3 Fungsi Inti Sel (Nukleolus) Yang Harus Anda Ketahui

SejutaArtikel.Com – Untuk teman semua yang pernah belajar biologi mungkin akrab dengan kata “inti sel”. tapi itu bukan jaminan ya sobat, tidak pernah belajar bukan berarti masih ingat, walaupun bnayak di antara sobat yang masih mengingat inti sel adalah apa, tapi tidak jarang juga digunakan untuk menjadi belajr lalu dilupakan. Bagaimana denganmu sobat?

Untuk menjawab semuanya, dalam artikel ini penulis akan membagikan informasi tentang fungsi inti sel, tetapi jika Anda telah membaca artikel ini diharapkan untuk mengingatnya ya sobat, kemudian menyebarkannya ke generasi kita berikutnya.

Karena bukan hanya warisan harta yang akan kita warisi nanti, tapi itu tidak kalah pentingnya dan bahkan yang paling penting dari itu semua adalah warisan ilmu. Setuju ya teman. Oke kita tinggal simak ulasan berikut ya.

Inti sel (nukleus) adalah organel yang ditemukan di sel eukariotik. Inti sel mengandung banyak materi genetik seperti kromosom, DNA, dan berbagai protein di dalamnya. Biasanya, sel hanya memiliki satu nukleus, tetapi ada sel yang memiliki lebih dari satu nukleus seperti sel parenkim hati, dan sel otot jantung.

Bahkan ada beberapa sel seperti eritrosit dan platelet tidak memiliki nuklei. Fungsi inti sel pamungkas ini adalah mengelola gen dan mengontrol aktivitas sel. Inti sel juga memainkan peran penting dalam proses pembelahan sel, menghasilkan mRNA, tempat untuk mensintesis ribosom, tempat replikasi dan transkripsi DNA, dan mengatur gerakan ekspresi gen. Baca juga perbedaan antara dna dan rna.

Struktur Inti Sel (Nukleolus)

Inti sel adalah organel terbesar dalam sel hewan. Dalam sel mamalia, diameter rata-rata inti sel diperkirakan sekitar 6 mikrometer dan menempati sekitar 10% dari volume sel total. Cairan yang menempel pada nukleus disebut nukleoplasma yang komposisinya mirip dengan sitosol yang ditemukan di luar inti sel. Komposisi inti sel terdiri dari membran nuklir, nukleoplasma, kromosom dan anak inti (nukleolus). Baca juga tentang pembelahan sel.

Fungsi Inti Sel
Fungsi Inti Sel

Fungsi Inti Sel (Nukleolus)

Nukleus sel dapat mentranskripsikan gen yang terpisah dari situs transkripsi di sitoplasma. Fungsi inti sel adalah mengendalikan ekspresi gen dan mereplikasi DNA di dalam sel. Fungsi inti sel pada hewan dan sel insi pada tumbuhan juga sama. Ini karena fungsi dikategorikan oleh sifat sel prokariotik dan eukariotik. Sel tumbuhan dan hewan sama-sama bersifat eukariotik. Fungsi berikut secara detail dari inti sel, yaitu:

1. Pengelompokan inti sel (Nukleolus)

Inti sel mampu mengatur apa yang ada di dalamnya, dan menyalinnya ke sitoplasma bila diperlukan. Kompartementalisasi sel adalah fungsi membran nuklir. Karena itu perlu untuk mengontrol kinerja membran nuklir. Ini membutuhkan pemisahan konten inti sitoplasma untuk mempertahankan identitas intinya.

Untuk mengontrol gen dalam transkripsi, sel-sel memisahkan beberapa protein faktor transkripsi yang bertanggung jawab untuk mengatur ekspresi gen dari akses ke DNA hingga diaktifkan. Lapisan inti juga memisahkan proses sitoplasma dari proses inti dan mencegah penerjemahan mRNA yang tidak ditransmisikan, yang merupakan produk dari proses koneksi mRNA. Baca juga peran dna dan rna dalam sintesis protein.

2. Ekspresi Gen
Karena inti sel adalah tempat untuk transkripsi, inti sel mengandung berbagai protein yang mengatur proses transkripsi. Salah satu fungsi terpenting dari nukleus adalah ekspresi gen melalui transkripsi DNA. Jadi, intinya adalah tempat transkripsi.

Ini melibatkan banyak aktivitas dari berbagai jenis protein, yang membantu pembalikan DNA, sintesis molekul RNA yang sedang tumbuh, DNA melingkar super dan akhirnya datang untuk memasuki proses transkripsi yang sebenarnya. Protein dan faktor lain yang membantu dan mengatur transkripsi helicase, RNA pol, topoisomerase, dan faktor transkripsi. Baca juga tentang fungsi dna dan rna.

3. Pengolahan Pra-mRNA
Molekul mRNA yang baru disintesis, juga dikenal sebagai transkrip primer yang mengalami modifikasi pasca-transkripsi sebelum diekspor ke sitoplasma. Modifikasi transkripsi pasca terjadi di nukleus dan melibatkan berbagai proses biologis seperti 5 kap dan koneksi RNA.

Ini adalah proses penting yang perlu dilakukan sebelum memulai penerjemahan nukleus. Sementara di nukleus, pra-mRNA dikaitkan dengan berbagai protein dalam suatu kompleks yang dikenal sebagai partikel heterogen ribonucleoproein. Sintesis terjadi ribosom terjadi di dalam nukleus. Baca juga tentang fungsi sel darah merah.

Dinamika dan Regulasi Inti Sel

Di bawah ini kita akan membahas dinamika dan peraturan lengkap yang terjadi di inti sel, perhatikan dengan saksama penjelasan teman Anda:

Transportasi Inti
Transpor ini dilakukan oleh pori-pori yang ada di dalam amplop inti. Masuk dan keluar dari molekul dikendalikan oleh kehadiran struktur ini. Beban protein dibawa dari sitoplasma ke inti menggunakan bantuan exportin ketika makromolekul seperti RNA diekspor ke sitoplasma dalam hubungan dengan importin dan karyophernis. Dengan demikian, transportasi dapat terjadi secara efisien melalui membran nuklir.

Integrasi dan Disentegrasi
Perakitan dan pembongkaran inti adalah ciri khas dari proses pembelahan sel. Fungsi inti sel pada dasarnya terkait dengan apoptosis atau kematian sel terprogram. Selanjutnya, casing dan lamina ini mengalami kerusakan selama siklus sel. Duplikasi kromosom untuk membentuk materi genetik baru dari sel anak adalah fungsi penting dari inti sel. Replikasi DNA terjadi di nukleus.

Penyakit yang Berhubungan Dengan Dinamika Inti Sel
Awalnya, ada anggapan bahwa imunoglobulin atau lebih dikenal dengan istilah autoantibodi, biasanya tidak masuk ke dalam inti sel ini. Namun seiring dengan bertambahnya usia dan semakin canggihnya teknologi dan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, telah terbukti bahwa kondisi patologis seperti lupus telah dpat masuk ke nukleus.

Seperti yang kita semua ketahui, meningkatkan penelitian dan teknologi di semua bidang, sehingga semuanya dapat diteliti dengan baik dan benar.

Sama seperti inti sel atau inti yang baru saja kita bahas ya kawan. Dari awal kita tidak mengerti begitu mengerti, dan sejak awal kita tidak tahu harus tau. Seperti kata pepatah “semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak hal yang ingin kita ketahui”. Berpegang pada prinsip itu ya teman semua.

Dapat disimpulkan bahwa artikel tentang fungsi inti sel di atas dapat dijadikan teman saya sebagai sumber referensi dalam proses pembelajaran.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *