Kelebihan dan Kekurangan Static Routing

Kelebihan dan Kekurangan Static Routing – Kemarin kita sudah membahas tentang pengertian static routring. Artikel pada hari ini akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan static routing. Routing statis itu sendiri, pada dasarnya memiliki beberapa kelebihan dan juga kekurangan. Berikut ini adalah kelebihannya dan juga kekurangan dari tipe static routing ini.

Kelebihan Static Routing

Tingkat keamanan lebih baik
Keuntungan pertama adalah tingkat keamanan routing statis dinilai lebih tinggi daripada routing dinamis. Ini karena router tidak mungkin berkomunikasi dengan router lain, sehingga dapat meminimalkan terjadinya peretasan atau peretasan pada jaringan melalui router. (baca fungsi utama router)

Proses routing mudah dimonitor
Proses pengawasan pada router akan lebih mudah, karena setiap administrator atau operator sudah memahami jalur mana yang harus dilalui dalam proses routing. Jadi ketika ada yang salah, administrator dan operator hanya melihat pada tabel routing dan memperbaiki kesalahan yang muncul.

Pengelolaan tuning dilakukan dengan mudah
Proses manajemen routing juga akan menjadi lebih mudah. Administrator baru saja meninggalkan perintah pada tabel routing, jalur mana yang akan dilewati, dan dapat juga secara manual menutup rute jalus jika perlu, sehingga akan menjadi lebih efisien dalam proses penyetelan.

Jika terjadi kesalahan routing dapat dideteksi dengan mudah
Administrator dan juga operator juga akan dapat mendeteksi dan juga menganalisis kesalahan yang terjadi selama proses routing sedang berlangsung. Tetapi jika kesalahan ada pada perangkat keras komputer, itu akan membuat routing dan koneksi internet terputus yang menyebabkan komputer macet.

Kelebihan dan Kekurangan Static routing
Static Routing

Kekurangan Static Routing

Membutuhkan administrator jaringan dan operator
Kelemahan dari routing statis pertama berasal dari SDM, alias mereka yang mengoperasikan router. Setiap administrator dan operator harus menyadari prinsip routing dan juga proses manajemen dalam tabel routing, sehingga proses routing dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada rute pengiriman kesalahan.

Baca Juga:  Pengertian Static Routing dan Fungsinya

Sulit diterapkan ke jaringan berskala besar
Dengan kemampuan sumber daya manusia yang terbatas, routing statis tidak cocok untuk jaringan berskala besar. Ini akan sangat merepotkan dari administrator atau operator, dan tidak terlalu efektif untuk digunakan.

Proses pengeditan data dalam tabel routing harus dilakukan secara manual
Jika sistem harus menutup atau membuka rute pada proses routing, itu harus terlebih dahulu dilakukan pengeditan dan pemutakhiran di tabel routing secara manual. Ini akan menyulitkan operator, dan juga dapat mengurangi efisiensi waktu dari proses routing yang akan berlangsung.

Demikianlah artikel tentang kelebihan dan kekurangan static routing yang bisa saya rangkum. Semoga bermanfaat. Terimakasih 😀

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *