Karakteristik Ekonomi Syariah yang Wajib Anda Ketahui

Karakteristik Ekonomi Syariah yang Wajib Anda Ketahui – Ekonomi syariah merupakan salah satu konsep ekonomi yang muncul dengan nilai syariah yang dipegang teguh. Ekonomi syariah muncul sebagai jawaban atas kerusuhan umat Islam yang menganggap banyak sistem konvensional melanggar peraturan Islam.

Pada dasarnya perbedaan utama antara ekonomi syariah dan ekonomi konvensional adalah nilai yang digunakan jika ekonomi syariah menempatkan nilai-nilai Islam terlebih dahulu, namun ekonomi konvensional lebih bebas dan mencakup semua agama bukan hanya Islam.

Karakteristik Ekonomi Syariah

Karakteristik Ekonomi Syariah
Karakteristik Ekonomi Syariah

Pada artikel ini kita akan membahas tentang karakteristik ekonomi syariah.

1. Menggunakan sistem bagi hasil
Dalam menjalankan kegiatan atau kegiatan ekonomi Syariah mengedepankan keadilan. Keadilan direalisasikan dalam bentuk sistem bagi hasil.

Tujuan dari sistem bagi hasil yang merupakan hasil atau keuntungan dari kegiatan ekonomi terbagi menjadi dua sehingga antara Bank dan nasabah sama-sama menguntungkan. Pendapatan adalah kebalikan dari bunga yang dianggap riba dalam Islam.

Pada dasarnya dalam Islam adalah praktik riba dalam bentuk sistem yang diminati telah dilarang yang terkandung dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 278-279.

Dengan cara ini sistem bagi hasil menjadi jawaban dari larangan sistem bunga, dengan menggunakan sistem ini pelanggan tetap mendapat keuntungan dari aktivitas menabung namun tetap berada di koridor islamiyah.

2. Memadukan antara nilai spiritual dan material
Bukan berarti dalam ekonomi syariah para pelanggan atau pelaku ekonomi tidak mendapatkan keuntungan. Kehadiran ekonomi syariah adalah membantu pelanggan dalam memperoleh keuntungan syariah atau di dalam koridor nilai-nilai Islam.

Berbeda dengan ekonomi konvensional yang hanya dihiasi dengan materialisme atau berfokus pada keuntungan saja tidak peduli apa yang akan mereka terima. Tapi dalam ekonomi syariah ini ada keseimbangan antara material atau keuntungan dengan nilai spiritual.

Tujuan dari pernyataan ini adalah bahwa dalam ekonomi syariah ini, pelaku usaha dan pelaku ekonomi diharapkan dapat mempraktekkan suatu kegiatan dimana mereka mengecualikan sebagian dari kekayaan mereka bagi mereka yang membutuhkannya untuk zakat, infaq dan shodaqah.

3. Memberi kebebasan sesuai dengan nilai-nilai Islam
Mungkin banyak dari kita berasumsi dengan dasar nilai-nilai Islam kita sebagai pelaku ekonomi yang dibatasi dalam praktik atau aktivitas kita, ini tidak benar. Karena pada dasarnya dalam ekonomi syariah setiap individu diberi kebebasan dalam bertindak dan berperilaku dalam ekonomi mereka diberi hak dan kewajiban sesuai dengan apa yang mereka lakukan.

Jadi setiap individu akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk ekonomi. Tapi kebebasan di sini bukanlah kebebasan dan pemuasan diri sepenuhnya, setiap individu diberi kebebasan namun terikat oleh dasar atau nilai-nilai Islam, jadi mereka harus bertanggung jawab atas semua yang mereka lakukan.

4. Kenali kepemilikan multi-tipe
Yang dimaksud dengan kepemilikan multi-type adalah kepemilikan dana atau seluruh properti dalam perekonomian mutlak milik Tuhan, kepemilikan manusia sebenarnya hanya setoran dari Tuhan.

Manusia diberi dana atau harta untuk diolah dengan baik sehingga menghasilkan hasil yang menguntungkan bagi semua pihak atau kepentingan bersama. Dengan kesadaran akan hal ini tentunya manusia akan lebih mudah dalam melakukan kegiatan ekonomi dan hasilnyapun akan memuaskan karena mereka sadar bahwa semua harta atau kepemilikan hanyalah setoran dari Tuhan dan kapanpun akan diambil.

Baca Juga:  3 Kegiatan Usaha Bank Syariah dalam Undang-Undang Republik Indonesia

Dengan kesadaran ini manusia tidak akan terobsesi untuk mencari keuntungan berlebih tapi lebih kepada berkah dari Allah. Inilah yang membedakan ekonomi syariah dari ekonomi konvensional yang mengakui kepatutan tunggal bahwa harta milik manusia.

5. Perhatikan manfaat dari orang-orang
Dalam ekonomi syariah tidak ada perbedaan atau strata sosial yang terbentuk, dalam perekonomian syariah semuanya sama tergantung pada apa yang mereka lakukan. Fokus semua bentuk kegiatan adalah untuk kepentingan masyarakat, sehingga semua lapisan masyarakat bisa merasakan manfaat dan manfaat dari kegiatan ekonomi yang dilakukan.

Selain itu, dalam ekonomi syariah tidak ada dikotomi antara satu pihak dengan pihak lain. Ini berarti bahwa ekonomi syariah berusaha menciptakan keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum, tidak ada yang lebih penting namun saling melengkapi.

6. Menjaga keseimbangan spiritual dan fisik
Islam adalah agama yang sempurna yang dapat menggabungkan unsur-unsur agama dan unsur sekularitas atau keduniawian. Konsep ini merupakan basis ekonomi syariah, dimana segala bentuk kebijakan dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan antara fisik dan spiritual.

Artinya semua bentuk kegiatan ekonomi diharapkan bisa memberi manfaat dan ketenangan dalam hidup. Berbeda dengan konvensional dimana semua bentuk aktivitas ekonomi diarahkan untuk mengejar keuntungan hanya fisik yang terpenuhi.

7. Menyediakan ruang untuk negara dan pemerintahan
Dalam ekonomi syariah peran pemerintah sangat dibutuhkan dan diakui. Dalam segala bentuk kegiatan atau kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi harus ada pemerintah yang bertindak sebagai atasan dan keputusan tertinggi.

Ekonomi Islam menyadari bahwa manusia memiliki sifat lahiriyah yang selalu menginginkan yang lebih baik daripada yang lain, dengan ini maka risikonya timbul masalah atau masalah besar maka pemerintah diberi ruang untuk memecahkan masalah yang ada atau bisa dibilang menjadi mediator.

Dalam Islam kita wajib mentaati pimpinankita yang di sini berarti negara atau pemerintah. Hal ini terjadi karena mengintui seluk beluk suatu negara mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar adalah pemerintah, jadi memang peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah ekonomi yang ada.

Salah satu contohnya adalah ketika inflasi terjadi, maka pemerintah akan bertindak untuk mengatsi hal ini dengan menerapkan kebijakan agar harga tetap stabil kembali dan masyarakatpun kembali makmur.

8. Berikan panduan konsumsi
Konsumsi dalam perekonomian merupakan kegiatan inti dan juga aspek peling menentukan kemajuan atau perkembangan ekonomi suatu negara. Aktivitas konsumsi pada dasarnya mengandung pembelian produk, penggunaan produk, dan pemanfaatan produk. Dimana semua proses ini harus memiliki fondasi yang baik, konsumsi harus disesuaikan dengan kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan.

Namun seringkali dalam kasus ini masih banyak orang yang tidak peduli dengan dasar atau aturan dalam konsumsi. Selama ada uang mereka akan terus mengkonsumsi aktivitas terlepas dari kegunaan produknya, mereka hanya fokus pada keinginan. Dari ekonomi syariah ini muncul sebagai cara melakukan konsumsi yang baik atau dengan cara Islami.

Baca Juga:  6 Tujuan Ekonomi Syariah yang Wajib Anda Ketahui

Tidak mudah untuk memahami konsep konsumsi Islam yang membutuhkan ketegasan dan ketulusan dalam implementasinya. Dalam Islam semua bentuk konsumsi harus bermanfaat dan bermanfaat bagi individu maupun untuk kepentingan ummah. Dimana setiap muslim masih melakukan konsumsi dengan akal dan cukup dari pada itu juga berpikir untuk berkontribusi pada pihak yang sangat membutuhkan.

9. Melarang Riba
Ekonomi Islam adalah bentuk atau produk yang dihasilkan oleh ekonomi syariah. Dalam ekonomi Islam tentu tidak ada aktivitas atau bentuk kegiatan yang melanggar ajaran Islam. Kita tahu pasti bahwa praktik riba baru-baru ini sering dilakukan oleh siapa saja untuk mendapatkan keuntungan baik dilakukan dengan sengaja atau tidak sadar.

Oleh karena itu dalam Islam praktik riba dibuat karena akan mengganggu tubuh dan semangat pelaku. Riba membuat harta yang kita miliki akan terkontaminasi dengan hal-hal negatif tentunya hal ini akan tetap terbawa dalam setiap aktivitas yang kita lakukan.

Bayangkan saja saat riba terus menerus kita lakukan dengan sengaja atau tidak maka itu menumbuhkan dan mengendap pada kita dan tentu saja akan buruk bagi kita. Oleh karena itu, ekonomi syariah hadir dengan tujuan untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi lebih baik dengan menerapkan beberapa kebijakan atau alternatif yang dapat membuat kita aman dan menghindari segala bentuk kesalahan.

10. Memberikan panduan investasi
Bila kita terjun ke dunia ekonomi jangan sampai lepas dari nama investasi. Di islampun sudah diatur bagaimana investasi itu benar dan bagus. Setidaknya ada lima kriteria yang harus dipenuhi dalam investasi yaitu:

a. Sebuah proyek bagus menurut Islam
Semua bentuk proyek investasi harus didasarkan pada nilai-nilai kerugian yang dapat menguntungkan semua pihak. Perlu diingat bahwa dalam mempersiapkan sebuah proyek harus mempertimbangkan semua aspek tidak hanya di satu sisi.

Kita tahu bahwa dengan masuknya nilai-nilai Islam dalam sebuah proyek investasi maka akan menghasilkan keuntungan yang luar biasa, bukan hanya dunia tapi juga akhirat. Dan yang tak kalah pentingnya adalah investasi adalah kegiatan jangka panjang sehingga harus dipikirkan dan dipersiapkan dengan baik sehingga hasilnya juga akan baik untuk kehidupan masyarakat.

b. Bermanfaat bagi masyarakat luas
Investasi yang diterapkan dalam ekonomi syariah difokuskan pada manfaat masyarakat atau bermanfaat bagi semua warga negara. Pada dasarnya dalam Islam diajarkan untuk memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat. Jika aktivitas mengandung lebih banyak ruginya daripada baik aktivitasnya harus dinonaktifkan.

c. Meningkatkan pendapatan atau kekayaan
Kita tahu sendiri bahwa pengangguran dan pendapatan masyarakat di negara kita tidak merata. Untuk itu ekonomi Islam akan menghancurkan masalahnya. Investasi harus fokus pada pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat.

d. Pertahankan dan kembangkan properti
Berinvestasi dalam ekonomi syraiah tidak seperti ekonomi konvensional yang besar kemungkinan akan menjadi kerugian atau yang lainnya karena hanya berfokus pada pencarian keuntungan. Inilah yang membedakan ekonomi syariah dengan orang lain karena fokus bukan hanya pengembangan properti tapi juga pemeliharaannya.

Baca Juga:  Prinsip Ekonomi Syariah yang Wajib Anda Ketahui

e. Melindungi kepentingan umum
Kepentingan masyarakat harus dijunjung tinggi dan dijaga karena masyarakat merupakan sumber ekonomi terbesar. Jika masyarakat kesejahteraan diyakinkan maka pembangunan ekonomi juga akan meningkat.

11. Menghindari transaksi berisiko
Konsep utama yang diterapkan oleh ekonomi syariah adalah meminimalkan risiko. Dimana segala bentuk transaksi berdasarkan spekulasi atau risiko tinggi dihindari karena akan berdampak negatif terhadap perekonomian suatu negara. Jika kita melihat krisis keuangan yang terjadi di Asia pada 90-an akibat adanya transaksi spekulatif sehingga banyak terjadi kesalahan. Berdasarkan beberapa masalah ekonomi syariah ini, hindari nama transaksi yang deret atau berisiko.

12. Penegakan zakat
Anda perlu tahu bahwasannya semakin kita pelit untuk berbagi rezeki juga akan sulit didapat. Dalam Islam akumulasi kekayaan adalah penyebab utama harta tanpa berkah. Selain itu, akumulasi properti juga merupakan salah satu penyebab ketimpangan pendapatan antara satu sama lain. Yang penting di sini adalah bahwa akumulasi properti membuat kemiskinan dan pengangguran dalam kehidupan manusia. Sebenarnya banyak formulasi yang dilakukan oleh para ahli untuk mengatasi masalah ini.

Tapi sebenarnya ada satu cara mudah dan efektif untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan menerapkan konsep zakat. Dimana pihak memiliki dana atau harta benda yang memberikan lebih banyak propertinya kepada pihak yang membutuhkan dalam bentuk pembukaan lapangan kerja atau pemberian modal.

Dengan cara ini harta yang kuat dan dimiliki akan bersih dan berguna, dan di sisi lain orang miskin dapat memperbaiki taraf hidup mereka. Kita bisa melihat masalah ketidakberdayaan, kemiskinan dan pengangguran akan bisa diatasi. Inilah prinsip atau konsep yang diterapkan dalam ekonomi syariah.

13. Menerapkan konsep ekonomi wasathi
Mungkin kita semua masih aneh mendengar istilah ekonomi wasathi. Ekonomi dari wasathi adalah sistem ekonomi yang dicirikan dan dicerminkan sebagai sistem moderat atau netral. Ini berarti bahwa dalam ekonomi syariah tidak hanya mengakui kepemilikan individu sebagai sistem ekonomi kapitalis, juga tidak hanya mengakui kepemilikan publik tanpa memperhatikan kepemilikan pribadi seperti dalam sistem ekonomi komunis.

Tapi apa yang ada dalam sistem ekonomi syariah adalah mengenali semua kepemilikan baik individu maupun kepemilikan publik. Tentu ini akan menghasilkan hasil yang baik bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dengan sistem terbuka ini maka semua pihak memiliki kesempatan untuk maju dan berkembang sehingga ada banyak inovasi dan kreativitas yang tercipta dalam persaingan yang sehat.

Inilah beberapa karakteristik ekonomi syariah. Dimana ekonomi syariah yang bersangkutan dengan manfaat masyarakat tidak terpaku pada konsep yang kaku atau kolot tapi dinamis dan mengikuti masa tapi juga selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan nilai-nilai Islam yang ada.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *