Pengertian Pasar Uang Syariah dan Fungsinya

Pengertian Pasar Uang Syariah dan Fungsinya – Pasar uang adalah kelompok pasar dimana instrumen kredit jangka pendek, umumnya berkualitas tinggi diperdagangkan. Fungsi pasar uang sebagai sarana alternatif bagi lembaga keuangan, perusahaan non finansial untuk memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek serta menempatkan dana pada kelebihan likuiditas.

Pengertian Pasar uang syariah adalah pasar uang syariah (PUAS / pasar uang syariah) dimana diperdagangkan adalah sekuritas syariah dengan jangka pendek (kurang dari 1 tahun).

Dalam kasus pasar uang ini, yang ditransaksikan adalah hak untuk menggunakan uang dalam jangka waktu tertentu. Jadi di pasar ada pinjaman dan pinjaman dana, yang pada gilirannya menyebabkan hutang. Barang yang ditransaksikan di pasar ini adalah selembar kertas dalam bentuk hutang atau janji untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu juga.

Efek-efek yang diperdagangkan di pasar uang bisa beragam, bisa jadi sekuritas berjangka waktu kurang dari satu tahun sampai dengan lima tahun, namun sebenarnya sebagian besar uang yang diperdagangkan di pasar uang adalah sekuritas yang berjangka waktu satu tahun.

Ini karena sekuritas jangka panjang biasanya lebih banyak dimiliki oleh investor di pasar modal. Tujuan pasar uang adalah untuk memberikan alternatif, baik bagi lembaga keuangan bank maupun non bank untuk mendapatkan sumber dana atau menginvestasikan dananya.

Tanpa pasar keuangan ini maka uang peminjam (kreditor) akan menemui kesulitan dalam mencari debitur yang mau meminjamkan kepadanya. Interstisial seperti bank membantu dalam proses ini, dimana bank menerima simpanan dari nasabah yang memiliki uang untuk dihemat dan kemudian bank dapat meminjamkan uang ini kepada orang-orang yang berniat meminjam uang.

Sehingga bisa disimpulkan manfaat dari pasar uang antara lain:

Baca Juga:  Fungsi Pasar Uang dalam Perekonomian

1. Sebagai perantara dalam perdagangan sekuritas jangka pendek.

2. Sebagai kolektor danas dalam bentuk sekuritas jangka pendek

3. Sebagai sumber pembiayaan bagi perusahaan untuk berinvestasi

4. Sebagai perantara bagi investor asing dalam menyalurkan kredit jangka pendek ke perusahaan di Indonesia Kebutuhan akan pasar uang didukung kebutuhan untuk mendapatkan beberapa dana dalam jangka pendek atau sifatnya harus segera dipenuhi.

Dengan demikian, pasar uang merupakan sarana alternatif terutama bagi lembaga keuangan, perusahaan non-keuangan, dan peserta lainnya, baik dalam memenuhi kebutuhan dana jangka pendek maupun untuk menempatkan dana pada kelebihan likuiditas mereka.

Pasar uang juga merupakan alat kontrol moneter (tidak langsung) oleh otoritas moneter dalam menjalankan operasi terbuka, karena di Indonesia pelaksanaan operasi pasar terbuka oleh Bank Sentral Bank Indonesia dilakukan melalui pasar uang dengan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Efek Pasar Uang (SBPU) sebagai instrumennya.

Pengertian pasar uang syariah
Pasar uang syariah

Pandangan Islam tentang Uang

Islam memandang uang hanya sebagai alat tukar, bukan sebagai komoditas atau barang dagangan. Jadi motif permintaan uang adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi (money demad untuk transaksi), bukan untuk spekulasi atau trading.

Islam tidak mengenal spekulasi (money demand for spekulasi). Karena pada dasarnya uang itu milik Allah SWT yang dimandatkan kepada manusia untuk digunakan semaksimal mungkin demi kemanfaatan masyarakat.

Menurut pandangan Islam uang adalah konsep arus, oleh karena itu harus selalu berputar dalam ekonomi, karena semakin cepat uang beredar di perekonomian, semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat dan semakin baik perekonomian.

Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Uang

Dasar atau proposisi yang digunakan sebagai dasar untuk diijinkannya penerapan pasar uang dengan prinsip syari’ah adalah:

Baca Juga:  Pengertian Pasar Uang dan Contohnya

1. Keberadaan Firman Allah di Q.S. al-Baqarah ayat 275.

2. Hadis Sejarah Nabi Tirmidzi dari ‘Amr bin’ Auf yaitu: “Orang-orang Muslim terikat oleh kondisi yang mereka buat kecuali kondisi yang melarang haram yang sah atau halal”

3. Hadis Nabi sejarah Muslim, Tirmidzi, an-Nasa’i, Abu Daud, dan Ibn Majah dari Abu Hurairah “Rasulullah SAW melarang membeli dan menjual gharar”

4. Hadis hadis Ibnu Majah dari ‘Ubadah bin Shamit, diriwayatkan oleh Ahmad dari Ibnu Abbas dan diriwayatkan oleh Imam Malik dari Yahya “Tidak boleh membahayakan orang lain dan menyangkal bahaya bahaya” Adanya yurisprudensi ushul yang menyatakan bahwa itu adalah mubah legal. segala sesuatu tanpa ketentuan hukum melarangnya. Dari ketentuan ini dapat dikatakan bahwa penerapan pasar uang antar bank berdasarkan prinsip syariah diijinkan untuk hukum asalkan tidak bertentangan dengan asas-asas hukum Islam.

Adanya hadits Nabi yang menyatakan akuisisi kegiatan investasi melalui mekanisme mudharabah. Adanya peraturan ushul yang menyatakan bahwa jika salah satu dari mereka yang bekerja sama untuk membeli bagian dari kemitraan tersebut, undang-undang diperbolehkan karena ia membeli milik orang lain.

Dengan demikian peraturan ini dapat digunakan sebagai rujukan untuk izin penerbitan sertifikat IMA sebagai salah satu instrumen di pasar uang berdasarkan prinsip syariah. Adanya peraturan ushul yang menyatakan bahwa tindakan seorang oligarki harus mengikuti perkembangan maslahat yang berlaku, atau peraturan yang menyatakan bahwa pencegahan kerusakan lebih diutamakan daripada menolak mafsadah.

Oleh karena itu, Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas perbankan di Indonesia memiliki kewenangan untuk membatasi penjualan dan pembelian instrumen sertifikat IMA di pasar sekunder untuk mencegah kesan jual beli yang dapat menyebabkan aksi spekulatif.

Baca Juga:  Fungsi Pasar Uang dalam Perekonomian

 

Fatwa Dewan Syariah Nasional Pasar Uang

Berdasarkan Prinsip Syariah Latar belakang dikeluarkannya fatwa Dewan Syariah Nasional No: 37 / DSN-MUI / X / 2002 tentang pasar uang antar bank berdasarkan prinsip syariah berbasis pada pertimbangan berikut:

1. Bahwa bank syariah dapat mengalami kekurangan likuiditas karena perbedaan dalam periode waktu antara penerimaan dan investasi dana atau kelebihan likuiditas yang mungkin terjadi karena dana yang terkumpul tidak dapat didistribusikan ke pihak yang membutuhkan;

2. Bahwa untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan dana, bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah membutuhkan pasar uang antar bank;

3. Bahwa untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dipandang perlu menetapkan fatwa pasar uang antar bank berdasarkan prinsip syariah. Di antara keputusan fatwa Dewan Syariah Nasional No: 37 / DSN-MUI / X / 2002, mengenai pasar uang antar bank berdasarkan prinsip syariah adalah sebagai berikut:

Pertama: Ketentuan Umum
1. Pasar uang antar bank yang tidak dibenarkan menurut syariah adalah pasar uang antar bank berdasarkan bunga.
2. Pasar uang antar bank dibenarkan menurut syariah yaitu pasar uang antar bank berdasarkan prinsip syariah.
3. Pasar uang antar bank berdasarkan prinsip syariah adalah aktivitas transaksi keuangan jangka pendek di antara pelaku pasar berdasarkan prinsip syariah.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *