9 Dampak Akibat Kerusakan Hutan terhadap Lingkungan Hidup

9 Dampak Akibat Kerusakan Hutan terhadap Lingkungan Hidup – Hutan adalah ekosistem kompleks yang mempengaruhi hampir semua spesies di bumi. Bila hutan dinilai, bisa mengakibatkan berbagai bencana, baik lokal maupun internasional.

Deforestasi atau penggundulan hutan terjadi hampir di seluruh dunia, dimana kerusakannya sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hampir 7,3 juta hektar hutan di seluruh dunia hilang setiap tahunnya.

Pemicu deforestasi terbesar adalah aktivitas industri, terutama industri perkayuan. Faktor lainnya adalah karena konversi hutan menjadi lahan perkebunan atau bisa juga dijadikan pemukiman warga. Metode umum yang digunakan dalam kegiatan deforestasi meliputi pembakaran hutan atau dengan memanen pohon secara ilegal. Praktik tersebut akan mengakibatkan lahan menjadi tandus, yang akan mengakibatkan berbagai bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

 

Penyebab Kerusakan Hutan

Beberapa bentuk perusakan hutan dipicu oleh berbagai kegiatan seperti:
Penebangan liar, yaitu penebangan liar yang terjadi di kawasan hutan liar yang menurunkan atau mengubah fungsi hutan awal. Meski telah ada larangan kuat dari Pemerintah untuk melakukannya, sebagian besar masyarakat masih melakukannya.

Kebakaran hutan, kebanyakan dari kebakaran hutan terjadi karena faktor yang disengaja. Beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja membakar hutan untuk perkebunan, permukiman, peternakan, dan lain-lain.

Hutan hutan Petani tahunan bisa menjadi ancaman bagi kelestarian hutan. Mereka bisa menggunakan hutan sebagai lahan baru untuk budidaya.

9 Dampak Akibat Kerusakan Hutan terhadap Lingkungan Hidup
9 Dampak Akibat Kerusakan Hutan terhadap Lingkungan Hidup

Selain itu, populasi yang berkembang pesat juga dapat berkontribusi pada kehutanan hutan. Hal ini karena kebutuhan akan lahan untuk kelangsungan hidupnya juga meningkat. Dan hutan menjadi salah satu objek yang bisa mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Serangan hama dan penyakit
Jumlah populasi hama yang meledak juga bisa menjadi salah satu bentuk perusakan hutan. Hama bisa menyerang dan menyebabkan kerusakan pada populasi pohon yang hidup di kawasan hutan.

Deforestasi atau dampak kehancuran hutan dapat menyebabkan bencana berikut:

Baca Juga:  30 Bahaya Kabut Asap Kebakaran Hutan di Indonesia

1. Perubahan iklim
Oksigen (O2) adalah gas berlimpah di atmosfer, dimana hutan merupakan penghasil gas terbesar. Selain itu, hutan juga membantu menyerap gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Itulah sebabnya ada istilah yang mengatakan bahwa hutan adalah paru-paru bumi. Bila hutan rusak, hal itu dapat menyebabkan kenaikan suhu bumi dan perubahan iklim yang ekstrem.

Dengan deforestasi, jumlah karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan ke udara akan lebih besar lagi. Kita tahu bahwa karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang paling umum. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, serikat pekerja tersebut menyatakan bahwa CO2 menyumbang sekitar 82% gas rumah kaca di negara tersebut.

Menurut seorang profesor ilmu lingkungan di Lasell Collage Newton, Massachusets menyatakan bahwa penggundulan hutan tidak hanya mempengaruhi jumlah karbon dioksida yaitu gas rumah kaca, namun penggundulan hutan juga mempengaruhi pertukaran uap air dan karbon dioksida yang terjadi di antara atmosfer dan atmosfer. permukaan tanah yang terkait dengan perubahan iklim, dimana perubahan konsentrasi di lapisan atmosfer akan berdampak langsung pada iklim di Indonesia atau di dunia.

2. Hilangnya berbagai spesies
Deforestasi juga mempengaruhi hilangnya habitat berbagai spesies yang hidup di hutan. Menurut National Geographic, sekitar 70% tumbuhan dan hewan hidup di hutan. Hasil deforestasi di dalamnya tidak bisa bertahan di sana. Dengan hilangnya habitat ini, akan mengakibatkan kepunahan spesies. Hal ini bisa berdampak pada berbagai bidang, seperti di bidang pendidikan dimana penghancuran berbagai spesies bisa menjadi objek penelitian.

Selain itu, di bidang kesehatan deforestasi dapat mengakibatkan hilangnya berbagai jenis obat yang biasanya berasal dari berbagai jenis jenis hutan.

3. Gangguan pada siklus air
Kita tahu bahwa pohon memiliki peran penting dalam siklus air, yang menyerap curah hujan dan menghasilkan uap air yang nantinya akan dilepaskan ke atmosfer. Dengan kata lain, semakin sedikit jumlah pohon di bumi, kandungan air di udara yang akan dikembalikan ke tanah dalam bentuk hujan juga kecil.

Baca Juga:  10 Hutan Terbesar di Dunia dan Gambarnya

Nantinya, bisa menyebabkan tanah kering sehingga sulit bagi tanaman untuk hidup. Selain itu, pohon juga berperan dalam mengurangi tingkat pencemaran air, yaitu dengan menghentikan pencemaran. Dengan turunnya jumlah pohon yang ada di hutan akibat aktivitas deforestasi, hutan tidak dapat lagi menjalankan fungsinya dalam menjaga tata letak air.

4. Penyebab Banjir dan erosi tanah
The Word Wildlife Fund (WWF) mengungkapkan bahwa sejak tahun 1960, lebih dari sepertiga dari tanah subur di bumi telah dihancurkan oleh deforestasi. Kita tahu bahwa pepohonan memainkan peran penting untuk menangkal bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Dengan tidak adanya pohon, pada saat musim hujan tanah tidak dapat menyerap sumur tumpahan air hujan dan menyebabkan laju aliran air di permukaan, yang pada akhirnya akan terjadi banjir bandang. Selain itu, air hujan dapat mengangkut partikel tanah sehingga menyebabkan erosi tanah atau tanah longsor.

5. Menghasilkan kekeringan
Dengan hilangnya penyerapan tanah, maka akan mempengaruhi musim kemarau, dimana di tanah sudah tidak ada lagi cadangan air yang harus digunakan selama musim kemarau. Ini karena pohon yang berfungsi sebagai reservoir air tanah sudah tidak ada lagi sehingga akan berdampak pada kekeringan yang berkepanjangan.

6. Kerusakan ekosistem terestrial dan laut
Hutan menjadi habitat berbagai spesies hewan dan tumbuhan. Itu berarti bahwa hutan merupakan salah satu sumber daya alam hayati yang ada di bumi ini. Penggundulan hutan dari kegiatan hutan dapat menyebabkan kerusakan dan bahkan kehilangan kekayaan alam itu sendiri dan sumber daya alam lainnya yang ada di tempat lain seperti laut.

Kerusakan hutan yang terjadi akan membawa dampak banjir atau erosi yang bisa mengangkut partikel tanah ke laut yang akan mengalami proses sedimentasi atau sedimentasi di sana. Hal ini tentunya bisa merusak ekosistem yang ada di laut, seperti ikan dan terumbu karang.

Baca Juga:  Pemanfaatan Hutan oleh Manusia

7. Menyebabkan abrasi pantai
Eksploitasi hutan secara ilegal tidak hanya dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di kawasan hutan di atas tanah saja. Kegiatan ini juga bisa dilakukan pada hutan mangrove yang berfungsi melindungi pantai dari ombak dan badai yang ada di pantai. Jika terus diijinkan, akan mengakibatkan abrasi pantai.

8. Kerugian ekonomi
Hutan adalah salah satu sumber kekayaan alam, beberapa orang mengandalkan kehidupan mereka dari hasil hutan. Jika hutan rusak, maka sumber pendapatannya juga akan lenyap. Deforestasi dapat menyebabkan tanah menjadi mandul, sehingga akan sulit untuk digunakan untuk budidaya tanaman pangan.

Selain itu, perusakan hutan bisa memicu terjadinya berbagai bencana yang pada akhirnya akan menimbulkan kerugian, baik material maupun non material losses. Banyak orang kehilangan tanah, tempat tinggal, atau keluarga karena bencana seperti banjir dan tanah longsor.

9. Mempengaruhi kualitas hidup
Terjadinya erosi tanah akibat kerusakan hutan dapat mengangkut partikel tanah yang mengandung zat berbahaya seperti pupuk organik yang masuk ke danau, sungai, dan sumber air lainnya. Hal ini akan mengakibatkan penurunan kualitas air di daerah tersebut. Dengan kualitas air yang buruk akan berdampak pada tingkat kesehatan yang buruk pula.

Dari uraian di atas, kita bisa mengetahui bahwa hutan tidak hanya memberi kontribusi pada kehidupan makhluk disekitarnya, terutama bagi manusia. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu menjaga agar hutan kita tetap berkelanjutan.

Upaya yang bisa dilakukan antara lain reboisasi atau penanaman kembali hutan gundul. Meskipun reboisasi tidak akan benar-benar memperbaiki kerusakan dan kepunahan ekosistem di hutan, namun juga dapat memfasilitasi hal-hal berikut:

Kembalikan fungsi ekosistem hutan seperti menyimpan karbon, sebagai sumber cadangan airtanah, sekaligus tempat tinggal bagi berbagai jenis hewan. Kurangi jumlah karbon dioksida di udara, sehingga udara menjadi lebih bersih dan lebih sehat.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *