Pengertian Perusahaan Manufaktur dan Contohnya

Senin, Januari 29th, 2018 - Ekonomi

Pengertian Perusahaan Manufaktur dan Contohnya – Banyak industri atau perusahaan di dunia, terutama di negara indonesia. Salah satunya adalah jenis perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai macam produk, sehingga tak jarang masyarakat banyak menggunakan produk atau barang produksi. Pada kesempatan ini kami akan memberikan penjelasan tentang perusahaan manufaktur, dimana dimana penjelasannya bisa dibaca di tulisan ini.

Pengertian Perusahaan Manufaktur

Pengertian Perusahaan Manufaktur dan Contohnya

Pengertian Perusahaan Manufaktur dan Contohnya

Arti perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatannya mengelola bahan baku atau bahan baku sehingga menjadi barang jadi dan kemudian menjualnya ke konsumen. Umumnya kegiatan ini sering disebut sebagai proses produksi.

Perusahaan manufaktur dalam setiap pekerjaan atau kegiatan operasional yang pastinya memiliki acuan dan standar dasar yang digunakan oleh karyawan yang bekerja, biasanya acuan standarnya disebut SOP (Standard Operating Procedures).

 

Karakteristik Perusahaan Manufaktur

Adapun beberapa karakteristik yang dimiliki oleh perusahaan manufaktur, antara lain sebagai berikut:

a. Mengelola bahan baku atau bahan mentah menjadi produk jadi
Tentunya karakteristik utamanya bisa dilihat pada perusahaan manufaktur dimana aktivitasnya mengolah bahan baku menjadi barang atau produk jadi dan siap dijual ke konsumen.

b. Konsumen tidak berpartisipasi dalam proses produksi
Ini berarti konsumen hanya bisa menggunakan atau menikmati produk yang diproduksi saja, tanpa ikut serta dalam proses produksi.

c. Hasil produksi yang nyata atau terlihat
Hasil proses produksi perusahaan manufaktur hasilnya bisa dilihat oleh mata atau produk memiliki bentuk, berbeda dengan perusahaan jasa dimana produk tak berwujud hanya bisa dirasakan.

Baca Juga:  Jenis Jenis Perusahaan beserta Contohnya

d. Ketergantungan konsumen untuk mencari lebih banyak produk
Artinya jika konsumen merasa senang dan puas dengan produk yang digunakan, biasanya konsumen akan memiliki ketergantungan untuk menggunakan kembali produknya. Kemudian perusahaan harus selalu menyediakan dan menjaga ketersediaan produknya di pasaran agar tetap bertahan.

 

Unsur Biaya Produksi

Dalam melakukan proses produksi agar menghasilkan produk yang memiliki nilai jual, perusahaan manufaktur akan mengeluarkan berbagai biaya, dimana biaya yang digunakan untuk:

a. Material langsung
Yakni bahan yang digunakan dan menjadi bagian dari proses produksi, jadi bahan ini diolah dan menjadi produk. Misalnya, bahan langsung di pabrik tekstil seperti katun, pewarna kain dan lain-lain. Bahan langsung tentu saja berbeda dengan bahan tidak langsung, bahan tidak langsung seperti mesin produksi bahan bakar, minyak untuk mesin produksi dan lain-lain, sehingga bahan tidak langsung dapat dikatakan bahan yang digunakan selama proses produksi namun tidak dapat menjadi produk.

b. Tenaga kerja langsung
Itulah tenaga kerja yang bekerja langsung pada proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi pada dasarnya tenaga kerja terlibat langsung dalam pengolahan bahan baku baik menggunakan kemampuan fisik atau dengan menggunakan mesin dalam pekerjaan. Tenaga kerja langsung harus dibedakan dengan tenaga kerja tidak langsung. Tenaga kerja tidak langsung digunakan dalam proses produksi namun tidak dapat dihubungkan dengan pengolahan produk. Pekerja tidak langsung seperti supervisor, pekerja pemeliharaan, petugas kebersihan dan lain-lain.

c. Overhead Pabrik
Itulah variasi biaya yang digunakan dalam berbagai proses pengolahan, biayanya tidak termasuk dalam biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik seperti biaya tenaga kerja tidak langsung seperti gaji gaji, gaji insinyur dan lain-lain.

Baca Juga:  Pengertian Perusahaan Dagang dan Contohnya

Fungsi Bisnis Perusahaan Manufaktur

Fungsi bisnis dari industri atau perusahaan manufaktur, meliputi:

a. Fungsi produksi
Yaitu fungsi proses pembuatan bahan baku sehingga barang jadi dan bisa dijual ke konsumen. Biaya yang dikeluarkan seperti biaya gaji karyawan, biaya bahan baku, biaya perawatan dan mesin lainnya yang terkait dengan proses produksi. Menurut objek pengeluaran biaya produksi dibagi menjadi tiga macam, termasuk biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.

Overhead adalah biaya yang digunakan untuk mengonversi bahan baku menjadi produk siap jual. Sedangkan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung dapat dianggap sebagai biaya utama, biaya jika menjadi produk.

b. Fungsi pemasaran
Itulah fungsi yang digunakan untuk mencapai tujuan proses produksi dan menjual hasilnya, tujuan memperoleh keuntungan. Misalnya biaya untuk melakukan pemasaran seperti biaya promosi, ongkos angkut, biaya sewa gudang, biaya gaji karyawan saat karyawan melakukan promosi produk.

c. Fungsi administratif dan umum
Yaitu fungsi kegiatan manufaktur yang ada kaitannya dengan penentuan kebijakan, arahan, dan pengawasan sehingga kegiatan yang berjalan lebih efektif dan efisien. Misalnya dalam kegiatan ini ada biaya seperti biaya akuntansi, personel paruh baya, gaji pegawai dan lain-lain.

d. Fungsi keuangan
Yaitu fungsi penyediaan berbagai macam dana yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk melakukan proses produksi atau melakukan pengembangan.

Contoh Perusahaan Manufaktur

Beberapa contoh industri manufaktur di Indonesia, seperti industri:

a. Tekstil
Ini adalah salah satu dari sekian banyak industri yang beroperasi di Indonesia. Industri ini mengelola kapas menjadi benang dan benang menjadi kain, sehingga nantinya kain bisa kembali berpakaian menjadi pakaian dan lain-lain. Industri ini bisa menyerap banyak tenaga kerja, sehingga tak jarang banyak orang yang bekerja di industri tekstil.

Baca Juga:  Inilah 10 Ciri Perusahaan Abal Abal yang Wajib Anda Waspadai

b. Pakaian
Jika industri tekstil mengelola kapas menjadi kain, maka industri garmen mengelola kain menjadi produk lain seperti kain menjadi kaos dan celana dan sebagainya.

c. Kebutuhan Rumah tangga
Industri ini menghasilkan produk untuk keperluan rumah tangga dan tentunya banyak jenisnya. Hasilnya adalah industri rumah tangga seperti pot, sendok, garpu, piring, sabun, pasta gigi dan lain-lain. Ada juga industri furnitur atau kebutuhan interior untuk produk rumah seperti lemari, meja, kursi dan lain-lain.

d. Otomotif
Industri otomotif adalah manufaktur yang dalam proses produksi menggunakan teknologi tingkat tinggi. Hasil industri otomotif seperti sepeda motor, mobil, pesawat terbang dan lain-lain.

e. Elektronik
Sama seperti industri otomotif, dalam proses memproduksi industri elektronika menggunakan teknologi tingkat tinggi. Hasil industri elektronik seperti televisi, kulkas, komputer, handphone dan lain-lain.

f. Kerajinan
Barang industri kerajinan bisa dibuat dari berbagai jenis bahan baku, sesuai dengan produk yang akan diproduksi. Biasanya barang kerajinan untuk ekspor ke luar negeri, tapi banyak juga untuk penjualan di dalam negeri. Kerajinan seperti keramik, kain tenun, ukiran kayu atau batu, barang rotan dan lain-lain.

Sementara beberapa contoh perusahaan manufaktur yang saat ini ada di Indonesia seperti Astra International Tbk bergerak di bidang industri otomotif, Kimia Farma Tbk bergerak di bidang industri farmasi, Unilever Indonesia Tbk bergerak di bidang industri kosmetik dan rumah tangga, Holcim Indonesia Tbk bergerak di industri semen, dan banyak lagi.

Pengertian Perusahaan Manufaktur dan Contohnya | Sejuta Artikel | 4.5
%d blogger menyukai ini: