Pengertian Hutan Taiga beserta Ciri dan Jenisnya

Februari 8, 2018 | Penulis: | Posted in Geografi

Pengertian Hutan Taiga beserta Ciri dan Jenisnya – Bumi kita terbagi menjadi iklim tropis, subtropis, beriklim sedang, dan dingin. Perbedaan iklim membuat makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan tidak semua bisa tumbuh dan bertahan di daerah yang sama.

Meski mampu beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya, tidak semua makhluk hidup bisa hidup di segala tempat. Oleh karena itu keanekaragaman hayati tersebar di seluruh bumi, membuat satu wilayah berbeda dari belahan dunia lainnya.

Dalam biologi, istilah biome dikenal untuk merujuk pada tipe habitat hidup di wilayah tertentu yang tercakup dalam iklim. Bioma akan berbeda satu sama lain. Salah satu biomassa di bumi adalah taiga bioma atau sering disebut hutan taiga atau hutan konifer. Bioma ini adalah bioma terbesar di dunia. Lalu apa yang bisa kita ketahui tentang taiga bioma? Mengapa disebut hutan konifer? Dimana itu? Bagaimana bentuknya? Apa ciri-cirinya? Mari temukan jawabannya di artikel berikut!

 

Pengertian hutan taiga

Hutan Taiga Pengertian beserta Ciri dan Jenisnya

Hutan Taiga Pengertian beserta Ciri dan Jenisnya

Di Rusia, taiga berarti hutan. Biomea taiga atau bioma boreal atau taiga atau hutan jenis konifungsi terletak di antara daerah subtropis dan kutub belahan bumi utara. Bioma Taiga adalah bioma terestrial atau terestrial. Bioma taiga terletak tepat di bawah bioma tundra. Bioma ini adalah satu dari tiga biakan hutan. Biomassa hutan lainnya adalah biomassa hutan musiman dan biomassa hutan hujan tropis. Hutan taiga merupakan bagian dari hutan dunia seluas 29%.

Seperti dikutip dari britannica.com, taiga hutan dimulai dari periode di akhir zaman es yang berakhir pada 11.700 tahun yang lalu. Spesies yang membentuk hutan taiga berasal dari Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Kemudian karena gletser (mencairnya salju dan aliran seperti sungai), spesies hutan taiga mulai bergerak ke utara di Eropa dan Amerika Utara.

Kemudian di Kanada mulai tumbuh pertumbuhan spesies conifer cemara cemara putih dengan cepat karena biji-bijian tersebut dibawa oleh embusan angin kencang ke arah itu. Tidak seperti hari ini, tanah masih saling terhubung sehingga memungkinkan spesies yang hidup di darat bermigrasi karena tidak banyak es yang mencair ke perairan.

Baca Juga:  Pengertian Hutan Rawa Gambut

Tidak semua daerah iklim memiliki hutan taiga. Negara dengan hutan taiga meliputi Amerika Utara, Alaska, Rusia, Skandinavia dan Siberia.

 

Ciri-ciri Hutan Taiga

Setiap bioma di bumi harus memiliki ciri-ciri yang berbeda. Inilah salah satunya karena adanya perbedaan iklim. Berikut beberapa tipikal taiga bioma:

1. Musim
Hutan taiga adalah daerah dengan 4 musim, yaitu semi, panas, musim gugur, dan dingin. Tapi musim gugur dan musim semi sangat singkat. Hutan taiga memiliki musim dingin yang sangat panjang. Sedangkan musim panas di hutan taiga hanya berlangsung selama 3 bulan. Hujan masih terjadi saat musim panas. Bahkan air hujan ini pun akan membeku menjadi es, sehingga di musim panas pun masih ada lapisan es. Oleh karena itu musim panas di hutan taiga disebut musim panas yang basah.

2. Suhu
Kawasan hutan taiga yang tepat di bawah biola tundra didominasi lumut, memiliki suhu ekstrim. Suhu rata-rata tahunan hutan taiga sekitar -5 derajat celcius sampai 5 derajat celcius. Suhu yang paling dingin bisa mencapai -54 derajat celcius sedangkan suhu terpanas bisa mencapai 21 derajat celcius.

3. Adanya kebakaran hutan
Api biasa terjadi di hutan taiga. Api ini berfungsi untuk menghilangkan area yang ditumbuhi tanaman tidak sehat atau pohon tua yang bisa diganti dengan tanaman baru. Kehadiran api alami membantu daun dan cabang kering yang mungkin tertangkap di puncak pohon yang menjadi kanopi dan menahan sinar matahari sehingga bisa membara sehingga bisa membuka jalan bagi sinar matahari untuk proses fotosintesis. Sinar matahari yang sampai ke permukaan lapisan tanah akan membantu pertumbuhan tanaman baru yang bisa menjadi makanan ternak di daerah tersebut.

4. Kesuburan tanah
Di hutan taiga, tanaman yang mendominasi tidak menggugurkan daun sehingga nutrisi di dalam tanah tidak sebagus hutan pada umumnya. Hal ini mempengaruhi kesuburan tanah dan menyebabkan tidak semua tanaman hidup. Tanah di hutan taiga bersifat asam karena daun tanaman konifera yang jatuh ke permukaannya. Selain itu, tanah berbatu juga menyebabkan kesuburan tanah tidak begitu baik.

Baca Juga:  Fungsi Hutan Mangrove Bagi Konservasi Pantai dan Daerah Pesisir

5. Adanya permafrost
Permafrost menurut britannica.com adalah material tanah atau bumi yang mengalami suhu di bawah 0 derajat celcius untuk jangka waktu minimal 2 tahun. Lapisan permafrost yang aktif akan mencair di musim panas dan membeku di musim dingin. Tapi lapisan di bawah lapisan aktif selalu membeku.

Jenis Flora dan Fauna di Hutan Taiga

Tidak semua tanaman bisa hidup di kawasan hutan taiga. Hanya spesies konifer yang bisa bertahan. Ini karena spesies konifer memiliki ciri-ciri yang memungkinkan spesies mereka tumbuh dalam suhu ekstrim.

Tanaman konifer tipikal meliputi:
Daunnya berbentuk jarum. Bentuk daun ini mengurangi penguapan sehingga cadangan air tidak banyak terbuang.
Tanaman daun-dan jenis konifer berwarna hijau gelap. Hal ini untuk memaksimalkan kemampuan menyerap panas agar bisa melakukan proses fotosintesis sehingga bisa terus bertahan.

Daun tanaman konifera juga memiliki lapisan lilin yang membuatnya mampu bertahan dalam suhu ekstrim sehingga tidak mudah pecah saat tertutup salju.

Tanaman konifer adalah tanaman berdaun hijau sepanjang tahun sehingga sering disebut tanaman cemara.
Tanaman konifer tumbuh berdekatan dan membentuk kanopi untuk melindungi dari suhu dingin dan angin kencang.

Pohon berbentuk konifer berbentuk kerucut sehingga saat salju tidak terbenam pada puncaknya sehingga ranting tidak mudah pecah.
Beberapa spesies konifer memiliki rentang umur yang panjang, bahkan sampai usia 200 tahun.

Pohon yang termasuk jenis konifer ini adalah cemara, juniper, pinus, cedar, cemara, dan batang cemara. Di hutan taiga, pertumbuhan hanya bisa terjadi selama musim panas. Sedangkan musim panas di wilayah taiga sangat singkat. Padahal spesies konifer ini banyak digunakan untuk pembuatan bahan baku kertas.

Selain jenis tanaman konifera, hutan taiga hanya ditumbuhi lumut di pohon dan permukaan tanah dan semak-semak yang terdiri dari tanaman berdaun basah. Tanaman ini akan berkembang pada musim panas yang pendek karena sinar matahari yang bisa mencapai permukaan tanah.

 

Jenis Fauna di Hutan Taiga

Hewan-hewan di hutan taiga adalah binatang berbulu tebal yang memiliki kemampuan untuk hibernate atau tidur lama saat musim dingin seperti beruang, serigala, snowboys dan rubah. Mereka akan bersembunyi di lubang atau sarang hangat untuk menyelamatkan diri dari musim dingin yang ekstrem.

Baca Juga:  Pengertian Hutan Hujan Tropis

Hewan ini bisa bertahan tanpa makan dalam waktu lama karena memiliki cadangan lemak di tubuh mereka. Beberapa dari mereka juga beradaptasi dengan memiliki kemampuan untuk mengubah warna bulu sesuai dengan musim saat ini. Umumnya, hewan yang hidup di kawasan hutan taiga memiliki cakar atau kuku yang tajam. Mereka juga ahli memanjat pohon.

Selain hewan dengan kemampuan hibernasi, hutan taiga juga dihuni oleh beberapa jenis burung migran. Ini karena di musim panas, di hutan ada banyak serangga taiga yang menjadi makanannya. Diperkirakan 32.000 spesies serangga hidup di hutan taiga. Selain pemakan serangga, ada juga beberapa jenis burung yang mengonsumsi biji-bijian. Burung-burung yang bermigrasi juga membuat sarangnya berkembang biak. Tapi saat musim kawin sudah berakhir, mereka akan bergerak.

Fakta Lain Tentang Hutan Taiga
Kayu dari pohon-pohon di hutan taiga paling banyak digunakan untuk bahan baku kertas. Saat ini masih banyak pembalakan liar dan pembalakan liar yang bisa membahayakan ekosistem hutan di Taiga. Jika pencurian yang tidak bertanggung jawab terus berlanjut, secara tidak langsung akan mempengaruhi keseimbangan biologis bumi.

Ada satu hal lagi yang menjadi hutan taiga. Banyak orang secara ilegal memburu dan menukar hewan yang merupakan penghuni hutan taiga. Umumnya, binatang itu digunakan bulu. Hal ini tentunya juga akan mengganggu keseimbangan alam. Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Kita sebagai makhluk hidup yang mendapatkan banyak manfaat dari alam, harus ikut menjaganya. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah dengan mendidik orang di sekitar keseimbangan alam. Karena manusia terlibat dalam menentukan keberlanjutan bumi ini. Berpartisipasi dalam kampanye di media sosial bisa menjadi langkah kecil kita dalam menyelamatkan bumi sehingga ruang publik untuk kehidupan tidak terganggu.

Penulis:

This author has published 758 articles so far. More info about the author is coming soon.

Tinggalkan Balasan