar PT. MARTECH per 31 Juli 2006 menunjukkan jumlah Rp.185.500. Saldo menurut laporan bank pada tanggal tersebut adalah Rp.207.000. Setelah pemeriksaan, perbedaannya disebabkan oleh hal-hal berikut:

Biaya administrasi bank pada bulan Juli 2006 sebesar Rp.2.800 yang muncul di rekening bank belum dicatat oleh perusahaan karena nota debit belum sampai.
5 cek sebesar Rp.40.750 yang telah dibayarkan kepada pemasok untuk melunasi hutangnya belum diuangkan.
Cek yang ditarik oleh PT. AYU sebesar Rp.15.000 telah salah dipesan oleh bank ke PT. MARTECH.
Pengiriman uang dari langganan dengan transfer bank sebesar Rp.3.950 untuk pelunasan hutang belum tercatat di buku perusahaan.
Cek SR 5220 sebesar Rp.70.550 yang tercatat dalam pembukuan PT. MARTECH dengan jumlah Rp.65.150
Diminta:

Buat rekonsiliasi bank untuk PT. MARTECH pada tanggal 31 Juli 2006
Buatlah entri penyesuaian yang diperlukan.

Pengertian Rekonsiliasi Bank | Sejuta Artikel | 4.5
%d blogger menyukai ini: