Dampak Penebangan Hutan Secara Liar

5 Dampak Penebangan Liar terhadap Lingkungan Hidup – Indonesia memiliki hutan yang kaya akan keragaman jenis populasi di dalamnya, namun seiring waktu hutan di Indonesia menjadi hutan terancam di dunia. Terganggu oleh seringnya terjadi pembalakan liar. Dimana diperkirakan 70-75 persen kayu yang dipanen dicatat secara ilegal. Dari perspektif ekonomi, pembalakan liar telah mengurangi penerimaan negara dan pendapatan. Diperkirakan kerugian negara mencapai 30 triliun per tahun.

Kerugian akibat pembalakan liar

Dampak ekonomi yang timbul dari pembalakan liar tidak hanya karena kerugian finansial akibat deforestasi kehilangan pohon, namun lebih pada ekonomi secara lebih luas, seperti hilangnya kesempatan untuk mengeksploitasi keragaman produk di masa depan (biaya opprotitasi). Pendapatan riil yang diperoleh oleh penebang liar dari aktivitas ilegal sangat kecil, karena porsi pendapatan terbesar dipungut oleh penyandang dana (cukong).

Inilah kerugian akibat pembalakan liar:

Penebangan liar juga menyebabkan berbagai anomali di sektor kehutanan. Salah satu anomali terburuk akibat dampak perusakan hutan yang merajalela adalah ancaman deindustrialisasi sektor kehutanan.

Sektor kehutanan nasional secara konseptual berkelanjutan, didukung oleh sumber daya alam terbarukan yang berulang kali didukung oleh kegiatan industrialisasi kehutanan di sektor hilir dan eksploitasi hutan di sektor hulu, sekarang berada di ambang kehancuran.

5 Dampak Penebangan Liar terhadap Lingkungan Hidup
5 Dampak Penebangan Liar terhadap Lingkungan Hidup

Penebangan liar juga sangat merugikan kehidupan, karena keberadaan hutan sangat penting sebagai penjaga keseimbangan alam. Seperti yang telah kita lihat tentang penyebab pemanasan global, yang merupakan salah satu contoh dampak pembalakan liar.

Pemanasan global tidak hanya berasal dari asap kendaraan bermotor namun juga dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hutan. Kita tahu bahwa daun dapat menetralkan karbon dioksida, itulah sebabnya mengapa hutan disebut paru-paru dunia. Jadi jika hutannya masih terjaga mungkin pemanasan global tidak akan terjadi.

Baca Juga:  Pengertian Hutan Taiga beserta Ciri dan Jenisnya

Untuk lebih jelasnya, Dampak Penebangan Liar adalah sebagai berikut:

Dampak Penebangan Hutan Secara Liar

1. Hilangnya kesuburan tanah
Saat hutan tersandung oleh pepohonannya, hal itu menyebabkan tanah menyerap terlalu banyak sinar matahari sehingga menjadi sangat kering dan gersang. Sampai nutrisi di dalam tanah bergejolak. Selain itu, hujan bisa menyapu bersih nutrisi dari tanah. Karena itu, ketika tanah telah kehilangan banyak nutrisi, maka reboisasi menjadi sulit dan budidaya di darat menjadi tidak mungkin.

2. Menurunkan sumber air
Pepohonan sangat berkontribusi untuk menjaga siklus air, melalui akar pohon menyerap air yang kemudian dialirkan ke daun lalu menguap dan dilepaskan ke lapisan atmosfer. Saat pohon ditebang dan daerahnya menjadi gersang, tidak ada lagi yang membantu tanah menyerap lebih banyak air, sehingga akhirnya menyebabkan penurunan sumber air.

3. Kepunahan keanekaragaman hayati
Meskipun hutan hujan tropis hanya mencakup 6% permukaan bumi, namun sekitar 80-90% spesies berada di dalamnya. Akibat penebangan pohon secara besar-besaran, ada sekitar 100 spesies hewan menurun setiap hari, keanekaragaman hayati berbagai daerah hilang dalam skala besar, banyak makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan telah lenyap dari muka bumi.

4. Penyebab banjir
Salah satu fungsi hutan adalah menyerap dengan cepat dan menyimpan sejumlah besar air saat hujan lebat terjadi. Namun, saat hutan dibuka, hal ini tentu saja mengganggu aliran air dan menyebabkan genangan air dan banjir yang mengalir ke permukiman.

5. Pemanasan Global
Deforestasi juga mempengaruhi pemanasan global. Pepohonan berperan dalam menyimpan karbon dioksida yang kemudian digunakan untuk memproduksi karbohidrat, lemak dan protein yang membentuk pohon, dalam proses biologi disebut fotosintesis ini. Ketika terjadi deforestasi, banyak pohon dibakar, ditebang, mengakibatkan pelepasan karbon dioksida di dalamnya, menyebabkan tingginya kadar karbon dioksida di atmosfer.

Baca Juga:  100 Fungsi Hutan untuk Kehidupan Manusia

Dengan melihat dampak yang mengerikan, maka diperlukan konservasi hutan dan harus segera dilaksanakan. Eksploitasi terus menerus terhadap hutan, yang berlangsung sampai sekarang tanpa disertai penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak.

Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama kerusakan. Cepet sudah kita ketahui, hutan merupakan penopang kelestarian jiwa di bumi, karena hutan bukan hanya menyediakan bahan makanan dan bahan baku, pelampung juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpannya udara.

Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian semakin merebak dari dulu hingga kini, jadi pula untuk menambah kebutuhan industri kayu, untuk bahan tasunan, bahan perkakas rumah tangga, maupun untuk bahan bakar. Kita bisa menghitung berapa volume kayu untuk semua kebutuhan tadi, dan berapa dari luar Jawa yang masuk, dan berapa yang dihasilkan oleh Perhutani.

Eksploitasi Hutan di Indonesia

Sekarang ini, sekitar kurang dari separuh indonesia yang memiliki hutan, ini merepresentasikan penurunan signifikan dari luasnya hutan pada roda. Antara 1990 dan 2005, negara Indonesia telah kehilangan lebih dari 28 juta hektar hutan, termasuk 21,7 persen hutan perawan.

Penurunan hutan-hutan primer yang kaya secara biologi ini adalah yang kedua setelah Brasil pada masa itu, dan sejak akhir 1990an, penggusuran hutan primer makin meningkat hingga 26 persen. Kini, hutan-hutan Indonesia adalah beberapa hutan yang paling terancam punah di muka bumi.

Jumlah hutan-hutan di Indonesia sekarang ini semakin berkurang. Luas hutan hujan semakin menurun, mulai tahun 1960an saat 82 persen luas negara ditutupi oleh hutan hujan, menjadi 68 persen di tahun 1982, menjadi 53 persen di tahun 1995, dan 49 persen saat ini.

Baca Juga:  Pemanfaatan Hutan oleh Manusia

maka akan sangat berbahaya jika kita tidak tanggulangi bahaya ini, sudah seharusnya diambil langkah tegas untuk menyelamatkan hutan kita, yang seharusnya kita lestarikan dan kita jaga bersama. (baca: fungsi lingkungan hidup)

Ada beberapa upaya yang perlu dilakukan untuk melestarikan hutan:
1. Berupaya mereboisasi atau pembangkit kembali hutan yang gundul.
2. Melarang pembutan hutan secara sewenang-wenang.
3. Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
4. Menerapkan sistem tebang-tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
5. Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *