Pengertian Narasi, Jenis Narasi, Ciri dan Tujuan

Sejuta Artikel – Masih membahas tentang artikel, saat ini kita akan sama-sama memahami tentang pengertian narasi, jenis naras dan ciri ciri narasi. Oleh karena itu, silahkan baca artikel ini sampai selesai.

Pengertian Narasi

Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah artikel yang urutan kejadiannya dari waktu ke waktu dijabarkan dalam urutan awal, tengah, dan akhir.

pengertian narasi, ciri ciri narasi, jenis narasi
pengertian narasi, ciri ciri narasi, jenis narasi

Jenis narasi

  • Narasi yang informatif
    Naratif informatif adalah narasi yang memiliki target menyampaikan informasi secara akurat tentang suatu peristiwa untuk memperluas pengetahuan orang tentang cerita seseorang.
  • Narasi ekspositori
    Narasi ekspositori adalah narasi yang memiliki target menyampaikan informasi secara akurat tentang suatu peristiwa untuk memperluas pengetahuan orang tentang cerita seseorang. Dalam narasi ekspositori, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data aktual. Pelaku biasanya satu orang. Pelaku diceritakan dari kecil hingga sekarang atau sampai yang terakhir dalam hidupnya. karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku untuk penulisan narasi ekspositori. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa logis, berdasarkan fakta-fakta yang ada, tidak termasuk yang bersifat atasan atau obyektif.
  • Narasi artistik
    Narasi artistik adalah narasi yang berusaha memberikan tujuan, menyampaikan pesan terselubung kepada pembaca atau pendengar sehingga terlihat seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukkan unsur sugestif atau obyektif.
  • Narasi itu sugestif
    Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha memberikan tujuan, menyampaikan pesan terselubung kepada pembaca atau pendengar sehingga terlihat seolah-olah melihat.

Ciri Ciri Narasi

Menurut Gorys Keraf (2000: 136)

  • Menonjolkan elemen aksi atau tindakan.
  • Digabungkan dalam urutan waktu.
  • Mencoba menjawab pertanyaan “apa yang terjadi?”
  • Ada konflik.

Narasi dibangun oleh alur cerita. Aliran ini tidak akan menarik jika tidak ada konflik. Selain alur cerita, konfix dan urutan kronologis, fitur naratif lebih sepenuhnya diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:

  • Sebuah cerita tentang kejadian atau pengalaman penulis.
    Peristiwa atau peristiwa yang disampaikan dalam bentuk peristiwa yang benar-benar terjadi, bisa hanya imajinasi atau kombinasi keduanya.
  • Berdasarkan konfiks, karena tanpa confix biasanya narasi tidak menarik.
  • Memiliki nilai estetika.
  • Menekankan urutan dalam urutan kronologis.

Karakteristik Keraf memiliki kesamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri cerita, menekankan urutan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konflik. Bedanya, Keraf lebih suka fitur yang menonjolkan pelaku.

Tujuan Narasi

Tujuan penulisan karangan narasi pada dasarnya adalah:

  • Ingin memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan
  • Memberikan pengalaman estetika kepada pembaca

Langkah demi langkah menulis narasi

  • Tentukan tema dan pesan yang akan disampaikan
  • Tetapkan tujuan pembaca
  • Rancangan peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema aliran
    Bagilah acara utama menjadi awal, pengembangan, dan akhir cerita
  • Detail acara utama ke dalam detail acara sebagai pendukung cerita
  • Aturlah figur dan karakter, latar belakang, dan sudut pandang
    memahami aturan tanda bacaan dalam kalimat

Demikian artikel singkat mengenai pengertian narasi, ciri ciri narasi dan jenis narasi serta tujuan narasi. Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *