Jenis Jenis Tenaga Kerja Berdasarkan Sifatnya

Senin, Januari 22nd, 2018 - Ekonomi

Jenis Jenis Tenaga Kerja Berdasarkan Sifatnya – Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi sekaligus sumber daya ekonomi atau sumber daya manusia yang paling sering kita dengar penyebab salah satu masalah ekonomi di suatu negara. Hal ini terjadi, karena banyak pekerjaan dan tidak selaras dengan jumlah pekerjaan akan menyebabkan jumlah pengangguran sehingga akan semakin berdampak pada banyak masalah sosial di masyarakat.

Selain kuantitas atau kuantitas tenaga kerja, kualitas tenaga kerja yang buruk juga akan menjadi masalah rumit dalam proses produksi dan sumber daya ekonomi atau sumber daya manusia yang sangat penting dalam sistem produksi barang atau jasa di suatu negara.

Untuk melihat bagaimana hubungan kerja dan dampak sosial dihasilkan, kita dapat melihatnya dibandingkan di negara-negara terbelakang, maju dan maju. Secara umum, tenaga kerja di negara terbelakang adalah angkatan kerja yang hanya mampu melakukan pekerjaan gerutuan karena pada umumnya mereka memiliki banyak penduduk usia produktif yang membutuhkan pekerjaan namun belum siap untuk bekerja.

Pendidikan rendah serta keterampilan minimal adalah penyebab yang biasanya ada di negara terbelakang. Berbeda dengan negara terbelakang, di negara berkembang, yang sedikit lebih maju ini umumnya tenaga kerja atau penduduk usia produktif biasanya banyak yang telah siap bekerja karena memiliki pendidikan yang layak atau telah dilatih namun pada umumnya kualitasnya adalah masih jauh di bawah negara maju.

Di negara maju, tenaga kerja umumnya adalah penduduk yang sudah memiliki pengetahuan atau pendidikan yang memadai dan sudah dipersiapkan dengan baik dalam angkatan kerja karena selain memiliki pengetahuan yang cukup juga memiliki keterampilan memadai yang bisa dipraktekkan secara langsung dalam dunia kerja.

Baca Juga:  10 Contoh Tenaga Kerja Tidak Langsung

Negara maju di negara-negara umum dimana sistem pendidikan telah dirancang khusus untuk memberikan pengetahuan, pembelajaran, pelatihan dan pengalaman tertentu untuk menciptakan ketrampilan yang memadai dan siap untuk digunakan secara langsung saat telah lulus dalam perjalanan pendidikan.

 

Jenis Jenis Tenaga Kerja Berdasarkan Sifatnya

jenis jenis tenaga kerja

jenis jenis tenaga kerja

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa menurut kualitas, tenaga kerja dapat dikelompokkan menjadi tiga garis besar, yaitu:

1. Tenaga Kerja berpendidikan (Ketenagakerjaan)
Tenaga kerja terdidik atau ketenagakerjaan adalah tenaga kerja yang biasanya memiliki cukup keterampilan atau keterampilan yang dibutuhkan sebagai tenaga kerja namun tidak memiliki pelatihan atau pelatihan. Mereka biasanya pekerja yang dididik baik secara formal maupun informal namun terstruktur untuk mendapatkan pengetahuan untuk memenuhi persyaratan kebutuhan kerja dan bisa menjadi profesional.

Umumnya mereka menguasai pengetahuan bidang tertentu namun tidak pernah mempraktikkan pengetahuan yang mereka dapatkan dari institusi pendidikan yang mereka ikuti. Contoh tenaga kerja yang termasuk dalam kategori ini adalah pengacara, guru, arsitek dan dokter.

Para pekerja ini harus terampil dan profesional dalam melaksanakan pekerjaan mereka, mereka memerlukan pelatihan terlebih dahulu sebelum bekerja dengan benar dan benar dan dianggap sebagai pekerja berpengalaman.

2. Tenaga Kerja Terlatih
Secara umum, tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja langsung yang siap memasuki dunia kerja tanpa mendapat pelatihan yang signifikan terlebih dahulu seperti pada angkatan kerja. Tenaga kerja ini dianggap sebagai tenaga kerja yang sudah memiliki pengalaman atau pengalaman yang cukup dalam dunia kerja sehingga bisa melakukan tugas yang ditugaskan.

Jika angkatan kerja (keterampilan kerja) umumnya memperoleh keterampilan yang masih berpengetahuan melalui institusi formal atau institusi pendidikan, tenaga kerja terlatih biasanya memperoleh keterampilan melalui institusi informal di mana pelatihan atau pelatihan atau kursus dan praktik lebih sering mereka dapatkan daripada pengetahuan. Dengan kata lain, praktik adalah cara bagi pekerja terlatih untuk mendapatkan pengetahuan.

Baca Juga:  Faktor Produksi Tenaga Kerja dan Contohnya

Contoh tenaga kerja terlatih adalah penjahit, penata rambut, supir, makeup artist, pengrajin mebel dan sebagainya.

3. Ketenagakerjaan tidak berpendidikan dan tidak terstruktur (Tenaga Kerja Tidak Baik)
Secara umum, tenaga kerja yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah tenaga kerja atau orang-orang di usia produktif namun merupakan korban putus sekolah sehingga tidak memiliki tingkat pendidikan yang dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini.

Selain itu, tenaga kerja ini juga dapat dikatakan sebagai tenaga kerja dalam pekerjaan kasar karena selain tidak memiliki tingkat pendidikan formal atau informal yang dipersyaratkan, umumnya mereka sangat terampil sehingga tidak memiliki pengalaman kerja dan tidak memiliki keterampilan atau keterampilan khusus. mereka mampu menawarkan dalam kebutuhan pekerjaan.

Faktor kemajuan suatu negara juga dipengaruhi oleh sektor ekonomi dimana salah satu sektor ekonomi adalah buruh. Tenaga kerja terdidik atau tenaga kerja terampil apalagi tenaga kerja terdidik dan terampil adalah tenaga kerja yang mampu memperbaiki sistem produksi yang selanjutnya memiliki dampak khusus dalam sistem ekonomi.

Pendidikan dan pelatihan merupakan kunci terciptanya tenaga kerja yang memiliki kualitas dan kualitas yang baik dalam sistem produksi.

Pekerja yang memiliki pendidikan tinggi dan keterampilan yang berkualitas adalah tenaga kerja yang diminati oleh berbagai perusahaan karena dengan tenaga kerja yang telah berpendidikan dan terampil maka perusahaan tidak lagi perlu memberikan pelatihan khusus untuk memberikan arahan atau penyediaan keterampilan bagi tenaga kerja.

Mampu melakukan tugas – tugas perusahaan dengan baik. Atas dasar ini, dalam sistem pendidikan Indonesia pada umumnya, tenaga kerja berpendidikan dan terampil dan dianggap siap bekerja biasanya adalah seorang pekerja yang berpendidikan di SMK.

Di SMK, siswa dihadapkan pada sistem pendidikan konseptual dimana siswa dipersiapkan untuk bekerja. Meski SMK (SMK) dinilai lebih unggul dibanding SMA namun angkatan kerja SMA biasanya lebih bisa menjadi profesional karena pengetahuan yang didapat saat SMA plus universitas mampu memberikan pengetahuan yang dalam.

Baca Juga:  Manfaat Pasar Tenaga Kerja Untuk Masyarakat

Tapi sekarang, apakah itu SMK atau SMA, menjadi tenaga terlatih, pekerja terlatih adalah suatu keharusan untuk menjadi tenaga kerja yang berkualitas.

Jenis Jenis Tenaga Kerja Berdasarkan Sifatnya | Sejuta Artikel | 4.5
%d blogger menyukai ini: