Pengertian Likuiditas dan Perhitungannya

Jumat, Februari 2nd, 2018 - Akuntansi

Pengertian Likuiditas dan Perhitungannya – Perusahaan adalah badan usaha yang tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan keuntungan dan menghindari kerugian. Agar perusahaan dapat terus berjalan, perusahaan perlu menjaga asetnya dari semua biaya, biaya dan biaya lainnya. Perbedaan biaya dan pengeluaran dalam akuntansi terletak pada keuntungan yang diharapkan.

Meski keduanya biaya, biaya diharapkan mendatangkan keuntungan di masa depan. Sedangkan bebannya tidak demikian. Beban lebih cenderung pada nilai konsumsi atau penyusutan aset tetap. Selain memangkas biaya dan biaya, untuk mempertahankan bisnisnya perusahaan juga perlu melakukan manajemen kas dan audit manajemen dengan baik.

Pengertian audit manajemen adalah penilaian terhadap efektifitas manajemen atau struktur organisasi secara obyektif dan independen terhadap tercapainya tujuan atau kebijakan perusahaan. Kondisi perusahaan bisa dikatakan baik jika memiliki kondisi likuiditas yang baik pula. Likuiditas adalah istilah umum dalam dunia akuntansi yang mengacu pada kondisi keuangan perusahaan. Untuk rincian lebih lanjut tentang likuiditas, berikut ini akan menjelaskan pengertian likuiditas.

Pengertian Likuiditas

pengertian likuiditas

pengertian likuiditas

Menurut KBBI, kata likuiditas bisa diartikan sebagai posisi uang atau uang tunai perusahaan dan kemampuan memenuhi kewajiban yang harus dibayar. Likuiditas juga bisa berarti tingkat aset lancar atau sekuritas yang dimiliki oleh perusahaan yang bisa cepat dijual untuk membayar kewajiban perusahaan dalam waktu dekat.

Kas dianggap sebagai standar yang paling dapat diterima dalam likuiditas karena mudah dipertukarkan dengan aset lain. Misalnya, jika seseorang menginginkan kulkas seharga Rp 10.000.000 maka orang tersebut dapat dengan mudah menyerahkan uangnya untuk mendapatkan kulkas. Namun, jika orang tersebut hanya memiliki koleksi buku antik yang diperkirakan berharga Rp 10.000.000, sangat tidak mungkin baginya untuk menukar buku dengan kulkas yang dia inginkan.

Kecuali, sebelumnya ia sudah menukar koleksi buku dengan uang tunai senilai Rp. 10.000.000. Mungkin tidak masalah jika pemilik buku memiliki sekitar satu bulan atau lebih untuk menjual bukunya dengan harga yang sesuai. Tapi itu menjadi masalah jika waktu yang dimiliki oleh pemilik buku ini hanya sekitar beberapa hari saja.

Jika seperti ini, pemilik buku akan melakukan berbagai cara untuk mengucurkan aset ini menjadi uang tunai, termasuk memberikan diskon yang akan mengurangi nilai aset ini. Karenanya, koleksi buku antik dan beberapa aset lainnya dianggap tidak likuid. Selain uang tunai, aset perusahaan yang dinilai memiliki likuiditas tinggi adalah sekuritas seperti obligasi pemerintah dan saham.

Perhitungan Rasio Likuiditas

Untuk dapat mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Kemudian kita bisa membandingkan nilai aset setara kas dengan kewajiban jangka pendek perusahaan. Umumnya, semakin tinggi likuiditas perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya dengan lebih baik.

Sebaliknya, jika aset perusahaan yang dimiliki tidak dapat menutupi kewajiban jangka pendeknya maka bisa menjadi lampu merah bagi investor untuk berpikir ulang jika ingin berinvestasi di ibukota perusahaan. Cara yang bisa dilakukan untuk menghitung tingkat likuiditas adalah menghitung rasio likuiditas. Inilah caranya.

1. Rasio Lancar
Rasio lancar adalah cara termudah untuk menghitung rasio likuiditas dibandingkan dengan cara lain. Perhitungan ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar perusahaan atau aset lancar. Jenis aset ini merupakan aset yang bisa ditukar dengan uang tunai dalam waktu satu tahun. Rumus untuk menghitung current ratio adalah sebagai berikut:

current ratio = current asset : current liabilities

Misalnya perusahaan memiliki aset lancar Rp.10 miliar dan kewajiban lancar Rp 5 miliar. Rasio lancar perusahaan adalah 2,0 kali. Artinya likuiditas perusahaan itu bagus. Jika angka di atas 1,0 kali berarti perusahaan masih mampu memenuhi kewajibannya. Sedangkan jika nilainya di bawah 1,0 kali, maka perusahaan berada dalam kesulitan keuangan.

2. Rasio Cepat
Rasio cepat adalah penjelasan lebih lanjut tentang rasio lancar. Perhitungan rasio cepat hanya menggunakan aset lancar paling likuid untuk dibandingkan dengan kewajiban lancar. Persediaan tidak termasuk dalam perhitungan rasio cepat karena sulit ditukar dengan uang tunai, sehingga rasio cepat jauh lebih ketat daripada rasio lancar. Cara menghitung quick ratio yaitu:

Quick ratio = (current asset – inventory) : current liabilities

Hasil perhitungan rasio cepat jika lebih dari 1.0 maka menunjukkan kemampuan perusahaan yang baik untuk memenuhi kewajibannya. Rasio cepat bisa menjadi referensi yang lebih baik karena berfokus pada aset lancar yang mudah dikonversi menjadi uang tunai.

3. Rasio Kas
Rasio kas adalah cara lain untuk menghitung likuiditas yang melibatkan kas perusahaan. Manfaatnya mirip dengan rasio lancar dan rasio cepat yaitu untuk menentukan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan menghasilkan uang sebagai referensi. Berikut adalah cara menghitungnya.

Cash ratio = (cash + marketable securities) : current liabilities

Itulah pengertian likuiditas yang penting untuk diketahui baik oleh investor maupun pelaku usaha. Informasi tentang tingkat likuiditas suatu perusahaan dapat meyakinkan investor untuk berinvestasi di perusahaan yang bersangkutan. Tapi perhatikan juga, jika tingkat likuiditas perusahaan rendah maka ada kebutuhan untuk diatasi.

Pengertian Likuiditas dan Perhitungannya | Sejuta Artikel | 4.5
%d blogger menyukai ini: