Karakteristik Perusahaan Manufaktur yang Harus Diketahui

Karakteristik Perusahaan Manufaktur yang Harus Diketahui – Di zaman kuno, orang harus mencari solusi sendiri untuk memenuhi kebutuhan mereka. Misalnya, untuk mandi, mereka menggunakan batu dan daun tertentu sebagai sabun.

Seiring dengan berkembangnya era dan sains, kebutuhan tersebut ditangkap sebagai peluang bisnis yang menjanjikan oleh pelaku usaha. Mereka mendirikan pabrik penghasil barang yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Karena kebutuhan mutlak harus dipenuhi agar mau tak mau produk akan memenuhi kebutuhan akan tetap bisa dibeli. Dari situ dikembangkan sebuah pabrik manufaktur.

Semakin beragam kebutuhan masyarakat menciptakan ide kreatif dan inovatif bagi pengusaha. Pabrik manufaktur semakin meluas di berbagai daerah. Apalagi di daerah yang masih berpenghasilan rendah. Para pengusaha datang untuk mendirikan pabrik di daerah tersebut karena mereka berasumsi bahwa mereka akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak mungkin dengan upah minimum regional yang rendah. Sehingga akan memberikan manfaat maksimal bagi mereka.

Lalu apa sebenarnya perusahaan manufaktur itu? Bagaimana karakteristiknya? Disini kita akan membahas tentang karakteristik perusahaan manufaktur.

 

Pengertian Perusahaan Manufaktur

6 Karakteristik Perusahaan Manufaktur yang Harus Diketahui
Perusahaan Manufaktur

Manufaktur adalah kata penyerapan “manufaktur” bahasa Inggris yang berarti produksi. Produksi itu sendiri memiliki arti sebagai kegiatan mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.

Perusahaan manufaktur atau masyarakat umum menyebutnya dengan pabrik, adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan bahan baku. Bahan olahan menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Jadi produk yang dijual oleh perusahaan manufaktur adalah barang setengah jadi dan barang jadi.

Contoh barang setengah jadi seperti kain yang bisa diolah lagi menjadi pakaian, kelambu, dan kain lainnya. Sedangkan barang jadi adalah barang yang siap dikonsumsi atau siap pakai, seperti sepatu, tas, sabun mandi, makanan ringan, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Pengertian Perusahaan Menurut Para Ahli

 

Karakteristik Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:

1. Kegiatan operasional usaha menghasilkan bahan baku menjadi barang jadi
Sesuai dengan pengertian, kegiatan operasional utama perusahaan manufaktur adalah melakukan kegiatan produksi yaitu mengolah bahan baku atau bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Tanpa proses produksi, tidak mungkin perusahaan manufaktur bisa bekerja.

2. Pendapatan dari usaha penjualan barang
Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi, memproduksi dan menjual barang. Barang yang dimaksud bisa jadi barang setengah jadi dan barang jadi seperti peralatan rumah tangga, aneka jenis makanan dan minuman, dan sebagainya. Jelas bahwa kegiatan operasional perusahaan adalah menjual barang berwujud. Maka penghasilan utama perusahaan manufaktur diperoleh dari penjualan barang yang mereka hasilkan.

3. Miliki inventaris produk fisik
Produk yang dijual oleh perusahaan manufaktur adalah barang berwujud yang bisa dilihat dan disentuh. Jadi perusahaan ini memiliki persediaan produk fisik. Inventarisasi produk mungkin siap menjual barang jadi atau inventarisasi barang setengah jadi atau barang dalam proses yang akan diproses kembali menjadi barang jadi.

Karena tidak banyak persediaan produk, perusahaan manufaktur menerapkan sistem pencatatan dengan metode tertentu untuk menghitung pembelian dan penggunaan bahan bakunya. Selain persediaan dan penggunaan bahan baku, produk yang telah diproduksi juga harus dicatat dan dipantau.

Dalam sistem pencatatan harus dilaksanakan secara hati-hati dan teliti. Hal ini dimungkinkan untuk menghindari kerugian pada item yang hilang atau catatan salah tempat yang dapat mempengaruhi akun keuntungan dan kerugian perusahaan.

4. Biaya produksi terdiri dari Bahan Baku, Tenaga Kerja, dan Biaya Overhead
Biaya yang diserap dalam proses manufaktur perusahaan manufaktur terdiri dari 3 unsur biaya, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik (BOP).

Baca Juga:  Perbedaan Perusahaan Kecil Menengah dan Besar

Biaya bahan baku adalah penggunaan bahan baku sebagai bahan baku yang diolah dalam proses produksi. Biaya tenaga kerja adalah penggunaan personil semua karyawan yang terlibat dalam proses produksi, baik karyawan divisi operasional maupun manajerial.

Sementara biaya overhead pabrik adalah biaya di luar biaya bahan baku dan tenaga kerja. Biaya overhead yang biasa disebut BOP adalah biaya yang dikeluarkan untuk penggunaan bahan pembantu atau biaya tidak langsung lainnya. Meski tidak langsung diserap dalam produk, BOP tetap harus dikeluarkan atau dibebankan karena biaya ini juga memberikan kelancaran dalam proses produksinya.

Contoh BOP adalah biaya bahan pembantu, biaya pengawasan mesin pabrik, biaya telepon, biaya listrik, dan lain sebagainya.

5. Menghitung Biaya Produksi atas Laporan Laba Rugi
Biaya Produksi adalah perhitungan biaya penggunaan bahan baku, bahan tenaga kerja dan overhead pabrik yang melekat pada produk. Perhitungan biaya produksi sangat dibutuhkan untuk mengetahui berapa biaya produksi yang telah dibebani pada produk yang telah dihasilkan. Agar biaya ini bisa diserap bisa diganti dengan harga jual produk yang dihitung melalui harga pokok penjualan.

6. Perhitungan Harga Pokok Penjualan terhadap Perhitungan Laba Rugi
Selain perhitungan harga pokok produksi, laporan laba rugi juga menghitung harga pokok penjualan. Harga Pokok Penjualan adalah perhitungan biaya produksi dan biaya lain yang diserap dalam produk barang setengah jadi atau barang jadi, ditambah nilai persediaan awal produk dan dikurangi nilai persediaan akhir produk. Berguna bagi perusahaan untuk mengetahui harga jual produk dengan benar agar tidak kalah. Juga perusahaan dapat memperoleh keuntungan dengan menambahkan persentase pendapatan yang diinginkan dalam harga jual produknya.

Karakteristik Perusahaan Manufaktur

Setelah mengetahui pembahasan tentang karakteristik perusahaan manufaktur, maka dapat diketahui karakteristik perusahaan manufaktur yang melekat pada karakteristik di atas, yaitu sebagai berikut:

Baca Juga:  Inilah 10 Ciri Perusahaan Abal Abal yang Wajib Anda Waspadai

1. Ada proses produksi
Sesuai dengan penjelasan di atas bahwa kegiatan utama perusahaan manufaktur adalah membuat proses produksi, yaitu mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi dan barang jadi. (Baca Juga: Fungsi Produksi Jangka Pendek)

2. Memiliki 3 jenis persediaan
Di perusahaan manufaktur ada 3 jenis persediaan, yaitu persediaan bahan baku sebagai bahan utama proses produksi, inventarisasi barang proses atau barang setengah jadi, dan barang jadi siap jual. (Juga Dibaca: Faktor Produksi Tenaga Kerja)

3. Ada biaya produksi
Jenis biaya di perusahaan manufaktur yang tidak ditemukan pada jenis perusahaan lain adalah biaya produksi. Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan karena proses produksi. Karena dalam proses produksi membutuhkan berbagai jenis bahan dan biaya untuk pembuatan suatu produk.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *