Jenis Jenis Badan Usaha dan Contohnya

Jenis Jenis Badan Usaha dan Contohnya– Pengertian badan usaha itu sendiri adalah unit yuridis (legal), teknis, dan ekonomi yang memiliki tujuan untuk mencari keuntungan atau keuntungan. Badan usaha sangat sering disamakan atau identik dengan perusahaan, namun sebenarnya memiliki perbedaan yang sangat besar.

Perbedaan utamanya adalah badan usaha adalah institusi sementara dimana perusahaan mengelola faktor produksi. Dengan demikian, Badan Usaha memiliki cakupan yang lebih luas karena entitas bisnis dapat memiliki satu atau lebih perusahaan. Jenis Badan Usaha dapat dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dilakukan, pemilikan modal, dan wilayah negara.

 

Jenis Jenis Badan Usaha dan Contohnya

Jenis badan usaha berdasarkan kegiatan yang dilakukan, terdiri dari:

Badan Usaha Ekstraktif: Badan usaha ini mengambil apa yang sudah tersedia di alam. Contoh badan usaha ekstraktif: PT Pertamina dan PT Bukit Asam.

1. Badan Usaha Agraris: Badan usaha ini berusaha mengolah tanaman atau kegiatan yang berkaitan dengan pertanian. Contoh badan usaha agraris: PT Perkebunan Negara, Badan Usaha Pembibitan, dan Badan Usaha Tambak.

2. Badan Usaha Industri: Badan usaha ini berupaya meningkatkan nilai ekonomi barang dengan mengubah bentuknya. Contoh entitas industri: PT Kimia Farma.

3. Business Entity Trading: Badan usaha ini melakukan kegiatan yang berkaitan dengan penjualan dan pembelian barang tanpa mengubah bentuknya untuk mendapatkan keuntungan. Contoh badan usaha perdagangan: PT Matahari.

4. Badan Usaha Jasa: Badan usaha ini memenuhi kebutuhan konsumen dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Contoh badan usaha jasa: PT Bank Rakyat Indonesia.

Jenis Badan Usaha berdasarkan pemilikan modal, terdiri dari:
1. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS): Badan Usaha Milik Swasta adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta (nasional dan asing) dan memiliki tujuan utama untuk mencari keuntungan.

2. Badan Usaha Milik Negara (BUMN): Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang pemilik modalnya adalah suatu Negara atau pemerintah. Contoh BUMN: PT Kereta Api, PT Timah Bangka, dan PT Peruri.

3. BUMD: Badan Usaha Milik Daerah adalah badan usaha milik pemerintah daerah. Contoh BUMD: Bank Pembangunan Daerah (BPR).

4. Perusahaan Campuran: Perusahaan campuran adalah badan usaha yang sebagian modalnya dimiliki sebagian dan sebagian dimiliki oleh pemerintah. Contoh badan usaha campuran: PT Pembangunan Jaya yang ibukotanya dimiliki oleh pemerintah DKI Jakarta dan pihak swasta.

Baca Juga:  5 Bentuk Badan Usaha di Indonesia

Jenis badan usaha menurut wilayah negara, terdiri dari:
1. Badan Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri: Badan Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh orang-orang Negara itu sendiri.

2. Badan Usaha Penanaman Modal Asing: Badan Usaha Penanaman Modal Asing adalah badan usaha milik masyarakat asing yang beroperasi di dalam negeri.

Badan usaha memiliki fungsi termasuk fungsi komersial, fungsi sosial, dan fungsi pembangunan ekonomi.

1. Fungsi Komersial: Salah satu tujuan badan usaha adalah untuk menghasilkan keuntungan. Untuk keuntungan optimal, setiap bisnis harus menghasilkan produk yang berkualitas dan harga bersaing.

2. Fungsi Sosial: Fungsi sosial dari entitas bisnis berkaitan dengan manfaat entitas bisnis baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Misalnya, dalam penggunaan tenaga kerja, perusahaan harus memprioritaskan tenaga kerja yang berasal dari lingkungan sekitar badan usaha.

3. Fungsi Pembangunan Ekonomi: Badan usaha adalah mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional dan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan ekspor dan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pendistribusian pendapatan rakyat.

Di bagian bawah ini adalah jenis badan usaha yang ada di Indonesia, diantaranya:
1. BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

Jenis Jenis Badan Usaha
BUMN

BUMN adalah badan usaha yang seluruh modal atau modal yang dimiliki oleh pemerintah dan status karyawan yang bekerja di BUMN adalah pegawai negeri sipil. Saat ini BUMN ada 3 (tiga) jenis, diantaranya:

2. Perjan
Perjan adalah badan usaha milik negara yang semuanya dimiliki oleh pemerintah. Badan usaha ini berorientasi pada pelayanan masyarakat. Karena selalu menderita kerugian sekarang tidak ada lagi perusahaan BUMN yang menggunakan model Perjan, karena biaya yang digunakan untuk menjaga perjan. Contoh perjan seperti: PJKA yang kini telah berubah menjadi PT. KAI (PT Kereta Api Indonesia).

3. Perum
Perum adalah Perjan yang telah diubah. Sama seperti Perjan, Perum dikelola oleh pemerintah dengan status pegawai yaitu PNS. Namun, perusahaan masih menderita kerugian meski status Perja sudah berubah menjadi Perum. Jadi pemerintah harus menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat dan statusnya berubah menjadi Persero.

Baca Juga:  Pengertian Badan Usaha Milik Desa BUMDES

4. Persero
Persero adalah badan usaha yang dikelola oleh pemerintah atau negara. Sangat berbeda dengan Perjan dan Perum, tujuan dari Persero adalah untuk mencari keuntungan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga Persero tidak akan rugi.

Biaya pendirian perusahaan sebagian atau seluruhnya berasal dari kekayaan negara dan pimpinan Persero disebut oleh Direksi, serta karyawan yang bekerja sebagai pegawai swasta. Perusahaan ini tidak mendapatkan fasilitas apapun dari negara dan badan usaha Persero yang ditulis dengan PT (nama perusahaan).

Beberapa contoh BUMN saat ini, seperti: PT Jasa Raharja, PT Telekomunikasi Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia dan pihak lainnya.

5. BUMS (Badan Usaha Milik Swasta)
BUMS adalah badan usaha yang dimodali atau didirikan oleh seseorang atau kelompok pribadi. Berbagai macam BUMS yang meliputi sebagai berikut.

6. Perusahaan (Fa)
Firma adalah Badan Usaha yang didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih, dimana masing-masing anggota memiliki tanggung jawab penuh terhadap perusahaan. Membentuk perusahaan dilakukan dengan membuat akta kesepakatan di hadapan Notaris. Di situlah kesepakatan tersebut memuat nama pendiri Perusahaan, bagaimana membagi keuntungan yang diperoleh, serta awal atau akhir kesepakatan.

7. CV (Commanditaire vennotschap) atau Fellowship Commanders
CV adalah badan usaha yang didirikan jika 2 (dua) orang atau lebih sekutu, dimana sebagian sekutu aktif dan beberapa lainnya adalah sekutu pasif. Sekutu aktif adalah mereka yang termasuk modal sekaligus menjalankan bisnis mereka sementara sekutu pasif adalah mereka yang termasuk modal dalam bisnis. Sekutu aktif memiliki tanggung jawab penuh atas semua kekayaan dan hutang korporasi, sementara sekutu pasif hanya memiliki tanggung jawab atas modal yang diberikan.

8. PT (Perseroan Terbatas)
PT adalah badan usaha yang modalnya dibagi menjadi saham, tanggung jawabnya kepada perusahaan untuk pemiliknya terbatas pada jumlah saham yang dimilikinya. Saat ini ada 2 (dua) jenis PT yakni PT Terbutup dan PT terbuka.

Yang dimaksud dengan PT yang tertutup adalah PT dimana pemegang sahamnya terbatas hanya di kalangan tertentu saja seperti misalnya hanya di kalangan keluarga, sedangkan PT terbuka adalah PT yang sahamnya dijual ke publik atau publik.

Baca Juga:  Pengertian BUMD (Badan Usaha Milik Daerah)

Beberapa contoh perusahaan swasta (BUMS) saat ini, seperti: PT Pupuk Kaltim, PT Union Metal, PT Djarum, PT Holcim, PT Karakatau Steel dan lain-lain.

Koperasi
Menurut UU No. 25 tahun 1992, koperasi adalah bentuk badan usaha yang terdiri dari koperasi orang atau badan hukum yang mendasarkan kegiatannya pada prinsip koperasi serta gerakan ekonomi raktyat berdasarkan asas kekerabatan.

Prinsip koperasi:
1. keanggotaan bersifat sukarela
2. manajemen dilakukan secara demokratis
3. pemberian pengembalian modal secara terbatas
4. kemerdekaan

Fitur koperasi:
1. lebih peduli dengan keanggotaan dan kebersamaan
2. anggotanya bebas masuk dan keluar
3. koperasi dibentuk secara tertulis dengan akta pendirian dan notaris
4. tanggung jawab kelancaran operasional koperasi ada di tangan manajemen
5. Kekuatan tertinggi dalam rapat anggota

Dalam melaksanakan tugasnya koperasi memiliki prinsip kerja dasar yang berbunyi “Dari Anggota, Kepada Anggota dan Anggota”.

Dari prinsip kerja memang terungkap bahwa semata-mata untuk kepentingan bersama anggotanya dan tidak menyerjupan kebutuhan pihak lain atau pihak lain. Bentuk koperasi ini dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Kerjasama Konsumen
2. Credit Union
3. Koperasi Produksi
4. Pelayanan Koperasi
5. Koperasi Serbaguna

Kerjasama Konsumen adalah koperasi yang bergerak dalam upaya memenuhi kehidupan sehari-hari anggotanya, misalnya: beras, sabun, gula, dll.
Contoh formulir ini:
a. Koperasi Karyawan (KPN)
b. Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dll.

Koperasi kredit berusaha mengumpulkan simpanan dari anggota dan kemudian meminjamkannya lagi kepada anggota lain yang membutuhkan modal untuk kebutuhan hidup. Koperasi Produksi berusaha bersama dalam pengadaan alat – alat produksi peralatan produksi, bahan baku, produksi gudang bangunan produksi anggotanya. Layanan Koperasi yang bergerak dalam pelayanan publik yang dipersyaratkan oleh anggota.

Contoh: Kopata (Koperasi Transportasi Kota), Kopedes (Koperasi Pedesaan) dll. Koperasi Serbaguna sedang berusaha mengelola berbagai kebutuhan yang dibutuhkan anggotanya. Contoh: KUD yang mencari berbagai kebutuhan penduduk desa yang umumnya petani, mengatur mulai dari kebutuhan petani dan nelayan petani dan kebutuhan sehari-hari.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *