10 Jenis Reksa Dana Syariah Menurut OJK

Januari 25, 2018 | Penulis: | Posted in Ekonomi

10 Jenis Reksa Dana Syariah Menurut OJK – Definisi reksa dana dapat ditemukan dalam Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 yang menyatakan bahwa “Reksadana adalah sarana yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari investor untuk diinvestasikan dalam portofolio sekuritas oleh manajer investasi.”

Sedangkan reksa dana syariah adalah wadah untuk mengumpulkan dari pemilik modal di masyarakat (shabib al-mal / rabb al-mal) untuk diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah Islam.

Pada awalnya reksadana syariah merupakan reksa dana konvensional yang hanya melakukan investasi pada efek yang sesuai sesuai ketentuan dan asas hukum Islam. Namun, seiring berjalannya waktu, jenis reksa dana terus tumbuh, begitu juga dengan jenis reksadana syariah yang ada di pasaran saat ini.

Berdasarkan ketentuan pemerintah baru dalam Peraturan Otoritas Jasa Penyimpanan Nomor 19 / POJK04 / 2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah, ada 10 jenis reksa dana syariah dimana ada beberapa variasi bentuk yang sangat berbeda. . Dengan demikian reksa dana syariah bukan lagi reksa dana konvensional yang dibuat dalam bentuk syariah, namun ada beberapa varian reksa dana syariah yang membuat reksa dana investasi menarik.

Lantas apa saja 10 jenis reksa dana syariah sesuai peraturan OJK? Mari kita periksa lebih lanjut tentang jenis reksadana syariah.

Jenis Reksa Dana Syariah Menurut OJK

Jenis Reksa Dana Syariah Menurut OJK

Jenis Reksa Dana Syariah Menurut OJK

1. Reksa Dana Pasar Uang Syariah
Jenis reksadana pertama hanya akan berinvestasi pada instrumen pasar uang syariah di negara dan / atau sekuritas syariah yang memberikan pendapatan tetap. Bila modal diinvestasikan dalam efek syariah pendapatan tetap, maka waktu penerbitan surat berharga tersebut mungkin tidak lebih dari 1 tahun. Begitu pula dengan jatuh tempo surat berharga juga tidak melebihi jangka waktu 1 tahun.

Baca Juga:  Prinsip Ekonomi Syariah yang Wajib Anda Ketahui

2. Pendapatan Tetap Reksa Dana Syariah
Ini adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dari Nilai Aktiva Bersih menjadi efek syariah yang memberikan pendapatan tetap. Dalam hal ini, efek syariah pendapatan tetap yang dimaksud adalah obligasi. Obligasi itu sendiri merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan uang pinjaman dari pasar modal. Sebagai imbalan atas pinjaman uang, pemegang obligasi akan mendapatkan bunga yang disebut kupon.

3. Saham Reksa Dana Syariah
Reksa dana jenis berikut adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dari Nilai Aktiva Bersih ke dalam ekuitas syariah. Reksa dana ini mengalokasikan sebagian besar dana dari pemilik modal ke pasar saham.

4. Reksa Dana Campuran Syariah
Pengertian reksadana adalah jenis reksadana yang berinvestasi pada efek syariah yaitu efek ekuitas, efek syariah pendapatan tetap dan / atau instrumen pasar uang domestik. Manajer Reksa Dana dapat mengalokasikan 79% Nilai Aktiva Bersih ke dalam tiga opsi investasi di atas. Selain itu, dalam portofolio reksa dana, harus ada tiga instrumen investasi.

5. Dana Syariah yang Dilindungi
Alokasi investasi oleh manajer investasi pada reksa dana jenis ini adalah sebesar 70% dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk efek syariah pendapatan tetap. Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih yang dimasukkan ke dalam efek ekuitas dan / atau sukuk syariah yang diperdagangkan di bursa efek asing adalah sebesar 30%.

6. Reksadana Indeks Syariah
Alokasi Nilai Aktiva Bersih pada jenis reksadana syariah sekurang-kurangnya 80% diinvestasikan pada efek syariah yang merupakan bagian dari indeks syariah. Reksa dana indeks syariah menawarkan kesempatan bagi investor yang ingin berinvestasi di saham dengan komposisi dan bobot sesuai indeks yang menjadi acuan.

Baca Juga:  6 Tujuan Ekonomi Syariah yang Wajib Anda Ketahui

7. Reksa Dana Syariah Dalam bentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya diperdagangkan pada Exchange Traded Fund
Exchange Traded Fund atau ETF adalah bentuk inovatif dari reksadana dengan unit partisipasi yang diperdagangkan secara bebas di lantai perdagangan. ETF sendiri biasanya mengacu pada indeks saham. Dalam praktik ETF lebih efisien daripada reksa dana konvensional karena unit penyertaan reksadana jenis ini dapat diperdagangkan langsung di bursa efek tanpa melalui manajer investasi.

Dengan demikian, reksa dana ETF mengalokasikan Nilai Aktiva Bersih ke dalam portofolio saham yang terdiri dari efek ekuitas sesuai dengan persyaratan dan kondisi syariah.

8. Reksa Dana Syariah Berbentuk Partisipasi Terbatas
Jenis reksadana ini ditawarkan secara terbatas pada parapemodal profesional. Reksa dana ini dilarang ditawarkan melalui penawaran umum. Selanjutnya, reksa dana jenis ini juga tidak boleh dimiliki oleh lebih dari 50 partai. Pemodal profesional di sini dapat diartikan sebagai pemodal yang memiliki kemampuan untuk membeli unit partisipasi dan menganalisis risiko yang terkandung di dalamnya.

9. Reksa Dana Berbasis Syariah berbasis Syariah
Ini adalah satu dari dua reksa dana syariah baru dalam Peraturan OJK tahun 2015. Dalam reksadana ini, alokasi Nilai Aktiva Bersih minimal diberikan 51% untuk efek syariah asing. Surat berharga syariah asing yang dibeli sendiri tercantum dalam daftar surat berharga syariah yang diterbitkan oleh penerbit daftar surat berharga syariah. Selain itu, reksa dana jenis ini juga dapat menempatkan maksimal 49% Nilai Aktiva Bersih pada efek syariah di dalam negeri.

Dengan kata lain, reksadana jenis ini bisa menempatkan dana hingga 100% dari Nilai Aktiva Bersihnya atas surat berharga asing. Sementara itu, efek luar negeri yang mungkin menjadi objek investasi adalah surat berharga yang diterbitkan di suatu Negara yang telah menjadi anggota Komite Sekuritas Internasional dan telah menandatangani Nota Kesepahaman Mltilateral Sehubungan dengan Konsultasi dan Kerjasama dan Pertukaran Informasi.

Baca Juga:  Pengertian Ekonomi Syariah, Tujuan, Prinsip dan Cirinya

Tingkat risiko reksadana ini lebih rumit dibanding reksa dana lainnya. Alasannya adalah dasar sekuritas yang diinvestasikan di luar negeri sehingga pasti menimbulkan berbagai faktor risiko seperti risiko nilai tukar terhadap risiko politik.

10. Reksa Dana Berbasis Syariah
Manajer Investasi pada jenis reksadana ini menempatkan Nilai Aktiva Bersih dengan komposisi portofolio tidak kurang dari 85% ditempatkan pada:

Sukuk ditawarkan di dalam negeri melalui penawaran umum
Surat Berharga Syariah Negara dan / atau
Sekuritas komersial Islami dengan jangka waktu sekurang-kurangnya 1 tahun atau lebih. Sebagai tambahan, efek tersebut dikategorikan sebagai investasi yang layak dan harus dimasukkan ke dalam penitipan kolektif lembaga penyimpanan dan penyelesaian oleh penerbit sekuritas efek syariah.

Apakah anda tertarik berinvestasi pada reksadana, terutama reksa dana syariah? Jika demikian, semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda memilih jenis reksa dana yang paling sesuai dan sesuai dengan profil investasi Anda

Penulis:

This author has published 758 articles so far. More info about the author is coming soon.

Tinggalkan Balasan