Faktor Produksi Tenaga Kerja dan Contohnya

Faktor Produksi Tenaga Kerja dan Contohnya – Perubahan selera kebutuhan masyarakat dari waktu ke waktu akan memaksa pelaku bisnis untuk menangkap keinginan mereka dengan membawa produk yang terus berkembang dan berinovasi. Pengembangan bisnis dan inovasi di sisi lain membutuhkan kesiapan untuk ketersediaan faktor produksi yang berguna untuk menunjang keberhasilan kegiatan usaha.

Semakin tinggi inovasi semakin tinggi kebutuhan akan faktor produksi, karena keberhasilan suatu bisnis bergantung pada kualitas dan kuantitas faktor produksi. Seperti telah diketahui bahwa faktor produksi merupakan elemen penting yang bergerak dan mendukung pelaksanaan kegiatan usaha mulai dari pengolahan awal hingga penciptaan produksi.

Bicara soal faktor produksi, pada dasarnya ada beberapa elemen dimana keberadaan masing-masing elemen memiliki fungsi untuk saling mensinergikan kemampuan dalam menjalankan produksi atau kegiatan usaha.

Bila dilihat dari komposisi, unsur-unsur yang dikategorikan menjadi faktor produksi adalah modal, kewirausahaan, tenaga kerja, sumber bahan baku, dan ilmu informasi. Dari sekian banyak jenis unsur yang ada, ada fungsi yang memiliki dampak paling signifikan, yaitu tenaga kerja.

Kehadiran tenaga kerja merupakan aset bisnis yang mampu menggerakkan seluruh aktivitas bisnis, karena mereka secara harfiah dilengkapi dengan kemampuan pikiran dan energi untuk melakukan fungsi kerja sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing individu.

Jenis tenaga kerja juga beragam dan ketersediaan umum mereka telah dikelompokkan secara khusus dalam pelatihan pendidikan dan bisnis.

 

Faktor Produksi Tenaga Kerja dan Contohnya

Faktor Produksi Tenaga Kerja dan Contohnya
Tenaga Kerja

Jenis faktor produksi tenaga kerja berikut dibedakan berdasarkan latar belakang pendidikan dan fungsi kerja, yaitu:

1. Berdasarkan Sifat Kerja
Secara garis besar jenis angkatan kerja dapat dibedakan berdasarkan kecenderungan terhadap jenis pekerjaan yang mereka miliki. Jenis pekerjaan masing-masing memiliki sifat yang berbeda dalam memperlakukan setiap pekerjaan agar diselesaikan dengan benar.

Untuk menyesuaikan kondisi, jenis tenaga kerja berdasarkan sifat karyanya dapat dibedakan menjadi, yaitu;

a. Pekerja Fisik
Merupakan tenaga kerja yang sebagian besar lebih mengandalkan kemampuan fisiknya dalam melakukan semua aktivitas kerjanya. Dari definisi tersebut sangat jelas terlihat jika kemampuan fisik merupakan faktor terpenting dalam melaksanakan semua aktivitas, namun bukan berarti kemampuan intelektual bukanlah keberadaan yang penting, dua faktor antara energi dan pikiran adalah modal bagi seseorang untuk menyelesaikan pekerjaan.

Baca Juga:  10 Contoh Profesi Tenaga Kerja di Indonesia

Tentu saja ada kondisi tertentu yang membuat pekerjaan yang membutuhkan lebih banyak energi daripada kemampuan seseorang untuk berpikir, misalnya pekerjaan yang sangat sederhana dimana semua orang biasa bisa melakukannya, bisa juga bekerja yang hanya bisa dipecahkan dengan mengandalkan energi saja.

Jenis pekerjaan yang paling umum untuk kondisi seperti itu adalah sebagian besar jenis pekerjaan kasar, seperti kuli di pasar atau di pelabuhan dan kuli.

b. Pekerja Rohani
Merupakan tenaga kerja yang dalam menjalankan setiap pekerjaan lebih menggunakan kemampuan pikiran atau intelektual. Jenis persalinan ini merupakan kebalikan dari kerja fisik bila dilihat dari ruang lingkup pelaksanaan pekerjaan, dimana kemampuan pikiran memiliki dominasi penting dalam menjalankan dan menyelesaikan pekerjaan, namun bukan berarti kemampuan fisik juga tidak penting.

Dilihat dari jenisnya bisa dikatakan jika kelompok pekerja ini adalah orang-orang yang memiliki keahlian khusus atau orang yang mempelajari bidang tertentu secara terkonsentrasi. Sehingga kemampuan yang didapat adalah hasil proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. Contoh jenis tenaga kerja ini adalah mereka yang profesional, seperti pengacara, penulis, guru, dan insinyur.

2. Berdasarkan Skill Individual
Kehadiran tenaga kerja di dalam perusahaan akan memainkan setiap peran sesuai kapasitas yang dimiliki oleh individu. Masing-masing memiliki peran yang berbeda dan memiliki hubungan antara satu dengan yang lain dalam mendorong berjalannya aktivitas bisnis. Bila dilihat berdasarkan sifat kerja yang disesuaikan dengan kemampuan individu, maka jenis persalinan bisa dibagi menjadi, antara lain.

a. Pekerja terdidik
Merupakan tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus di bidang tertentu. Kemampuan yang dihasilkan adalah hasil pendidikan formal yang ditempuh melalui sekolah atau universitas. Pendidikan formal ini menciptakan seorang profesional yang sengaja dipersiapkan untuk menjadi ahli dalam satu bidang tertentu.

Mereka menggunakan sains secara terstruktur atau bertahap mulai dari konsep dasar hingga aplikasi dan pengembangan di masa depan. Selain itu mereka juga dididik oleh orang-orang yang sangat ahli dibidangnya. Dilihat dari tingkat kemampuan yang dimiliki, jenis tenaga kerja ini lebih siap secara terstruktur sesuai dengan bidangnya. Contoh jenis tenaga kerja ini adalah guru, arsitek, pengacara, dan dokter.

Baca Juga:  Pengertian Tenaga Kerja Menurut Para Ahli

b. Pekerja terampil
Dalam jenis persalinan ini hampir sama dengan angkatan kerja terdidik, namun yang membedakan adalah proses dan cara memperoleh keterampilan yang dimiliki. Kemampuan yang dimiliki oleh tenaga kerja yang lebih tinggi dari pendidikan informal, melalui satu pelatihan atau satu saja.

Dalam proses pengoperasian kegiatan informal ini tidak perlu dilatih oleh orang-orang yang memiliki kemampuan khusus di bidang ini atau dengan kata lain mereka tidak harus berpendidikan secara formal, karena pada umumnya mereka dididik oleh orang-orang yang sudah lama berpengalaman di bidang tertentu. Contoh personil yang peduli adalah penjahit, supir, salon, penata rambut, dan ahli makeup.

c. Pekerjaan Biasa
Pekerja biasa atau disebut juga tenaga kerja tidak terampil adalah tenaga kerja yang secara khusus tidak memiliki keahlian khusus di bidang tertentu. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, termasuk terbatasnya pendidikan formal dan informal, faktor lingkungan yang tidak mendukung perkembangan seseorang, dan faktor ekonomi.

Faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan dan penyebab rendahnya daya saing di masyarakat, pada kebutuhan tenaga kerja ini bisa dikatakan cukup tinggi bila dibandingkan dengan jenis tenaga kerja lainnya. Dengan keterbatasan kemampuan pribadi seseorang, hal itu akan berdampak pada rendahnya upah yang bisa diakuisisi oleh individu dan ini sangat merugikan. Contoh tenaga kerja ini adalah buruh, anak kantor, dan pengumpul sampah.

3. Berdasarkan Interkoneksi dengan Kegiatan Produksi
Setiap angkatan kerja memiliki peran pribadi dalam perusahaan. Secara umum, peran dalam kegiatan usaha tentunya adalah kegiatan yang berkaitan dengan produksi, karena kegiatan ini berhubungan langsung dengan terciptanya hasil suatu produk.

Dengan pembagian peran dalam perusahaan, maka jenis tenaga kerja dapat dibedakan berdasarkan hubungan dengan kegiatan produksi, yaitu;

a. Tenaga kerja langsung
Merupakan tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan kegiatan produksi. Dalam posisi ini tenaga kerja berperan dalam mengorganisir, mengolah, dan melakukan kontak langsung dengan kegiatan usaha mulai dari awal hingga tingkat produksi, yaitu penciptaan suatu produk. Organisasi perusahaan yang mereka sebut pekerja produksi, karena secara khusus hanya menjalankan kegiatan produksi perusahaan.

Baca Juga:  Pengertian Pasar Tenaga Kerja dan Fungsinya

Contoh kerja langsung adalah, operator mesin, pengendali mutu, mandor, dan buruh.

b. Buruh Tidak Langsung
Merupakan tenaga kerja yang tidak bersentuhan langsung dengan kegiatan produksi, namun fungsi utama dari jenis tenaga kerja ini adalah untuk mendukung kinerja dan membantu mengawasi kelancaran kegiatan produksi melalui kegiatan manajemen perusahaan. Dalam struktur perusahaan, jenis tenaga kerja ini sering disebut sebagai pelaksana manajemen, hal ini sesuai dengan peran dan wewenang masing-masing pekerja.

Contoh kerja tidak langsung adalah administrasi, akuntan pajak, gaji, dan sumber daya manusia.

Faktor produksi adalah faktor keberhasilan suatu bisnis, karena secara fungsional memiliki kemampuan untuk mengendalikan semua aktivitas bisnis, baik dalam proses sebelum memulai usaha atau saat bisnis berjalan, faktor produksi tetap menjadi sesuatu yang selalu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan. mengubah tuntutan pada pengembangan produksi.

Salah satu unsur yang dari tahun ke tahun terus meningkatkan permintaan adalah tenaga kerja, mulai dari perusahaan dengan skala industri rumah tangga dan skala nasional. Kebutuhan tenaga kerja juga sangat beragam mulai dari tenaga kerja kasar, tenaga kerja hingga tenaga kerja profesional, semuanya mendapat porsi yang terus meningkat seiring dengan kebutuhan perusahaan

Bicara soal faktor produksi tenaga kerja, umumnya memiliki cakupan yang luas, namun jenis angkatan kerja dapat dikelompokkan berdasarkan kemampuan.

Jenis tenaga kerja dapat dibedakan dengan fungsinya apakah tenaga kerja mencakup tenaga kerja fisik atau spiritual, semua tergantung pada jenis pekerjaannya.

Selain itu, tenaga kerja dapat dibedakan dengan kemampuannya, yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terampil dan tenaga kerja tidak terampil. Kemudian yang terakhir didasarkan pada hubungannya dengan kegiatan produksi, yang dapat dibedakan menjadi tenaga kerja langsung dan tidak langsung.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *