Pengertian Pengangguran Deflasioner dan Contohnya

Pengertian Pengangguran Deflasioner – Mungkin pengangguran adalah salah satu kata yang mudah kita pahami artinya. Tidak hanya itu, bahkan kami sangat paham apa konsekuensi dari pengangguran. Tetapi apakah Anda tahu apa itu pengangguran deflasioner?

Pengertian Pengangguran Deflasioner

Secara umum, pengangguran deflasioner tidak jauh berbeda dengan jenis pengangguran lainnya. Yaitu tidak memiliki pekerjaan tetap.

Hanya saja, pengangguran deflasioner memiliki pengertian tersendiri yang berbeda dari pengertian pengangguran sukarela, yaitu: pengangguran yang disebabkan oleh sedikitnya pekerjaan.

cara mengatasi Pengangguran Deflasioner
cara mengatasi Pengangguran Deflasioner

Dari definisi yang dijelaskan di atas, setidaknya kita dapat mengambil satu kesimpulan bahwa jumlah populasi suatu wilayah dapat menjadi masalah ekonomi.

Terutama jika ini terjadi di daerah terpencil atau berkembang di mana lowongan kerja tidak sebanding dengan jumlah populasi yang ada.

Itu sebabnya pengangguran deflasioner sangat berpengaruh pada pergerakan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonominya.

 

Contoh Pengangguran Deflasioner

Berikut beberapa contoh yang dapat Anda gunakan untuk membantu memahami pengangguran deflasioner:

Modal Perusahaan Kurang
Modal perusahaan kurang adalah salah satu contoh pengangguran deflasioner karena mereka pasti akan membatasi jumlah karyawan untuk mengurangi biaya perusahaan.

Namun, terlepas dari ini, tentu tidak akan menjadi masalah bagi mereka yang memilih menjadi pengangguran sukarela karena kebutuhan ekonomi mereka terpenuhi bahkan jika mereka tidak bekerja.

Perusahaan yang kekurangan modal biasanya karena penjualan perusahaan berada di bawah standar dan membuat mereka kekurangan dalam membiayai kebutuhan biaya produksi.

Bahkan, jika masalah biaya ini dapat diselesaikan, pekerjaan yang ada di perusahaan dapat menjadi salah satu cara mengatasi pengangguran musiman.

Baca Juga:  Perilaku Konsumen sesuai dengan Hukum Gossen - Hukum Gossen I dan II

Perusahaan Tutup
Contoh pengangguran deflasioner juga dapat dilihat dari karyawan yang menjadi pengangguran ketika tempat mereka bekerja tidak lagi beroperasi atau tutup.

Ada banyak penyebab tutupnya suatu perusahaan di mana seseorang bangkrut karena pengeluaran perusahaan lebih besar dari pendapatan yang mereka peroleh.

Selain itu, hal lain yang sering menjadi penyebab tutupnya perusahaan adalah karyawan yang tidak memiliki standar untuk menjadi karyawan seperti kurangnya pengetahuan tentang IT.

Kurangnya pengetahuan tentang IT memiliki dampak langsung pada pengangguran teknologi karena kekuatan yang tidak terpakai mereka sehingga semua pekerjaan biasa digantikan oleh mesin atau teknologi.

 

Penyebab Pengangguran Deflasioner

Terlepas dari contoh di atas, kita juga dapat memahami lebih banyak tentang pengangguran deflasioner dari penyebabnya.

Dan beberapa penyebab pengangguran deflasioner adalah:

Populasi besar
Seperti disebutkan sebelumnya, populasi yang besar menjadi salah satu penyebab pengangguran deflasioner.

Salah satu alasannya adalah bahwa jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah pekerjaan yang tersedia.

Namun, meski begitu, lowongan pekerjaan terbatas bukanlah alasan karena ada banyak profesi yang bisa tekuni seperti contoh profesi pekerjaan fisik yang dapat membantu mereka dalam menyelesaikan masalah ekonomi.

Pendidikan rendah
Penyebab lain dari pengangguran deflasioner adalah karena pendidikan yang rendah. Pengangguran defresioner terjadi karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah pekerjaan, juga terjadi karena tenaga kerja yang melamar pekerjaan tidak memiliki standar pendidikan yang memadai.

Standar pendidikan yang rendah membuatnya tersingkir dari pekerjaan yang diinginkan.

Bahkan, jika persyaratan pendidikan minimum ini terpenuhi, atau setidaknya memiliki kemampuan, seseorang dapat bekerja apa saja bahkan sebagai contoh tenaga kerja tidak langsung.

Perusahaan Mengejar Target
Pengangguran deflasioner juga dapat terjadi karena perusahaan tempat mereka bekerja terlalu mengejar target sehingga perusahaan membuat kebijakannya sendiri tentang keuangan yang mereka miliki.

Baca Juga:  Pengertian Pengangguran Terselubung dan Contohnya

Seperti mengurangi biaya pengeluaran di mana salah satu pengaruhnya adalah pengurangan jumlah tenaga kerja yang mereka miliki.

Ekonomi Tidak Stabil
Penyebab pengangguran defresional berikutnya adalah karena faktor eksternal, yaitu: ekonomi yang tidak stabil.

Akibatnya, perusahaan harus melakukan keseimbangan keuangan dengan memotong semua pengeluaran mereka untuk menjaga perusahaan tetap berdiri.

Jika ini tidak dilakukan, tentu akan ada banyak perusahaan yang akhirnya tutup karena pailit.

Demikianlah artikel dari saya mengenai pengertian pengangguran deflasioner dan contohnya. Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *