Pengertian Pasar Uang dan Contohnya

Januari 14, 2018 | Penulis: | Posted in Ekonomi

Pengertian Pasar Uang dan Contohnya – Aktivitas ekonomi di suatu negara tentu akan terus menemani kehidupan orang-orang di dalamnya. Pesatnya perkembangan ekonomi, membuat banyak kegiatan ekonomi yang muncul. Salah satunya adalah pasar uang.

Secara umum, pasar uang adalah wadah yang berfungsi sebagai tempat pertemuan antara pemilik dana dengan calon konsumen, apakah pertemuan tersebut dilakukan secara langsung atau melalui perantara dan dilakukan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Nah di artikel ini akan dibahas lebih lanjut dan rinci tentang pasar uang terkait dengan tujuan, fungsi, dan instrumen yang ada di dalamnya.

 

Pengertian Pasar Uang

Pengertian pasar uang

Pasar uang

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pasar uang adalah wadah atau tempat yang berfungsi sebagai tempat pertemuan antara pemilik dana (Funder) dan konsumen potensial (konsumen), baik itu secara langsung atau melalui broker atas permintaan atau tawaran ke jumlah dana atau sekuritas yang bersifat jangka pendek. Biasanya hanya di bawah satu tahun.

Menurut pendapat (2001):
Pasar uang adalah tempat abstrak yang berfungsi sebagai tempat pertemuan bagi pemilik dana yang menawarkan dana kepada calon pengguna dalam waktu singkat. Yang dimaksud dengan jangka pendek disini adalah dana yang terkumpul dari perusahaan atau perorangan dengan batas waktu kurang dari satu tahun dapat diperdagangkan di pasar uang.

Aktor di pasar uang meliputi:

  • Lembaga
  • Perusahaan
  • Individu

Pasar uang adalah tempat pertemuan antara pemilik dana (Funder) dan calon konsumen (konsumen) baik secara langsung atau melalui broker dari transaksi Permintaan / Penawaran sejumlah dana atau sekuritas jangka pendek umumnya di bawah 270 hari.

Baca Juga:  Pengertian Pasar Valuta Asing (Valas/Forex)

 

FUNGSI PASAR UANG

1. Sebagai perantara dalam perdagangan sekuritas jangka pendek
2. Sebagai kolektor danas dalam bentuk sekuritas jangka pendek
3. Sebagai sumber pembiayaan bagi perusahaan untuk berinvestasi
4. Sebagai perantara bagi investor asing dalam mendistribusikan kredit jangka pendek kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Kebutuhan akan pasar uang didukung kebutuhan untuk mendapatkan beberapa dana dalam jangka pendek atau sifatnya harus segera dipenuhi. Dengan demikian, pasar uang merupakan sarana alternatif terutama bagi lembaga keuangan, perusahaan non-keuangan, dan peserta lainnya, baik dalam memenuhi kebutuhan dana jangka pendek maupun untuk menempatkan dana pada kelebihan likuiditas mereka.

Pasar uang juga merupakan alat kontrol moneter (tidak langsung) oleh otoritas moneter dalam menjalankan operasi terbuka, karena di Indonesia pelaksanaan operasi pasar terbuka oleh Bank Sentral Bank Indonesia dilakukan melalui pasar uang dengan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Efek Pasar Uang (SBPU) sebagai instrumennya.

 

Instrumen Pasar Uang

Ada beberapa jenis instrumen sekuritas yang diperdagangkan di pasar uang, yang umumnya beredar antara lain:

Efek Pasar Uang (SBPU) adalah sekuritas yang diperdagangkan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga keuangan lainnya yang ditunjuk oleh BI.

Sertifikat Bank Indonesia (SBI) adalah surat berharga dalam bentuk hutang jangka pendek yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Deposito, adalah instrumen keuangan yang dikeluarkan oleh Bank atas simpanan nasabahnya dengan jangka waktu jatuh tempo dan tingkat bunga tertentu.

Promissory Notes, adalah pernyataan kemampuan membayar transaksi kredit jangka pendek antara kreditor dan debitur.

Treasury Bills, adalah surat utang yang dikeluarkan oleh negara yang nilainya kurang dari satu tahun.

Banker’s Acceptance, adalah salah satu instrumen pasar uang yang digunakan dalam kegiatan ekspor dan impor atau digunakan sebagai transaksi valuta asing (forex).

Baca Juga:  Pengertian Pasar Tenaga Kerja dan Fungsinya

Commercial Paper, adalah instrumen hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada investor tanpa agunan, untuk membiayai kewajiban jangka pendeknya.

Call Money, adalah instrumen yang digunakan untuk meminjamkan dan meminjam dana antar bank untuk jangka pendek.

 

JENIS RISIKO INVESTASI DI PASAR UANG

1. Risiko pasar (risk interest rate)
2. Resiko reinvestasi
3. Resiko default
4. Risiko inflasi
5. Risiko kurs atau kurs
6. Risiko politik
7. Risiko Marketability atau Liquidity

1. Risiko Pasar (risk interest rate), risiko yang terkait dengan penurunan harga sekuritas (dan kenaikan suku bunga) mengakibatkan investor mengalami capital loss.

2. Risiko reinvestasi, yaitu risiko terhadap pendapatan suatu aset keuangan yang harus diinvestasikan kembali pada aset berpendapatan rendah (risiko yang memaksa investor untuk menempatkan pendapatan yang berasal dari bunga atas pinjaman atau surat berharga ke investasi berpendapatan rendah karena lebih rendah tingkat bunga.

3. Risiko default (credit risk), yaitu risiko yang terjadi karena peminjam (debitur) tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai dengan yang dijanjikan.

4. Risiko Inflasi (daya beli resiko). Untuk mengatasinya kreditor biasanya mencoba menyeimbangkan proyeksi inflasi dengan menerapkan tingkat bunga yang lebih tinggi.

5. Risiko Mata Uang (risiko mata uang atau risiko nilai tukar).

6. Risiko politik, hal ini terkait dengan kemungkinan perubahan dalam ketentuan perundang-undangan yang mengakibatkan penurunan pendapatan yang diharapkan dari suatu investasi atau bahkan kerugian total modal yang diinvestasikan.

7. Marketability atau Liquidity Risk, hal ini bisa terjadi jika instrumen pasar uang yang dimiliki sulit dijual kembali sebelum jatuh tempo. Kesulitan menjual kembali efek berisiko menimbulkan risiko tidak dapat mengembalikan instrumen pasar uang secara tunai saat dibutuhkan likuiditas sebelum jatuh tempo.

Baca Juga:  Pengertian Pasar Oligopsoni dan Kelebihan dan Kekurangan

Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal

Instrumen Periode waktu pasar uang adalah jangka pendek atau kurang dari 270 hari, sedangkan periode pasar modal berjangka panjang.

Produk pasar uang utama adalah SBI, SBPU, dan Deposito Berjangka, sedangkan produk pasar modal adalah saham, obligasi, dan reksa dana.

Pasar uang disahkan oleh Bank Indonesia sedangkan pasar modal oleh Kementerian Keuangan melalui Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).

Seluruh proses transaksi pasar uang ada di bank sedangkan pasar saham berada di sekuritas dan perusahaan sekuritas.

Risiko dan pendapatan pasar uang lebih kecil karena lebih stabil, sementara pasar modal berisiko dan pendapatan lebih tinggi.

Demikianlah penjelasan singkat tentang pengertian, fungsi dan instrumen pasar uang.

Penulis:

This author has published 758 articles so far. More info about the author is coming soon.

Komentar (3)

  1. […] yang diperdagangkan di pasar uang bisa beragam, bisa jadi sekuritas berjangka waktu kurang dari satu tahun sampai dengan lima tahun, […]

Tinggalkan Balasan