Ciri Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis dalam Perekonomian

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis dalam Perekonomian – Proses pemenuhan kebutuhan masyarakat selalu dikaitkan dengan kegiatan ekonomi. Ekonomi adalah ilmu atau prinsip yang membahas produksi (produksi), konsumsi (penggunaan) dan penyaluran (penyaluran) serta dalam hal pembiayaan dan industri. Keterkaitan antara produksi, konsumsi dan distribusi yang merupakan pemenuhan kebutuhan adalah apa yang disebut sistem ekonomi.

Peran Pemerintah sebagai Pelaku Ekonomi
Sistem ekonomi itu sendiri memiliki banyak jenis mulai dari yang tradisional, yaitu sistem ekonomi yang hanya ada produksi dan konsumsi, ini berarti jika mereka menginginkan barang maka mereka menghasilkan atau membuat, jika tidak maka mereka melakukan barter. Baik sistem ekonomi komando maupun sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang diatur oleh pemerintah, secara keseluruhan dan pemecahan masalah merupakan tanggung jawab pemerintah.

Ketiga, sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi dimana pemerintah memberikan kebebasan penuh kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi, dan yang terakhir adalah sistem ekonomi campuran adalah sistem integrasi ekonomi antara sistem ekonomi pasar dan Sistem komando ekonomi, gabungan sistem ekonomi gabungan ini keduanya mengambil keuntungan dan mengurangi kelemahan keduanya.

Baca juga: Pengertian ekonomi menurut para ahli

Sistem ekonomi ini berusaha memecahkan masalah ekonomi yang bertujuan untuk mengenali kemakmuran masyarakat sebagai agen ekonomi. Di Indonesia sendiri sistem ekonomi yang dialkuakan adalah sistem ekonomi kapitalis.

Sistem ekonomi kapitalis juga disebut sistem ekonomi bebas, atau yang disebut sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang merupakan sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh di semua bidang ekonomi kepada setiap individu untuk mendapatkan keuntungan terbesar tanpa campur tangan pemerintah.

Ciri Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis dalam Perekonomian

ciri ciri sistem ekonomi kapitalis
ciri ciri sistem ekonomi kapitalis

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis adalah:
1. Publik memiliki hak untuk menjalankan hak ekonominya
Ini menjamin bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan barang-barang ekonomi dan akal secara legal meskipun mereka memiliki kebebasan ekonomi namun diberi lisensi secara legal namun mengadakan kesepakatan yang berkaitan dengan hak-hak alamiah terlepas dari kekuatan Negara.

Baca Juga:  Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli

Pemberian hak kepemilikan terhadap kekayaan memiliki fungsi ekonomi penting: Individu diberikan insentif untuk aset mereka untuk dimanfaatkan secara produktif, ini adalah peran ekonomi bebas. Dengan memberikan hak ini, individu tersebut merasakan harga dan rasa hormatnya sendiri. Jadi dengan itu kreativitas dan inovasi akan muncul dari setiap individu menuju kemajuan ekonomi.

2. Peralatan produksi ada di tangan individu
Karena itu dilakukan oleh masyarakat sendiri, alat produksi yang digunakan berada di tangan individu berarti disini adalah mereka mencari produksi sendiri laat mereka gunakn dalam memproduksi barang yang akan mereka pakai.

Sebenarnya ini akan memiliki dampak ganda, dampak positifnya akan membuat individu lebih leluasa menjalankan dan mnggunakan alat produksi dengan baik. namun dampak negatifnya adalah bahwa seringkali akan ada monopoli orang-orang yang mengendalikan alat-alat produksi.

3. Pemerintah tidak bisa secara langsung melakukan intervensi dalam urusan ekonomi
Intervensi pemerintah sendiri terbatas pada perlindungan dan pengawasan ekonomi. Sehingga masyarakat bisa melakukan kegiatan ekonomi tanpa campur tangan pemerintah di dalamnya. Tentu hal ini mengindikasikan pasar bhawa akan sering terjadi konflik karena bagian bawahnya terasa dezolimated dengan kebijakan penguasa. Selain masalah ekonomi juga lambat karena tidak ada partai netral seperti pemerintah yang ikut campur di dalamnya.

4. Modal memiliki intervensi penting dalam kegiatan ekonomi
Ini menyatakan bahwa untuk mencapai yang terbaik bagi masyarakat. Setiap individu dalam masyarakat kapitalistik dimotivasi oleh kekuatan ekonomi sehingga dia bertindak sedemikian rupa untuk mencapai kepuasan terbesar dengan biaya atau pengorbanan paling rendah.

Oleh karena itu, dalam kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat setidaknya berdasarkan modal dan pendapatan yanag seimbang, lebih baik jika modal diberikan lebih sedikit dari pada keuntungan yang dihasilkan sehingga dapat mencapai kemakmuran ekonomi masyarakat. Dalam ekonomi kapitalis ini kita akan menemukan ketergantungan semua pihak pada modal. Jadi partai yang memiliki modal besar akan bebas dalam aktivitas ekonomi negaranya dan akan bisa memonopoli sekitarnya.

Baca Juga:  Pengertian Sistem Ekonomi Ali Baba

5. Kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi berdasarkan motif keuntungan
Motif keuntungan inilah yang menyebabkan pasar ini disebut dengan menggunakan sistem ekonomi kapitalis, di sini setiap kegiatan ekonomi dilakukan dengan kuat terhadap keuntungan yang dihasilkan. Keuntungan atau keuntungan memang menjadi salah satu aspek penting dan tujuan utama. Ini adalah titik penting di mana ekonomi kapitalis difokuskan pada pencarian keuntungan yang bisa dibilang lebih cenderung melihat hasil daripada proses.

6. Harga terbentuk di pasar bebas
Dalam harga di pasar bebas dibagi menjadi 3, yaitu penentuan harga dalam produksi, konsumsi, dan distribusi.

  • Peranan harga dalam produksi
    Struktur harga bisa terbentuk karena kemampuan produsen menanggung biaya yang harus ditanggung dalam kegiatan produksi. Jadi harganya bisa ditentukan berapa produsen bisa menanggung beban biaya produksi. Tingkat produksi melibatkan tiga hal, yaitu barang apapun, berapa, dan untuk siapa barang diproduksi.

 

  • Bagi produsen
    Barang yang dihasilkan adalah barang dan jasa yang menghasilkan keuntungan, yaitu barang yang laku di pasaran. Sedangkan tingkat produksi disesuaikan dengan tingkat permintaan konsumen berdasarkan kemampuan konsumen secara keseluruhan atau masyarakat pada umumnya, namun sekelompok konsumen atau beberapa orang yang melakukan permintaan barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen.

 

  • Peran harga dalam konsumsi
    Konsumen hanya bertindak sebagai pengguna, di pasar bebas, penjual dan pembeli bebas menawar, jadi penentuan harga di onsusmsi inilah yang menyebabkan terbentuknya harga.

Peran harga dalam distribusi
Pertemuan antara tingkat harga yang berlaku di pasar dan keputusan konsumen untuk membeli barang dan jasa merupakan sarana penyaringan dimana barang terjual dan tidak laku. Kedua keadaan memiliki konsekuensi, konsekuensi pertama dari barang yang dijual di pasaran adalah kemungkinan keuntungan yang diperoleh pabrikan. Saat ini produsen keuntungan dia akan memutuskan apakah tingkat produksi (supply) tetap atau naik.

Baca Juga:  Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional

Konsekwensi kedua dari barang yang tidak laku di pasaran adalah kemungkinan kerugian yang dialami maka dia tetap melakukan produksi meski dengan menurunkan level dari produksi. Di sisi lain, ketika produsen tidak lagi menanggung kerugian, maka baginya harus berhenti berproduksi atau dengan kata lain menutup bisnisnya. Kombinasi dua konsekuensi menghasilkan atau mengubah tingkat produksi.

7. Ada persaingan bebas di pasaran
Persaingan bebas ini dilakukan antara penjual yang menjual barang sepura, antara pembeli untuk mencapai barang yang diinginkan, antara pekerja untuk mendapatkan pekerjaan, antara atasan untuk mendapatkan pekerja, dan antara pembeli dan penjual untuk mencapai keseimbangan dalam memenuhi kondisi yang baik. Persaingan bebas sebenarnya memiliki banyak dampak, bisa jadi juga kurang baik. Positif dengan pasar bebas maka setiap individu akan berpikir keras dalam usaha mencapai modal yang besar.

8. Adanya pasar bebas
Pasar bebas ini ditandai sebagai pasar dimana penjual tidak dapat mempengaruhi harga karena jumlahnya cukup banyak, dan pembeli dan penjual bebas melakukan aktivitas perdagangan karena tidak dibatasi oleh permintaan dan penawaran.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya sistem ekonomi kapitalis masyarakat diharapkan dapat melakukan kegiatan ekonomi sesuai dengan yang mereka inginkan, apalagi sistem ekonomi mendorong masyarakat lebih kreatif dan mencoba maju.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *