Pengertian Inflasi, Penyebab Inflasi dan Dampak Inflasi

Rabu, Juli 4th, 2018 - Ekonomi

SejutaArtikel.com – Negara yang maju harus memiliki banyak komponen pendukung yang mengikutinya. Salah satu yang paling menonjol adalah sisi ekonomi. Alasan ekonomi dijadikan patokan utama adalah Negara yang berkembang dengan baik tergantung pada tingkat kesejahteraan rakyat di dalam Negara itu sendiri.

Tingkat kesejahteraan dapat diukur dari tingkat ekonomi. Karena ekonomi di Indonesia memeiliki visi dan misi yang intinya adalah untuk mensejahterakan masyarakat, terutama dari sisi ekonomi, karena jika ekonomi adalah masyarakat yang baik maka kehidupan yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri akan berjalan dengan baik.

Tingkat ekonomi yang baik dapat diukur dengan jumlah faktor yang menyebabkan meningkatnya tingkat kesejahteraan juga. Diantaranya adalah :

  • Tingkat pekerjaan tinggi
  • Tingkat produksi tinggi
  • Tingkat pendapatan nasional yang tinggi
  • Neraca pembayaran seimbang
  • Distribusi pendapatan yang merata
  • Tingkat ekonomi tinggi
  • Dan tingkat inflasi rendah

Dari 7 poin yang disebutkan di atas jelas bahwa peluang kerja yang tinggi, berarti menunjukkan jumlah bisnis yang membutuhkan banyak karyawan, jika banyak karyawan maka dapat dijelaskan bahwa tingkat produksi tinggi.

Produksi tinggi meningkatkan pendapatan nasional yang tinggi karena semakin banyak produksi yang diperoleh, sehingga banyak konsumen tertarik dan percaya, sehingga menghasilkan branag yang membutuhkan banyak peluang kerja untuk menarik banyak karyawan.

Dengan banyaknya karyawan yang bekerja, diimbangi dengan tingkat produksi yang tinggi menyebabkan peningkatan pendapatan nasional, sehingga pendapatan bagi karyawan dapat merata sehingga stabilitas nasional menjadi seimbang. Stabilitas nasional dapat ditentukan dari keseimbangan neraca pembayaran yang seimbang, pemerataan pendapatan, tingkat ekonomi yang tinggi dan tingkat inflasi yang rendah.

Banyak orang sangat awam dengan kata inflasi. Yang banyak orang tahu adalah bahwa ekonomi berkembang dengan baik ketika bertemu dengan beberapa komponen, di antara banyak komponen salah satunya adalah tingkat inflasi yang rendah. Dari sekian banyak komponen lain yang menginginkan level tersebut harus tinggi, hanya inflasi yang harus diturunkan.

Pengertian Inflasi

PENGERTIAN INFLASI, PENYEBAB INFLASI DAN DAMPAK INFLASI

PENGERTIAN INFLASI, PENYEBAB INFLASI DAN DAMPAK INFLASI

Inflasi sendiri adalah suatu kondisi dimana tingkat harga secera umum memiliki kecenderungan ke atas. Kenaikan di sini berarti kecenderungan kenaikan harga, ketika naik berarti harganya akan mahal, jika mahal maka konsumen akan mengurangi pembelian, sehingga produsen tidak ingin mendapat kerugian karena memiliki banyak meproduksi tetapi tidak terjual, maka produsen juga akan mengurangi tingkat produksi.

Jadi di sinilah titik di mana jika inflasi tinggi menunjukkan ekonomi tidak tumbuh dengan baik, maka laju inflasi dalam perekonomian harus rendah.

Penyebab Inflasi

Inflasi tidak bisa begitu saja tanpa sebab. Dibawah ini adalah penyebab terjadinya inflasi:
1. Peningkatan permintaan melebihi pasokan atau di atas kemampuan produksi
Kami tahu bahwa permintaan muncul karena keinginan konsumen untuk membeli barang atau jasa yang diinginkan. Hukum permintaan mengatakan bahwa kebalikan dari jumlah harga dengan jumlah produk yang diminta. Dapat dijelaskan bahwa harga barang atau jasa yang mahal adalah barang yang semakin turun atau kurang diminta.

Peningkatan permintaan ini mempengaruhi perubahan harga produk itu sendiri. Karena meningkatnya permintaan karena harga murah, maka kemampuan daya beli juga tinggi.

Sementara itu berbanding terbalik dengan tawaran, konsep penawaran itu sendiri menjelaskan bahwa perubahan harga dan perubahan jumlah barang berbanding lurus, di sini dimaksudkan bahwa ketika harga naik, semakin banyak produk akan ditawarkan dan sebaliknya versa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tawaran salah satunya adalah kemampuan perusahaan yang melakukan penawaran untuk produksi. Disini digambarkan bahwa jika perusahaan memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk dengan intensitas tinggi menyebabkan jumlah produk yang dihasilkan akan tinggi pula, sehingga menyebabkan tawaran akan cenderung besar atau tinggi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa peningkatan permintaan yang melebihi pasokan atau di atas kemampuan untuk menghasilkan menyebabkan penyebab tren harga naik, karena antara permintaan dan penawaran atau kemampuan untuk menghasilkan tidak seimbang, sehingga tidak membuat harga inflasi ekuilibrium atau kenaikan harga cenderung naik.

2. Kenaikan biaya produksi
Biaya produksi adalah total semua faktor produksi yang dikeluarkan proses produksi salaam untuk menghasilkan bahan yang siap dipasarkan. Biaya produksi ini termasuk:

  • Bahan baku, bahan yang menjadi dasar pembuatan bahan produksi
  • Bahan pembantu, bahan yang menjadi bahan baku
  • Upah tenaga kerja, dari manajer ke kargo
  • Depresiasi peralatan produksi, tidak selalu peralatan produksi yang dapat digunakan selamanya maka satu kali akan rusak sehingga perlu diperbaiki atau diganti baru
  • Bunga modal
  • Sewa (bangunan atau peralatan lain), jika ada sesuatu yang tidak bisa kita miliki sendiri maka kita butuh sewa
  • Biaya transportasi
  • Biaya administrasi
  • Biaya listrik, telepon, dan air
  • Biaya pemeliharaan peralatan produksi, hal ini dilakukan agar peralatan produksi ikita tidak cepat rusak atau jika masalah tidak menghambat pengerjaan produksi
  • Biaya keamanan
  • Biaya asuransi untuk semua peralatan dan semua tenaga kerja
  • Biaya pemasaran barang produksi
  • Dan pajak perusahaan terakhir

Jadi bila dilihat dari beberapa komponen biaya produksi itu sendiri lah yang menyebabkan inflasi. Bukan hanya biaya produksi yang hanya bahan baku tetapi upah buruh dan keperlun umum yang menunjang kegiatan proses produksi.

3. Peningkatan jumlah uang beredar di masyarakat
4. Jumlah barang yang berkurang di pasaran
5. Inflasi dari dalam dan luar negeri

Teori Inflasi

Meski banyak penyebab inflasi, tetapi inflasi masih bisa disimpulkan lagi menjadi beberapa teori. Teori ini menjelaskan penyebab utama dari inflasi itu sendiri, yang merupakan penyebab utama kecenderungan harga naik dari waktu ke waktu.

Teori ini dibagi menjadi beberapa teori seperti teori kuantitas, teori Keynesian dan teori struktural. Ketiga teori ini menjelaskan penyebab utama inflasi.

1. Teori Kuantitas
Teori kuantitas itu sendiri menjelaskan bahwa penyebab utama inflasi tidak lain adalah hasil dari sejumlah besar uang yang beredar. Bnyaknya jumlah uang yang beredar, bahkan tidak membuat perekonomian di Indonesia baik, tetapi menyebabkan harga memiliki kecenderungan untuk naik, jadi itu bukan hal yang baik jika jumlah uang yang beredar telah meningkat, maka itu harus dihindari, dan pemerintah diharuskan untuk mengontrol peredaran uang. Dalam teori kuantitas dijelaskan bahwa jumlah besar uang yang beredar adalah satu-satunya penyebab inflasi.

2. teori Keynesian

Teori ini lebih mengarah pada penjelasan bahwa penyebab inflasi dilihat dari penyebab besar dan komprehensif sifat pelaku ekonomi, yaitu dalam hal masyarakat. Orang cenderung ingin berkembang melampaui zona nyaman dari kelelawar ekonomi mereka.

Ini sering terjadi karena melihat sifat manusia yang tidak pernah terpuaskan, sehingga orang cenderung ingin berada di luar batas di mana ia dapat berekonomi, keinginan yang sudah dalam batas, dimaksimalkan lagi.

3. Teori strukturalis

Teori ini menjelaskan bahwa penyebab inflasi adalah harga makanan dan barang ekspor.

Jenis Jenis Inflasi

Terjadinya kecenderungan harga yang meningkat, disebut sebagai inflasi, tetapi inflasi itu sendiri dikelompokkan menjadi empat jenis, nampaknya walaupun itu disebut inflasi kita masih bisa mengendalikan laju inflasi. Dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Inflasi ringan
Inflasi ini dikatakan sebagai kekhawatiran ringan bahwa tren harga meningkat dalam setahun kurang dari 10%. Ini masih bisa diatasi oleh pemerintah dan masih bisa dikendalikan. Inila menyebutkan sebelumnya bahwa itu disebut inflasi tetapi masih bisa di bawah kendali pemerintah

2. Inflasi sedang
Inflasi ini sudah mulai waspada. Tren harga meningkat antara 10% – 30% dalam setahun. Memang ini masih tidak berbahaya, tetapi itu adalah usdah mengurangi kesejahteraan orang-orang yang berada pada pekerja yang mendapatkan penghasilan tetap. Mak inflasi jenis ini disebut tingkat peringatan inflasi walaupun masih dalam tipe moderat

3. Inflasi berat
Jenis inflasi ini sudah berada pada tahap yang berbahaya. Tren harga 30% hingga 100% dalam setahun akan menyebabkan banyak orang yang enggan menabung dan lebih mungkin menyimpan barang, karena ekonomi sudah kacau, jika kita tidak mempersiapkan diri kita maka kita jatuh ke dalam lubang kesulitan, karena saat ini kesejahteraan masyarakat menurun

4. Inflasi sangat berat
Infestasi ini sudah berada pada tahap yang sangat berbahaya jika tren harga naik telah melampaui 100% per tahun. Hal ini menyebabkan ekonomi kacau yang tidak dapat lagi dikendalikan oleh pemerintah, sehingga dapat menyebabkan Negara tidak dapat tumbuh bahkan menjadikaan tingkat negara berkembang atau maju untuk membuat negara turun tingkat di bawah.

Pengertian Inflasi, Penyebab Inflasi dan Dampak Inflasi | Sejuta Artikel | 4.5
%d blogger menyukai ini: