30 Bahaya Kabut Asap Kebakaran Hutan di Indonesia

30 Bahaya Kabut Asap Kebakaran Hutan di Indonesia – Dalam waktu dekat, musim kemarau belum berakhir, menyebabkan banyak hutan terbakar. Hal ini membuat kenyamanan dalam melakukan aktivitas sehari-hari pun berkurang dan tidak menyenangkan. Itulah yang dirasakan oleh orang-orang yang telah mengalami kabut asap sejauh ini.

Asap yang tak henti mengganggu udara setiap hari. Seperti nyamuk yang selalu menyela tidur di malam hari. Bahkan ketidaknyamanan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dirasakan oleh negara tetangga lainnya, seperti Malaysia dan Singapura.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya titik api atau titik-titik kebakaran hutan yang terjadi. Mulai saat ini titik api semakin merayap dan berkembang. Terbukti, pada awal kedatangan kabut asap, semakin banyak api dan ngeri dan ketebalan asap. Untuk Pulau Sumatera saja, yang sebagian besar di Sumatera Selatan ada 80 titik api dan Jambi dengan 69 hotspot. Ada 10 titik api di Bangka Belitung dan 5 titik api untuk Riau.

Sampai saat ini, titik api telah meningkat menjadi 1.041 titik api untuk Pulau Sumatera. Untuk Provinsi Riau meningkat menjadi 182 titik api. Untuk pulau Kalimantan sendiri, memiliki titik api sebanyak 246 titik api yang meluas di berbagai hutan di Kalimantan.

 

30 Bahaya Kabut Asap Kebakaran Hutan di Indonesia

Dengan kabut asap, sangat berbahaya bagi daerah yang teduh karena kabut asap. 30 Bahaya Kabut Asap Kebakaran Hutan di Indonesia dalam peninjauan berbagai sektor, yaitu:

Sektor pendidikan
Dengan kabut asap, sangat berdampak pada sektor pendidikan. Banyak sekolah memecat siswa mereka, mulai dari TK, SD, SMP dan SMA, karena takut kesehatannya yang akan terganggu oleh kabut asap yang berkeliaran. Sejak 1 Agustus, sekolah di Riau dipecat karena kekhawatiran pemerintah daerah terhadap kesehatan peserta didik. Meski ada sekolah di daerah lain seperti Jambi, Medan dan daerah lain yang mengharuskan siswanya untuk tinggal, mereka disuruh memakai masker setiap hari. Akibatnya, akan menimbulkan beberapa dampak, yaitu

Turunkan indeks prestasi peserta didik.
Kenyamanan Peserta didik dalam mempelajari semakin berkurang.
Siswa akan kehilangan dan tertinggal Banyak pelajaran, sehingga untuk mengisi waktu senggang mereka saat di rumah, Guru akan memberikan modul kepada mereka untuk dilakukan di rumah agar mendapat aktivitas positif dan tidak sia-sia selama liburan sekolah diberlakukan.

Baca Juga:  Potensi Sumber Daya Alam Hutan di Indonesia

Meskipun siswa masih diminta untuk bersekolah, sistem pembelajaran kelas akan terganggu akibat kabut yang ada. Peserta didik akan terganggu oleh konsentrasi mereka dalam memahami pelajaran yang dipaparkan oleh guru karena kabut asap yang bisa masuk kelas melalui fenilasi kelas. Ini tidak dirasakan oleh siswa saja, tapi dari guru yang juga kurang efektif dalam mengantarkan materi.

Namun, meski pembelajar sangat membutuhkan bimbingan untuk memahami pelajaran yang mereka pelajari di rumah. Sebab, dengan tidak adanya bimbingan dalam belajar, akan sangat mempengaruhi pemahaman dalam memahami pelajaran yang mereka pelajari.

Ada upaya oleh pemerintah, yang menambahkan jam saat mereka pergi ke sekolah dan tidak mengubah jam pada hari libur mereka. Namun, usaha ini sebagian besar dikeluhkan oleh guru dan peserta didik. Mengingat penambahan pelajaran pada saat mereka bersekolah, maka akan membebani mereka karena kesibukan hari. Sistem pembelajaran kurang efektif.

Sektor Ekonomi
Sektor ini sangat mengkhawatirkan kondisi di negeri ini, lebih tepatnya di daerah teduh oleh kabut asap. Ada beberapa hal yang diakibatkan akibat kabut asap:

a) Di sektor pariwisata kerugian
Orang enggan meninggalkan rumah mereka karena kabut, sehingga pengunjung wisata pun berkurang. Padahal, kerugian ini juga dirasakan oleh negara tetangga Indonesia, salah satunya adalah Singapura. Pusat hiburan Marina Bay Sands, yang terletak di Singapura, kehilangan uang.

Banyak wisatawan lokal dan mancanegara terpaksa menunda perjalanan mereka, karena kabut asap. Hal ini mempengaruhi pendapatan arus kas Marina Bay Sands yang diprediksi akan turun sebesar 4 persen pada kuartal kedua.

b) Asosiasi Pengecer
Indonesia memperkirakan bahwa penjualan eceran mengakibatkan penurunan sebesar 20% karena penjualan eceran yang lebih rendah karena kabut asap. Tidak hanya penjualan yang menurun, namun dapat diperkirakan akan mengakibatkan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari yang membutuhkan masyarakat akibat adanya gangguan distribusi.

c) Di Indonesia, Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meneliti kerugian ekonomi yang dirasakan Indonesia akibat kabut asap, akan mencapai lebih dari Rp.20 triliun. Hal ini terutama akan dirasakan oleh daerah-daerah yang terkena dampak kabut asap, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Baca Juga:  Fungsi Hutan Mangrove Bagi Konservasi Pantai dan Daerah Pesisir

Daftar kerugian ekonomi didasarkan pada jumlah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di setiap provinsi dan membandingkan jumlah peserta dengan masuknya provinsi merokok pada bulan-bulan kejadian kabut.

d) Kerugian di sektor ekonomi, juga dirasakan oleh hubungan yang ada. misalnya transportasi udara, pesawat terbang. PT Angkasa Pura II sebagai pengelola beberapa bandara merasakan kerugiannya. Mereka kehilangan pendapatan, biaya layanan umum dikenal dengan layanan kargo penumpang (passenger cargo service / PSC).

Dengan kabut yang menghasilkan tampilan kurang terlihat dan bervariasi, di bawah 200 meter sampai 1000 meter karena pembatalan penerbangan karena terganggu oleh jarak pandang karena kabut asap. seperti di Provinsi Jambi rata-rata pembatalan penerbangan pesawat hingga 20 per hari.

Dari sisi pesawat terbang, akan kehilangan pendapatan. Banyak pesawat tidak terbang, lalu tunggu. Jika kabut semakin tebal, pesawat tidak bisa mendarat dan akan berputar. Hal ini akan menyebabkan pengeluaran ekstra dalam perawatan, dan bensin.

Sektor kesehatan
Secara umum asap kabut yang terjadi selama ini bisa mengganggu kesehatan bagi semua orang di sektiarnya, apakah dalam kondisi sehat, terutama dalam keadaan sakit. Di atas, dalam kondisi kesehatan tertentu, seseorang akan menjadi sangat rentan terhadap masalah kesehatan akibat bencana kabut asap dibandingkan dengan orang lain, terutama bagi orang-orang yang memiliki masalah paru-paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.

Di Riau, kesehatannya buruk oleh anak-anak dan orang tua karena memiliki daya tahan tubuh yang rawan terhadap penyakit. Dinas Kesehatan Provinsi Riau, sebanyak 9.386 orang terinfeksi berbagai penyakit akibat kabut asap yang terjadi selama ini. Jumlah ISPA sebanyak 7.312 orang, asma 296 orang, 290 pneumonia, 485 iritasi mata, dan iritasi kulit 903 orang untuk detail dampaknya Bagi kesehatan, ada beberapa efek kesehatan yang sangat berbahaya akibat kabut yang terjadi, bermasalah:

Baca Juga:  Jenis-Jenis Hutan Berdasarkan Tempat Tumbuhnya

Asap asap bisa menyebabkan iritasi pada mata yang terkontaminasi oleh kabut asap, hidung berbau asap, dan reaksi tenggorokan dan alergi yang terjadi pada tubuh seseorang, radang dan mungkin juga.

Dengan kabut asap yang terjadi, akan bisa memperparah penyakit asma yang dialami seseorang dan penyakit kronis lainnya, seperti bronkitis kronis, COPD dan sebagainya. Pergilah, situasi ini akan menyulitkan penyembuhan seseorang yang menderita penyakit ini.

Dalam proses pernapasan sehari-hari, kemampuan kerja paru seseorang akan berkurang yang menyebabkan seseorang mudah lelah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Ini juga akan menjadi seseorang yang sulit bernafas.

Bagi seseorang yang sudah lanjut usia dan anak-anak atau seseorang yang memiliki penyakit kronis, dengan kondisi kekebalan tubuh yang rendah akan lebih rentan terhadap terganggunya masalah kesehatan. Hal ini sangat mengkhawatirkan bagi mereka yang ingin melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa, sehingga membutuhkan perhatian khusus pada mereka dalam segala hal agar tidak terkena kabut asap.

Akibat dari bencana asap kabut akibat kebakaran hutan yang terjadi, kemampuan mengatasi kelumpuhan dan saluran pernapasan akan berkurang. Hal ini memang akan lebih mudah terjadi pada penyakit seseorang, sehingga sangat membutuhkan ekstra hati terhadap kabut asap.

Berbagai penyakit kronis yang seseorang akan semakin memburuk, karena penyakit kronis terkontaminasi kabut asap.

Dengan kabut asap yang terjadi, polutan dalam asap kebakaran hutan akan menjadi sumber polutan bagi air bersih di daerah yang terkena dampak kabut sehingga mengganggu kesehatan masyarakat yang mengonsumsi air bersih di sana. serta makanan yang tidak terlindungi.

Infeksi saluran pernapasan akut atau yang biasa disebut ISPA akan lebih mudah terjadi, terutama karena adanya defisiensi imun seseorang, pola bakteri atau virus yang menyebabkan banyak penyakit dan lingkungan buruk yang ditempati.

Biasanya jenis hutan yang terbakar adalah hutan di lahan gambut untuk telapak tangan. Kabut kebakaran hutan di Indonesia sangat kronis bagi banyak bidan, terutama di bidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan, ada banyak korban tewas yang membutuhkan pertolongan karena kebakaran ini.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *